HUT 105 Kota Malang

The Future of Malang: Era Malang 4.0

The Future of Malang, yakni Malang City Herritage, Malang Creative, Malang Halal, Malang Service, Malang Nyaman, dan Malang 4.0," tuturnya.

Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
Benni Indo
Maket Kantor Terpadu di Belakang Balai Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Menghadapi era industri 4.0, Pemkot Malang serius melakukan perubahan. Era di mana manusia harus mengenal dunia virtual ini sudah diantisipasi Pemkot Malang.

Baru-baru ini, Pemkot Malang membuat sebuah terobosan, yakni akademi khusus kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) Academy. Program yang rencananya dibuka gratis bagi masyarakat ini, rencananya diluncurkan April 2019.

Penyelenggaraan akademi yang mempelajari soal teknologi terkini dalam mereplika kecerdasan manusia itu merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Aplikasi BaBe-Baca Berita yang didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Kemenko Perekonomian RI memilih Kota Malang sebagai pilot project program pendidikan AI, Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan, pemilihan itu, mempertimbangkan potensi yang dimiliki Kota Malang.

Di antaranya aset pendidikan yang dimiliki, atmosfer akademik yang kuat, aset generasi muda kreatif, ekonomi kreatif yang tumbuh pesat serta komitmen pimpinan daerah yang kuat.

"Itu yang menjadi alasan Kota Malang dipilih. Saya percaya dari Kota Malang, kemajuan teknologi bisa diharapkan untuk kemajuan bangsa," tegas Edi.

Wali Kota Malang Sutiaji menekankan, kerja sama ini merupakan peluang yang sangat besar bagi pelajar maupun generasi muda Kota Malang. Apalagi peserta nantinya dibebaskan pembiayaan. “Hanya diminta komitmen," tegas Sutiaji.

Selain itu, sejumlah persyaratan khusus akan diterapkan aspek akademis nilai matematika minimal 90 serta hasil test IQ minimal 125. Menurutnya, syarat itu menjadi penting karena basik dari AI antara lain algoritma khusus yang ditopang oleh kemampuan matematis.

Salah satu poin yang membuat Kota Malang dipilih, juga karena konsep pembangunan "The Future of Malang" yang diusung Sutiaji. Konsep itu dilirik dan diminati Pemerintah Pusat untuk dijadikan pilot project pelaksanaan AI Academy, dengan target launching akhir April 2019.

"Ada enam garapan dalam The Future of Malang, yakni Malang City Herritage, Malang Creative, Malang Halal, Malang Service, Malang Nyaman, dan Malang 4.0," tuturnya.

Khusus bicara Malang Creative, Kota Malang dikenal memiliki man power potensial dalam berbagai sub bidang ekonomi kreatif. Bahkan sudah diakui bahwa Kota Malang adalah salah satu gudang game developers, animator, programming, cinema dan start up tumbuh subur.

"Ditopang komitmen membangun Malang 4.0, maka Pemkot digandeng Aplikasi BaBe-Baca Berita dan di-back up Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk membuka Artificial Intelligence
Academy yang pertama di Indonesia," sebutnya.

Kajoe Tangan: Heritage dan Teknologi

Berbicara soal Malang City Heritage, Walikota Sutiaji adalah menyulap kawasan Kajoe Tangan menjadi kawasan wisata heritage. Rencananya akan mulai digarap pada pertengahan 2019 ini.

Bahkan, Sutiaji telah menyampaikan rencana itu di hadapan para anggota dewan saat menghadiri agenda Penyampaian Jawaban Wali Kota Malang Terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Malang Tentang Ranperda RPJMD Kota Malang Tahun 2018-2023.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved