Kota Batu

Masjid Padang Mahsyar di Kota Batu Tak Hanya untuk Beribadah, Tapi Bisa Jadi Destinasi Melepas Penat

Masjid Padang Mahsyar di Kota Batu Tak Hanya untuk Beribadah, Tapi Bisa Jadi Destinasi Melepas Penat

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Anak-anak bersantai dan berdiskusi di Masjid Padang Mahsyar di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Rini Agustina menyempatkan waktu liburannya untuk mampir ke sebuah masjid di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu beberapa waktu lalu.

Wisatawan asal Mojokerto ini setelah menghabiskan liburannya untuk petik mawar, ia menanyakan warga sekitar tentang keberadaan masjid untuk beribadah.

Ia disarankan salat di Masjid Padang Mahsyar. Awalnya ia tidak percaya bangunan yang 100 persen dari kayu jati itu adalah masjid.

Begitu ia masuk ke dalam, masjid itu bisa membuatnya nyaman. Bahkan ia beristirahat sejenak di masjid itu.

"Bangunan ini awalnya saya kira rumah warga. Dari luar tidak tampak seperti masjid. Begitu masuk, cukup membuat kami sekeluarga nyaman," ungkapnya.

Menurut dia masjid ini cocok ada di dekat wisata petik mawar. Didukung udara yang sejuk dan dekat dengan tempat wisata.

Saking sukanya ia dengan ornamen khas masjid ini, ia menyempatkan ibadah di sana ketika berkunjung ke Kota Batu.

Masjid ini dibangun empat tahun lalu oleh Nurbani Yusuf. Warga Kota Batu ini dibantu warga sekitar untuk mewujudkan masjid unik ini.

Bahannya 100 persen dari kayu jati yang diambil dari Kota Madiun. Masjid itu menggunakan 122 bibit kayu jati warna coklat tua.

Nurbani mengatakan masjid seluas 650 meter persegi itu dibangun dengan konsep masjid ramah anak. Tidak hanya ramah anak, masjid ini juga dijadikan tempat untuk bersantai.

"Zaman nabi kan semua aktivitas dilakukan di masjid. Berdiskusi, berkumpul," kata Nurbani.

Salah satu Pimpinan PD Muhammadiyah Kota Batu ini sangat menyesalkan banyak masjid yang ditutup, dibuka kalau hanya salat.

Oleh karena itu ia ingin masjid ini terbuka bagi semua masyarakat. Bahkan bisa dijadikan tempat belajar serta bermain.

"Itu masih belum selesai, nanti bakal ditambahin sama dapur, ruang literasi dilengkapi buku-buku. Bisa juga nanti cangkruk di sini," ungkapnya.

Kegiatan di masjid ini juga sama seperti kegiatan di masjid pada umumnya. Bahkan di halaman masjid ini ada sarana permainan untuk anak-anak.

Masjid tidak ada kubahnya ini dibuka 24 jam. Bagian dalam masjid, lengkap dengan podium tempat imam berdakwah. Serta ada jam digital untuk menunjukkan waktu salat.

"Harapan saya, masyarakat ini bisa memanfaatkan masjid untuk saling bertemu, menjalin silaturahmi. Selama itu dalam batas kewajaran," ungkapnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved