Rumah Politik Jatim

Bawaslu Jatim Intensifkan Pengawasan Potensi WNA Dalam DPT Pemilu 2019

Bawaslu bersama KPU telah menemukan 11 WNA yang masuk DPT pada 5 Maret silam. Jumlah ini ditemukan dari akumulasi jumlah WNA yang mencapai 316 orang.

Bawaslu Jatim Intensifkan Pengawasan Potensi WNA Dalam DPT Pemilu 2019
suryamalang.com/Hayu Yudha Prabowo
Ketua Bawaslu Kota Batu, Abdur Rochman menunjukkan ktp-el milik dua orang WNA yang masuk dalam DPT Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur terus melakukan penyisiran Warga Negara Asing (WNA) ber-KTP Elektronik yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Bawaslu menilai masih ada WNA dalam DPT yang belum dicoret.

Yang mana, Bawaslu bersama KPU juga telah menemukan 11 WNA yang masuk DPT pada 5 Maret silam. Jumlah ini ditemukan dari akumulasi jumlah WNA yang mencapai 316 orang.

Pihaknya menemukan di beberapa daerah WNA yang masuk dalam DPT. Di antaranya, di Kota Batu, Kediri, Kota Madiun, hingga Magetan.

"Sejauh ini memang masih belasan WNA yang kami temukan masuk DPT," kata Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi kepada Suryamalang.com di Surabaya, Kamis (7/3/2019).

"Namun, angka pastinya kami masih menunggu rekapitulasi dari kabupaten/kota di luar yang teridentifikasi oleh teman-teman KPU Kabupaten/Kota bersama-sama Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil)." kata Aang.

Dikatakan Aang, potensi penambahan jumlah WNA yang masuk DPT masih ada. "Oleh karena itu, kami sedang menyisir jumlah DPT yang berada di luar yang telah ditemukan. Data-data itu masih perlu kami faktualkan dengan mendatangi alamat yang tertera di DPT untuk memastikan WNA atau bukan," urai Aang.

"Kalau kemudian yang bersangkutan adalah WNA, kami akan rekomendasikan kepada KPU untuk dilakukan pencoretan," katanya.

Aang menambahkan, jajaran Bawaslu di Kabupaten/Kota terus mengintensifkan koordinasi dengan jajaran Dispendukcapil bersama KPU. Tujuannya, untuk memastikan jumlah WNA di masing-masing wilayah. "Baik WNA yang dilengkapi KTP elektronik, Kartu Izin Tetap, atau Kartu Izin Sementara," ucap Aang.

Dari data yang diperoleh tersebut, pihak penyelenggara pemilu akan mencocokan dengan DPT. "Kami akan melakukan crosscheck. Misalnya, ada data WNA yang masuk DPT, kami akan mendatangi lokasi yang bersangkutan," jelasnya.

"Kami Targetkan besok lusa (Sabtu, 9/3/2019), kami telah mengetahui data terbaru soal WNA yang masuk DPT yang ada di Kabupaten/Kota," tuturnya.

Untuk diketahui, WNA meskipun memiliki KTP Elektronik, namun tetap tidak diperbolehkan untuk memberikan suara di pemilu. Oleh karena itu, penyelenggara pemilu pun terus melakukan pengawasan untuk mengantisipasi masuknya WNA dalam DPT. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved