Malang Raya

Pemkot Malang akan Terapkan Pendidikan Karakter Mulai Tahun Ajaran Baru 2019

“Kami akan melakukan menghilangkan calistung. Jadi lebih pada mendidik karakter untuk anak kelas 1 dan 2,” terangnya.

Pemkot Malang akan Terapkan Pendidikan Karakter Mulai Tahun Ajaran Baru 2019
Humas
Wali Kota Malang, Sutiaji 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, pendidikan karakter sangat penting untuk menyongsong yang perubahan zaman begitu cepat. Menurut Sutiaji, karakter sangat penting untuk membentengi anak dari perilaku yang tidak semestinya.

Oleh sebab itu, Sutiaji sangat gencar menggalakkan wacana menghapus kegaitan baca tulis dan hitung (calistung).  

“Kami akan melakukan menghilangkan calistung. Jadi lebih pada mendidik karakter untuk anak kelas 1 dan 2,” terangnya.

Bagi Sutiaji, pendidikan untuk membaca, menulis dan menghitung bisa dikejar dalam jangka waktu beberapa bulan. Sementara untuk membentuk karakter, memang diperlukan waktu yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, pendidikan karakter sangat diperlukan.

“Hitung dan membaca, untuk tiga sampai empat bulan selesai. Tapi kalau mendidik karakter tidak cukup di situ. Apa artinya kecerdasan, tapi kecerdasaan spiritual tidak ada?” tanya Sutiaji saat memberikan pidato di acara Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-96 dan Muslimat ke 73 di Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (3/4/2019).

Pemkot Malang rencananya bakal menerapkan kurikulum pendidikan karakter mulai awal tahun ajaran baru 2019/2020 mendatang.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang terus berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dalam pematangan kurikulum pendidikan karakter itu.

"Memang (pendidikan karakter) ini menjadi konsen Pak Wali, Dulu mewacanakan untuk mengambil sampel beberapa sekolah. Tapi, setelah dikoordinasikan dengan kementerian dan juga pada dirjen pendidikan dasar, malah akan dijadikan kurikulum," terang Bung Edi, sapaan akrabnya.

Menurut Edi, banyak generai muda yang krisis identitas diri. Untuk itu, penguatan pendidikan karakter menjadi hal penting yang harus dilakukan pemerintah. Bung Edi optimis bahwa kurikulum khusus itu akan mulai bisa diterapkan secara terbatas dalam waktu dekat.

"Penerimaan siswa baru mendatang ini harusnya sudah bisa dijalankan. Nanti SD mana itu masih akan dikoordinasikan. Karena usia emas anak, pendidikan karakter ini justru yang terpenting. Karena kalau ngajari yang sudah dewasa, sudah gampang lupa," terang politisi Golkar itu.

Hal senada disampaikan Kepala Disdik Kota Malang Zubaidah. Menurutnya, penghapusan calistung itu diberlakukan bagi siswa SD kelas 1 dan 2. Sebagai gantinya, penguatan pendidikan karakter lebih ditingkatkan.

"Calistung sudah tidak ada memang, kelas 1 dan 2 pembelajarannya sudah menggunakan tema," ujar Zubaidah.

Saat ini memang belum diterapkan di seluruh sekolah. Namun ke depan, kata Zubaidah akan lebih ditingkatkan lagi dalam implementasinya. Penguatan pendidikan karakter bagi siswa di Kota Malang salah satunya dengan memasukkan mata pelajaran bahasa daerah atau Jawa ke dalam kurikulum muatan lokal wajib. 

 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved