Kabar Makassar

Dosen Bertitel Doktor Bunuh PNS Cantik, Diduga Ada Motif Selingkuh, Pelaku Ditangkap Saat Melayat

Motif perselingkuhan diduga melatarbelakangi kasus pembunuhan yang dilakukan dosen bertitel doktor itu pada seorang PNS cantik rekan kerjanya

Editor: Dyan Rekohadi
Tribun Timur
Dosen bergelar doktor bunuh PNS Cantik di Sulawesi Selatan 

Pihak kepolisian pun melakukan penyelidikan dari kasus tersebut yang semula diduga menjadi korban perampokan.

Antara pelaku dan korban diketahui memiliki hubungan dekat.

Doktor Wahyu menjabat Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus Gunungsari. 

Pelaku dan korban sama-sama asal Kabupaten Sinjai. 

Keduanya juga bertetangga di Komplek Sabrina Residence, Kelurahan Manggarupi, Kecamatan Somba Opu, Gowa.

Informasi yang diperoleh Tribun, sebelum pindah ke Manggarupi, Doktor Wahyu pernah menetap lama di Kompleks Permata Hijau, Jl Hertasning Timur, Panakkukang, Makassar.

Korban dan pelaku juga dekat dan sering bertemu dalam konteks relasi pekerjaan di Lantai II Menara Phinisi, Kampus UNM Gunungsari, Jl AP Pettarani, Rappocini, Makassar.

Rektor UNM Prof Dr Husain Syam MTp, membenarkan jika pelaku dan korban bekerja di gedung yang sama di kampus.

"Wahyu itu terlihat anak baik. dia bosnya KKN. Ramah dan kantornya satu lantai dengan almarhum di Menara (Phinisi)," katanya kepada Tribun, Sabtu (23/3/2019) pagi.

Korban dan pelaku sama-sama memiliki pasangan hidup dan keluarga yang terlihat bahagia.

Suami almarhumah Ela adalah kepala UPT Keamanan Hutan Wilayah Ajattappareng di Barru, sekitar 110 km arah utara Makassar.

Mereka memiliki tiga anak, dua di sekolah SD Islam satunya masih berusia prasekolah.

Sedangkan pelaku juga memiliki 4 anak, dan istrinya juga berkarier.

Karena sekompleks, sekampung dan sekantor, kedua keluarga paruh baya ini akrab satu sama lain.

Kondisi korban saat ditemukan di dalam mobil
Kondisi korban saat ditemukan di dalam mobil (tribun Timur)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved