Jendela Dunia

Usai Diperkosa, TKW Indonesia Menyimpan Sperma Majikannya yang Membekas di Celana Dalam, Untuk Apa?

Usai Diperkosa, TKW Indonesia Menyimpan Sperma Majikannya yang Membekas di Celana Dalam, Untuk Apa?

Usai Diperkosa, TKW Indonesia Menyimpan Sperma Majikannya yang Membekas di Celana Dalam, Untuk Apa?
Getty Images
Ilustrasi Celana Dalam 

Sang janda asal India yang identitasnya dirahasiakan ini awalnya menuangkan minyak tanah ke tubuh pria yang memperkosanya.

Begitu minyak tanah membasahi tubuh si pria, janda tersebut langsung menyulutkan api.

Si janda membakar pria yang memperkosanya.

Tak ayal, api pun menjalari tubuh si pria, demikian yang dikutip kompas.com dari AFP, Rabu (6/3/2019).

Si janda, meskipun terkena percikan api, masih bisa diselamatkan.

Si janda menderita luka bakar di wajah dan tangannya.

Namun, si pria yang memperkosanya meninggal dunia di rumah sakit akibat luka bakar yang dideritanya.

Kepada polisi, janda itu mengatakan bahwa pria itu menyerang dan memperkosanya di rumah si janda di Kolkata, India, pada Senin lalu.

Saat itu putri si janda sedang keluar.

“Kemudian dia menuangkan minyak tanah ke tubuhnya (pelaku), dan membakarnya,” ucap petugas polisi setempat Sajal Kanti Biswas.

India memang memiliki catatan buruk terkait kasus pemerkosaan.

Rata-rata ada lebih dari 100 kasus pemerkosaan yang dilaporkan terjadi setiap hari pada 2016.

Sistem peradilan juga dianggap lambat dalam menyelesaikan kasus ini.

Penanganan polisi juga kerap mengecewakan para korban.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa insiden membuat korban pemerkosaan mengambil tindakan keras kepada para pemerkosa.

Pada Desember lalu, seorang perempuan usia 47 tahun memotong penis pria berusia 27 tahun yang menguntitnya.

Detik-detik Menegangkan saat Janda Membakar Pria yang Memperkosanya (ILUSTRASI)
Detik-detik Menegangkan saat Janda Membakar Pria yang Memperkosanya (ILUSTRASI) (Daily Mail)

ABG Merekam Adegan Ranjang

Cowok ABG di Desa Rejosari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri bercinta dengan ceweknya kemudian merekam adegan ranjang tersebut.

Tak hanya merekamnya, si cowok bahkan nekat menyebarkan video ABG berhubungan intim itu melalu jejaring chat WhatsApp (WA) ke ibu si cewek dan guru Bimbingan Konseling (BK) tempat si cewek sekolah.

ABG cowok ini berinisial AP dan pacarnya adalah cewek berinisial AI yang berusia 15 tahun berasal dari Kecamatan Jatisrono.

Video adegan ranjang itu dikirim AP ke ibu ceweknya yang berinisial RA (45).

"Video dikirim beserta pesan bernada ancaman agar AI sudi menemui AP. Lalu RA mencari kebenaran kabar tersebut ke AI. Ternyata benar, video mesum itu adalah mereka," ujar Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti.

AP berharap aksinya mengirim video ABG berhubungan intim bisa mempertahankan hubungan asmaranya dengan sang pacar, namun malah menjadi senjata makan tuan bagi dirinya.

AP secara gamblang memamerkan video asusilanya dengan sang kekasih yang masih di bawah umur berinisial AI (15).

Tak hanya kepada ibu AI, AP juga mengirim video asusila tersebut via WhatsApp (WA) kepada guru mantan kekasihnya tersebut.

"AP juga mengirim video serupa ke guru BK AI. Sehingga, beberapa waktu lalu pihak SMA tempat AI bersekolah memanggil orangtua yang bersangkutan," tutur Uri.

Selama berpacaran, AP dan AI bercinta layaknya suami istri sebanyak tiga kali.

Setiap melakukan persetubuhan, AP merekam menggunakan kamera ponselnya.

"Mereka pacaran. Selama itu sudah tiga kali melakukan hubungan suami istri. Pelaku ternyata merekam adegan-adegan itu menggunakan kamera ponsel," ujar Uri.

AP menyetubuhi AI pada 15 Desember 2018, tanggal 2, dan 19 Januari 2019.

Sebelum videonya disebar, AP sempat mengancam akan menyebar video asusila mereka namun tak digubris AI.

Tindakan nekat AP dilakukan karena ia tak mau hubungannya dengan AI berakhir.

Akibat tersebarnya video tersebut, pihak sekolah mengimbau agar AI pindah sekolah.

"Pihak sekolah mengimbau agar pihak orang tua mau memindahkan AI ke sekolah lain. Hal tersebut dimaksudkan demi keamanan dan kenyamanan AI melanjutkan studi," tambahnya.

Namun usulan pihak sekolah ditentang keluarga karena menilai AI adalah korban.

"Orangtua korban tidak terima, lalu membuat laporan ke SPKT Polres Wonogiri. Kami akan selidiki lebih lanjut," kata Uri.

Sementara itu pelaku AP telah ditangkap atas tuduhan penyebaran konten pornografi dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

AP kini telah ditahan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Wonogiri.

Editor: eko darmoko
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved