Rabu, 3 Juni 2026

Travelling

Hotel Tugu Malang Pamerkan Batik Penanda Harmoni Budaya Lokal dan Peranakan Tionghoa

Public Relation Manager Hotel Tugu Malang mengatakan, pameran ini digelar untuk menunjukan keharmonisan akulturasi budaya lokal dengan peranakan Tiong

Tayang:
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: yuli
hayu yudha prabowo
BATIK PERANAKAN - Aneka produk fashion dari batik, bordir dan lukis dipamerkan dalam pameran bertajuk Beauty of Peranakan Style yang terinspirasi dari akulturasi budaya lokal dengan peranakan Tionghoa di Ruang Tirta Gangga, Hotel Tugu, Kota Malang, Rabu (3/4/2019). Pameran yang digelar Shanghai Noon Boutique untuk memeriahkan HUT Ke -105 Kota Malang ini memajang aneka produk fashion yang dijual Rp 125 ribu hingga Rp 6 juta. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dalam memperingati HUT ke-105 Kota Malang, Hotel Tugu Malang, menyelenggarakan pameran batik dan perhiasan bertemakan The Beauty of Peranakan Style pada Rabu (3/4).

Acara tersebut berlangsung selama lima hari yakni pada tanggal 3 hingga 7 April 2019.

Richard Wardana, Public Relation Manager Hotel Tugu Malang mengatakan, pameran ini digelar untuk menunjukan keharmonisan akulturasi budaya lokal dengan peranakan Tionghoa.

"Terdapat empat perajin batik dari tiga kota yaitu Pekalongan, Lasem dan Solo akan berpartisipasi dalam pameran ini," ucapnya.

Dijelaskan Richard, sejak tahun 1800, kaum peranakan telah memperkaya teknik dan motif batik Indonesia.

Batik Peranakan Tionghoa dikenal melalui ciri khas warna cerah dan motif feminin yang elegan dengan sentuhan oriental.

Ada tiga seniman batik keturunan Tionghoa yang memamerkan karyanya dalam pameran di Hotel Tugu Malang ini

Di antaranya ialah karya milik Liem Ping Wie, Phoa Tjong Nio, dan Tjoa Siang Swie.

"Daerah Pekalongan, Lasem dan Solo yang menjadi pusat batik yang telah melahirkan banyak seniman batik tulis dengan ragam bentuk corak dan warna seperti Batik Peranakanan ini," ujarnya.

Tak hanya itu, dalam pameran tersebut juga menghadirkan koleksi baran-barang hand made.

Seperti yang dipamerkan oleh Baba Handmade yang menghadirkan koleksi selop dengan dengan rajutan motif bunga-bunga dari bahan manik-manik.

Kata Richard, Yang membuat koleksi ini unik adalah waktu yang cukup lama dalam pembuatannya.

"Mungkin pembuatan sekitar satu bulanan. Karena motifnya ini dikerjakan oleh tangan-tangan mahir para pengrajin dan bahan bordir yang digunakan sangat berkualitas tinggi," ucapnya.

Selain itu, ada juga beberapa designer perhiasan dan merchandise dari Jakarta dan Bali, seperti Rama Sinta dan Nasts Living.

"Di sini ada juga beberapa perhiasan perak yang di padukan dengan batu-batu yang berasal dari benua Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika" tandasnya.

FOTO 360 - Interior Hotel Tugu Malang

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved