Kabar Mojokerto

Tubuh Pekerja Perawatan Jembatan Di Mojokerto Yang Jatuh Ke Sungai Branta Belum Ditemukan

Tim Basarnas bersama BPBD, serta relawan Mojokerto, dan BPBD Tuban masih berupaya melakukan pencarian tubuh Islafudin yang jatuh ke sungai Brantas.

Tubuh Pekerja Perawatan Jembatan Di Mojokerto Yang Jatuh Ke Sungai Branta Belum Ditemukan
suryamalang.com/Danendra Kusuma
Tim SAR Mojokerto melakukan penyisiran di sungai Brantas mencari tubuh korban pekerja jembatan yang jatuh tenggelam. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Tim Basarnas bersama BPBD, beserta potensi relawan Mojokerto, BPBD Tuban masih berupaya melakukan pencarian Ahmad Islafudin (21) warga Dusun Krajan, Desa Jetak, Montang, Kabupaten Tuban. Islafudin hanyut di Sungai Brantas.

Operation Search Comander SAR Surabaya, Johan Suptadi mengatakan, tim melakukan pencarian di sungai dan darat. Tim LCR basarnas melakukan pencarian ke arah sisi Kiri dari Jembatan Desa Tanjang sampai jembatan arteri Porong dan tim LCR BPBD Tuban, Melakukan pencarian ke arah timur di sisi kanan Jembatan Desa Tanjang sampai jembatan arteri Porong.

"Tim tiga dari BPBD Mojokerto melakukan penyisiran dari jembatan Desa Tanjang ke arah barat menuju tempat kejadian musibah," katanya, Kamis (11/4).

Dia melanjutkan, tim darat terdiri dari potensi relawan Mojokerto dan Sidoarjo. Tim darat dibentuk untuk mempercepat pencarian.

"Mereka melakukan penyisiran di lokasi lokasi yang di curigai, dari mulai jembatan lokasi awal korban jatuh, DAM di Desa Tanjang Anom Bulang, Jembatan arteri, hingga muara Sungai Brantas," lanjutnya.

Dia mengungkapkan, tim menemui kendala saat melakukan proses pencarian. Kendala utamanya yakni aliran Sungai Brantas begitu deras, sehingga jasad korban sulit untuk di prediksi keberadaannya.

"Derasnya arus sangat berpengaruh pada posisi jenazah. Posisi jenazah di dasar sungai atau mengambang antara permukaan, kami belum bisa memprediksi. Jika jenazah pada posisi mengambang maka jenasah bisa jadi sudah jauh, karena derasnya arus Sungai Brantas," pungkasnya.

Peristiwa nahas ini terjadi Selasa (9/4) sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu Islafudin hendak beristirahat setelah bekerja sedari pagi.

Korban naik ke atas jembatan untuk beristirahat. Namun, nahas saat naik, dia terpeleset lantas jatuh ke jaring pengaman. Tetapi tali jaring pengaman terlepas, korban kemudian tercebur ke sungai. Islafudin pun berteriak meminta tolong.

Harianto (27) rekan kerja Islafudin sempat berupaya menyelamatkannya. Namun, karena arus Sungai Brantas deras, Harianto tak mampu meraih tangan Islafudin. Harianto sempat terbawa arus, tapi dirinya berhasil menepi. (nen)


 

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved