Kabar Magetan

Jagoan Kampung ini Pernah Tak Mempan Dikepruk Batu, Suka Rampas Gabah Kaum Tani di Magetan

Katimun alias Gemplo (49) warga Dusun Grumbul Malang RT01/RW03, Desa Pupus Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan

Jagoan Kampung ini Pernah Tak Mempan Dikepruk Batu, Suka Rampas Gabah Kaum Tani di Magetan
Doni Prasetyo
MALING GABAH - Katimun alias Gemplo (49) warga Dusun Grumbul Malang RT01/RW03, Desa Pupus Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Katimun alias Gemplo (49), jagoan kampung dari Dusun Grumbul Malang RT01/RW03, Desa Pupus Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan sejak lama meresahkan warga, khususnya petani di wilayah Kabupaten Magetan.

Gemplo ini dikenal sakti, dan tidak segan mengambil gabah di depan petani pemiliknya. 

"Pelaku ini tidak takut mengambil gabah milik petani langsung ke rumah. Malah kadang menyuruh korban (petani pemilik gabah) minta tolong ke warga atau teriak ada rampok atau maling. Tapi saya seperti tidak berani," kata Mbok Mini (60), korban warga Dusun Banjarejo RT03/RW1, Desa Dukuh Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, kepada Polisi, Jumat (29/3/2019).

Menurut Mbok Mini, Gemplo bukan hanya sekali ini ditangkap warga. Sebelumnya, Gemplo pernah ditangkap dan dijebloskan ke penjara juga karena mencuri puluhan kwintal gabah.

"Katanya sakti, pernah tertangkap massa, kepalanya dikepruk pakai batu, tidak apa apa, tidak luka sedikit pun," jelas Mbah Mini.

Saat ditangkap, kata Mbok Mini, Gemplo ini sedang mencuri empat karung warna putih berisi gabah di rumah Supriyono (47) warga Dusun Banjarejo RT4/RW04, Desa Dukuh, Kecamatan Lembeyan.

Saat itu, Gemplo mengendarai Suzuki Nex, warna hijau putih, Nopol AD3418 TO.

"Awalnya warga segan menangkap Gemblo, tapi lama-lama berani, ternyata Gemplo tidak ada apa-apanya hanya gertak sambel. Waktu ketangkap, Gemplo malah terlihat lemes, padahal hanya dipukul oleh satu orang,"kata Mbah Mini.

Kapolsek Lembeyan, AKP Suyatni, membenarkan, Gemplo baru keluar dari penjara karena perkara yang sama.

"Pelaku sudah ditangkap massa tidak jauh dari rumah Mbok Mini," kata AKP Suyatni.

Polisi lalu menyita motor matik warna hijau putih nomor Polisi (nopol) AD-3418-TO tahun 2014 beserta STNK-nya dan empat sak warna putih berisi gabah kering.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved