Facebook dan Instagram Alami Down Atau Gangguan Diduga Serangan DDoS, Berikut Penjelasan Resminya
Facebook dan Instagram Alami Down Atau Gangguan Diduga Serangan DDoS, Berikut Penjelasan Resminya
Penulis: Fakhri Hadi Pridianto | Editor: Adrianus Adhi
Serangan DDoS ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan Denial of Service yang klasik, yakni dengan meningkatkan serangan beberapa kali dengan menggunakan beberapa buah komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi "tidak berguna sama sekali" bagi klien.
• Biodata Wijaya Saputra (Wijin), Pebasket yang dekat dengan Gisel, Mantan Pacar Agnez Mo, Berprestasi
• Baru Kenal, Cewek 17 Tahun Mau Diajak Tiga Cowok Masuk Kamar Hotel Surabaya di Sumenep
• Terungkap Alasan Bibi Ardiansyah Putus Cinta dengan Vanessa Angel, Ternyata Ada Faktor Keluarga
• Wijaya Saputra Akhirnya Mengakui Kedekatannya dengan Gisel, Sudah Rencana Nikah hingga Minta Doa
Serangan DDoS pertama kali muncul pada tahun 1999, tiga tahun setelah serangan Denial of Service yang klasik muncul, dengan menggunakan serangan SYN Flooding, yang mengakibatkan beberapa server web di Internet mengalami "downtime".
Beberapa tool (software) yang digunakan untuk melakukan serangan serperti ini adalah TFN, TFN2K, Trinoo, dan Stacheldraht, yang dapat diunduh secara bebas di Internet.
Ketika si penyerang merasa telah mendapatkan jumlah host yang cukup (sebagai zombie) untuk melakukan penyerangan, penyerang akan menggunakan komputer master untuk memberikan sinyal penyerangan terhadap jaringan target atau host target.
Serangan ini umumnya dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk SYN Flood atau skema serangan DoS yang sederhana, tetapi karena dilakukan oleh banyak host zombie, maka jumlah lalu lintas jaringan yang diciptakan oleh mereka adalah sangat besar, sehingga "memakan habis" semua sumber daya Transmission Control Protocol.
Hampir semua platform komputer dapat dibajak sebagai sebuah zombie untuk melakukan serangan seperti ini.
Sistem-sistem populer, semacam Solaris, Linux, Microsoft Windows dan beberapa varian UNIX dapat menjadi zombie, jika memang sistem tersebut atau aplikasi yang berjalan di atasnya memiliki kelemahan yang dieksploitasi oleh penyerang.
• Kisah Lengkap Orang-orang Dusun di Ponorogo Hijrah ke Malang karena Isu Kiamat
• Aura Kasih Bongkar Kebiasaan Anehnya Saat Hamil, Ngidam Bermain Dengan Ular Piton?
• Bocoran Harga & Tanggal Peluncuran Xiaomi Redmi Note 7 Terbaru di Indonesia, Kisarannya Rp 2 Juta
• Fakta Baru Cewek Mojokerto Diperkosa Ayah Kandungnya Hingga Punya 2 Anak, Ketahuan Saat Akan Menikah
Beberapa contoh Serangan DoS lainnya adalah:
Serangan Buffer Overflow, mengirimkan data yang melebihi kapasitas sistem, misalnya paket ICMP yang berukuran sangat besar.
Serangan SYN, mengirimkan data TCP SYN dengan alamat palsu.
Serangan Teardrop, mengirimkan paket IP dengan nilai offsetyang membingungkan.
Serangan Smurf, mengirimkan paket ICMP bervolume besar dengan alamat host lain.