Malang Raya
Komunitas Game Developer Malang (GDM), Menentukan Arah Pasar Masih Susah
Pada awal 2015, berdiri sebuah komunitas di Kota Malang bernama Game Developer Malang (GDM).
Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
Sejak berdirinya komunitas ini, silih berganti orang-orang datang dan pergi. Anggotanya pun tidak
sebatas orang-orang asli warga Kota Malang. Mereka tengah menempuh studi di Kota Malang.
“Anggota kami banyak mahasiswa dan siswa SMK. Memang anak-anak muda,” jelasnya.
Amri mengatakan, saat ini pola pikir tentang gamer sudah terbalik. Jika dahulu orangtua sering
memarahi anak-anaknya karena main game, namun sekarang anak-anak bisa mendapatkan dampak
positif dari bermain game.
“Game itu bisa melatih, saraf motorik. Contoh, kita main game balapan. Itu merangsang reflect ketika
berkendara di jalan. Seperti game strategi, itu membuat anak bisa mengelola sesuatu,” katanya.
Apalagi sekarang ada wadah E Sport. Anak-anak yang sangat aktif bermain game bisa memperoleh
keuntungan dari situ.
Amri memberi tahu, jika ada orang awam mau ikut bisa langsung mengontak dia. Untuk bergabung
dengan komunitas, menurutnya hanya perlu memiliki tekad yang kuat.
“Soalnya bikin game itu tidak cukup seminggu, dua minggu saja. Bisa bertahun-tahun,” katanya.
Menurut Amir, sejauh ini Pemkot Malang telah mulai memberikan akses terhadap keberadaan
komunitas yang bergerak di bidang seperti game ini.
Ia pun optimistis, ke depannya, potensi-potensi yang sudah terakomodir bisa mengharumkan Kota Malang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/game-developer-malang-gdm.jpg)