Rumah Politik Jatim

Bawaslu Kabupaten Kediri Ajak Warga Berperan Awasi Pemilu 2019, Silahkan Beri Info Awal

Dugaan pelanggaran pemilu sumber yang dimiliki Bawaslu berupa temuan dari hasil pengawasan mulai pengawas desa, pengawas kecamatan dan pengawas TPS.

Bawaslu Kabupaten Kediri Ajak Warga Berperan Awasi Pemilu 2019, Silahkan Beri Info Awal
suryamalang.com/Didik Mashudi
Komisioner KPID Jatim menyampaikan sosialisasi pengawasan partisipasif dan pemantauan Pemilu 2019 di Hotel Front One Inn, Kabupaten Kediri. 

SURYAMALNG.COM, KEDIRI - Bawaslu Kabupaten Kediri menggelar sosialisasi pengawasan partisipasif dan pemantauan Pemilu 2019. Sosialisasi diharapkan ada peran aktif dari masyarakat untuk mengawasi pelaksanaan pemilu.

"Sumber daya manusia (SDM) yang ada di Bawaslu sangat kurang. Kami di kecamatan hanya ada 3 orang, satu desa hanya ada satu orang," ungkap Ali Mashudi, Komisioner Bawaslu Kabupaten Kediri, Kamis (4/4/2019).

Diungkapkannya, di Kelurahan Pare memiliki lebih dari 30 TPS hanya ada satu pengawas di kelurahan. Sehingga SDM yang ada di Bawaslu sangat terbatas dengan cakupan pengawasan yang luas.

"Kami berharap meski tidak ada laporan resmi namun ada informasi awal. Selama ada bukti awal kami akan tindaklanjuti," ungkapnya.

Dijelaskan Ali Mashudi, dugaan pelanggaran pemilu sumber yang dimiliki Bawaslu berupa temuan yang diperoleh dari hasil pengawasan mulai pengawas desa, pengawas kecamatan dan pengawas TPS.

Sumber kedua berdasarkan laporan dari masyarakat. Secara normatif yang disebutkan dalam undang-undang yang berhak melaporkan pelanggaran pemilu kepada Bawaslu terdiri pemantau pemilu, masyarakat pemilih dan parpol peserta pemilu yang dapat melaporkan terjadinya pelanggaran pemilu.

"Kalau ada pemilih yang enggan melaporkan ada ruang lainnya yaitu informasi awal kepada jajaran pengawas pemilu. Namun informasi itu harus ada bukti permulaannya," ujarnya.

Bukti yang dapat dipakai dasar seperti laporan awal seperti lewat WA dan foto. Petugas pengawas kemudian harus melakukan investigasi.

"Salah satu contohnya ada caleg DPR RI acara di sekolahan ada timnya yang bagi-bagi kaos dan bahan kampanye," ujarnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut jajaran Bawaslu melakukan rapat pleno dan membuat tim investigasi untuk melakukan klarifikasi kepada para pihak.

Dari hasil klarifikasi Bawaslu kemudian meningkatkan statusnya menjadi temuan. "Kami berharap meski tidak lapor resmi tapi ada info yang masuk," harapnya.

Sosialisasi pengawasan partisipasif dan pemantauan Pemilu 2019 juga diisi penjeladan dari KPID Jatim dan JPPR Jatim.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved