Jendela Dunia

Siasat Licik Pria Mesum Bisa Pacaran dengan 19 Gadis dan Menghamilinya, Padahal Sudah punya 4 Anak

Siasat Licik Pria Mesum Bisa Pacaran dengan 19 Gadis dan Menghamilinya, Padahal Sudah punya Empat Anak

Siasat Licik Pria Mesum Bisa Pacaran dengan 19 Gadis dan Menghamilinya, Padahal Sudah punya 4 Anak
Shanghaiist
Pacaran dengan 19 Cewek, Pria Ini Hamili 6 Gadis & Punya Anak dari 4 Cewek (ILUSTRASI) 

Namun kemudian dia tahu bahwa mobil itu hanyalah modifikasi.

Polisi menerangkan ada 17 perempuan yang memutuskan untuk melaporkan Tan.

Sementara sisanya tidak melapor meskipun mereka mengaku sudah menjadi korban penipuan.

Pacaran dengan 19 Cewek, Pria Ini Hamili 6 Gadis & Punya Anak dari 4 Cewek

Ilustrasi
Ilustrasi (Daily Mail)

Gadis 11 Tahun Hamil Usai Diperkosa Pacar Neneknya

Lucia, gadis berusia 11 tahun hamil setelah diperkosa oleh pacar neneknya.

Bukan hanya soal kasus gadis di bawah umur diperkosa saja, peristiwa ini juga menyisakan persoalan pelik.

Persoalan pelik ini adalah pro dan kontra perihal kelanjutan janin yang ada di dalam kandungannya; apakah dilahirkan atau diaborsi mengingat si gadis masih berusia belia.

Lucia adalah gadis kecil yang berasal dari provinsi Tucuman, Argentina.

Lucia didampingi oleh ibunya saat mengajukan permintaan aborsi pada pihak berwenang di negaranya.

Pasalnya, di Argentina, aturan penghentian atau teminasi kehamilan diawasi sangat ketat.

“Saya ingin Anda mengeluarkan dari perutku apa yang telah dimasukkan lelaki tua itu," kata Lucia dalam surat pengaduan kepada pihak berwenang di provinsi Tucuman.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (28/2/2019), Lucia mengalami peristiwa yang bakal merusak masa depannya, yakni Lucia diperkosa pacar neneknya hingga hamil.

Saat berita ini ditulis AFP, usia kandungannya mencapai 23 pekan dan dokter mengganggap gadis di bawah umur itu berada dalam bahaya.

Dokter tidak mengambil tindakan aborsi, melainkan melakukan operasi caesar di RS Eva Peron.

“Keinginan anak itu seharusnya diperhitungkan. Ada dua alasan untuk aborsi," kata pengacara keluarga Lucia, Cecilia De Bono.

Undang-undang Argentina memungkinkan untuk penghentian kehamilan dalam kasus-kasus ekstrem, seperti pemerkosaan atau ketika kehidupan ibu dalam bahaya.

"Melalui vagina, itu tidak mungkin. Tubuhnya tidak cukup untuk mengembangkan kehamilan 23 minggu," ujar ginekolog Cecilia Ousset.

“Bahkan jika sudah, dia tidak siap secara psikologis mengingat banyak hal yang dideritanya," ucapnya.

Janin berusia lima bulan itu dikeluarkan dari rahim ibunya dalam keadaan hidup.

Namun, tidak ada peluang baginya untuk selamat.

"Negara bertanggung jawab atas penderitaan Lucia," tulis organisasi feminis, #NiUnaMenos, yang memimpin kampanye legalisasi aborsi.

Pemerintah lokal Tucuman membenarkan tindakan yang dilakukan terhadap Lucia.

Pemerintah mengklaim langkah itu telah menerapkan prosedur yang diperlukan untuk menyelamatkan kedua nyawa.

Laporan dari Buenos Aires Times menyebutkan, bayi yang dilahirkan Lucia melalui operasi caesar berbobot 600 gram.

Bayi tersebut kini berada di inkubator di unit khusus.

Kehamilan Lucia pertama kali diketahui pada dua pekan lalu, dari saat berita ini dilansir media setempat.

Dia dibawa ke pusat medis dengan rasa sakit di perutnya.

Kemudian, dia mengungkapkan telah diperkosa oleh kekasih neneknya.

Saat itu, dokter mengonfirmasi usia kandungannya telah mencapai 16 minggu.

Mira dan Rahmat bercinta di kamar mandi disaksikan anak gadisnya. Rahmat juga memperkosa anak gadisnya di kamar mandi.
Mira dan Rahmat bercinta di kamar mandi disaksikan anak gadisnya. Rahmat juga memperkosa anak gadisnya di kamar mandi. (warta kota)

Ayah Tiri Perkosa Anak Gadisnya di Kamar Mandi

Seorang ibu di Jalan Tan Malaka, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan merelakan anak gadisnya yang masih berusia 15 tahun disetubuhi oleh suami barunya.

Ibu ini bernama Mira berusia 39 tahun, anak gadisnya yang berusia 15 tahun berinisial KN, sedangkan suaminya bernama Rahmat yang berusia 43 tahun.

Mira membiarkan anak kandungnya, KN, disetubuhi oleh Rahmat dan disaksikan di depan mata kepalanya sendiri.

Rahmat merupakan suami baru Mira, artinya Rahmat adalah ayah tiri dari KN.

Tak hanya membiarkan KN disetubuhi Rahmat, bahkan Mira juga ikut-ikutan bercinta selepas Rahmat puas bersama KN.

Hubungan intim antara Mira, Rahmat, dan KN atau ayah tiri perkosa anak gadisnya ini terjadi pada Desember 2018 silam.

Saat itu, KN yang sedang berada di dalam kamar mandi terkejut ketika Rahmat mengetuk pintu sambil memanggilnya.

Ayah tiri perkosa anak gadisnya di kamar mandi, disaksikan oleh istrinya. (IST)
Rahmat meminta KN untuk membuka pintu kamar mandi.

Tetapi, karena takut, KN tak menuruti permintaan ayah tirinya.

Rahmat mendobrak pintu, membuat KN terkejut.

Rahmat seperti orang kesetanan segera mendekap KN yang saat itu tidak berbusana.

Sambil menguasai KN, Rahmat membuka seluruh bajunya.

Aksi pencabulan pun dilakukan oleh Rahmat dalam posisi membelakangi tubuh KN.

KN sempat berteriak, berharap sang ibu datang dan menolongnya.

Tapi apa yang terjadi justru di luar dugaan.

Saat sang ibu datang, bukannya marah atau menolong, sang ibu justru meminta agar KN tidak melawan saat disetubuhi.

Dalam kepedihan mendalam, KN tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Di saat bersamaan, sang ibu melepaskan semua pakaiannya.

Usai menyetubuhi KN, Rahmat kemudian meraih tubuh Mira kemudian mereka bersetubuh di depan KN.

Sambil menahan rasa sakit pada kemaluan, KN hanya bisa diam lemas melihati pemandangan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Sementara, seperti tak menghiraukan apa yang KN rasakan, Rahmat dan Mira larut dalam percintaan di kamar mandi sempit itu.

“Ini perbuatan yang sangat tidak pantas," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Andi Sinjaya saat mengawali cerita dugaan pencabulan anak di bawah umur yang menghadirkan dua tersangka, Rahmat dan Mira, di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

Usai kejadian itu, Mira dan Rahmat mengancam agar KN tak bercerita kepada siapapun.

Mereka menjanjikan KN uang sebesar Rp 200 ribu dan sebuah handphone baru.

Sejak itu KN memilih diam karena bingung harus bercerita kepada siapa.

Namun, rupanya kedua orangtuanya punya rencana lain untuk mengulangi aksi bejatnya.

Di suatu siang di penghujung Desember, saat KN sedang berada di depan rumah bersama adiknya, ia dipanggil ibunya masuk ke dalam rumah.

Ia kemudian dibimbing ke kamar.

Di kamar itu, Rahmat sudah menunggu dalam keadaan tak berbusana.

Bagai singa lapar, Rahmat langsung meraih KN dan melepas semua baju yang dikenakan KN.

Untuk kedua kalinya, KN diperkosa di hadapan sang ibu, atau dengan ungkapan lain: suami istri berhubungan intim di depan anaknya.

"Saat kejadian itu, ibunya diam saja menyaksikan. Usai kejadian kedua ini, korban diberikan uang Rp 200 ribu dan handphone," tutur Kompol Andi.

KN dibayangi rasa takut dan trauma mendalam.

Semenjak itu, ia merasakan hidupnya, terutama masa depannya hancur.

Ia jadi takut ketika berada di rumah.

Saat bertemu dengan Rahmat, ia bagai melihat orang yang paling menakutkan di dunia.

Sama halnya ketika ia melihat sang ibu, ia selalu berpikir kenapa orang yang melahirkannya justru menjadi pihak yang turut menghancurkan hidupnya.

KN berpikir peristiwa menjijikkan itu bakal menjadi kenangan terburuk di dalam kehidupannya.

Makin lama menahan rasa takut, KN semakin menderita.

Ia akhirnya memutuskan mengadukan apa yang menimpanya kepada ayah kandungnya, SI (43).

Semenjak sang ayah bercerai dengan ibunya delapan tahun silam, ia memang ikut sang ibu.

SI murka mendapat aduan dari anaknya.

Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.

Polisi yang mendalami laporan kemudian menangkap Rahmat dan Mira di rumahnya di Jalan Tan Malaka.

"Korban sangat trauma dengan kejadian itu. Kami menggandeng UPT P2TP2A (Unit Pelaksana Tugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan anak) Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pendampingan psikologis kepada korban," terangnya.

Kompol Andi menambahkan, dari pengakuan pelaku, ide untuk mencabuli KN terlontar dari Rahmat.

"Rahmat menyampaikan niatnya ke sang istri. Dan istrinya mendukung bahkan membantu. Nanti kami akan periksa juga psikologis kedua tersangka ini, kenapa sampai begitu bahkan sampai senang berhubungan badan di depan anak kandungnya," tutur Kompol Andi.

Kedua tersangka kini meringkuk di rumah tahanan Mapolrestro Jakarta Selatan untuk menjalani proses hukum.

Mereka diancam Pasal 76d junto 81 Undang-undang RI No35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

Editor: eko darmoko
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved