Kamis, 23 April 2026

Kabar Pamekasan

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Pamekasan, Terparah Selama 50 Tahun

#PAMEKASAN BANJIR - Desa Kodik dan Desa Samiran, Kecamatan Proppo. Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan. Kelurahan Barurambat Timur, Desa Lemper

Penulis: Muchsin | Editor: yuli
muchsin
PAMEKASAN BANJIR - Petugas gabungan sedang mengevakuasi wanita lanjut usia, menggunakan perahu karet di Jl KH Sinhaji, Pamekasan, Pulau Madura. 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Hujan seharian di wilayah Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Pulau Madura, menyebabkan ribuan rumah warga sejumlah desa dan kelurahan di empat kecamatan di Pamekasan, terendam banjir antara 0,5- 1 meter, Sabtu (13/4/2019) malam.

Di antara kawasan yang terdampak banjir itu, yakni di Desa Kodik dan Desa Samiran, Kecamatan Proppo. Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan. Kelurahan Barurambat Timur, Desa Lemper dan Desa Majungan, Kecamatan Pademawu. Kemudian kawasan Kelurahan Jungcangcang, Parteker, Patemon dan Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Kota, Pamekasan.

 Melihat dari tingginya air dan luasnya banjir yang melanda kota Pamekasan yang diakibatkan luapan sungai, merupakan banjir terparah selama 50 tahun belakangan ini. Sebab selama ini, jika terjadi banjir ketinggian air mencapai lutut, atau antara 40 – 50 cm. Namun kali ini di kawasan itu, tinggi air di atas 1 meter.

 Kondisi banjir terparah menimpa ratusan rumah di RT : 001, 002 dan 003, RW: 01, Kelurahan Jungcangcang. Seperti di kawasan Jl KH Sinhaji, ketinggian air di lokasi ini di atas perut orang dewasa. Akibatnya warga menindahkan seluruh barang perabot rumah tangganya ke tempat yang lebih tinggi.

Bahkan sebagian dari mereka memanggul peralatan elektronik, berupa TV, lemari es, sound sistem untuk dibawa ke luar dititipkan ke rumah familinya yang tidak terdampak banjir. Sementara untuk tempat tidur, kursi busa atau kursi sofa, dibiarkan terendam banjir bercampur lumpur.

Begitu parahnya banjir di lokasi ini, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, mengevakuasi beberapa warga lanjut usia, ibu menyusui dan ibu hamil, ke kantor wakil bupati (Wabup) di Jl Jokotole Pamekasan. Sedang warga yang sedang sakit, dievakuasi menggunakan mobil ambulan dibawa ke RSUD Slamet Martodirjo, untuk mendapatkan penanganan medis.

Wabup Pamekasan, Raja’ie, turun ke lokasi, tanpa menghiraukan separuh tubuhnya terendam air, memimpin penanggulanan banjir. Kadis PU Penataan Ruang, Totok Suhartono, Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Amin Jabir, Kepala BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus juga berada di lokasi.

Sementara Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, sekitar pukul 01.30, meninjau lokasi banjir dengan jalan kaki menerobos genangan air. Saat itu bupati berbincang dengan warga dan petugas di lapangan.

Banjir ini juga melumpuhkan sejumlah akses jalan raya. Sehingga aparat kepolisian terpaksa menutup arus lalu lintas di Jl Segara, Jl Cokoratmojo dan Jl Abd Azis. Sebab di kawasan jalan itu, air melubur ke jalan setinggi lutut. Beberapa pengendara sepeda motor yang nekat nerobos, mesinnya mati.

Hairul Mufid (27), warga Jl Segara, yang rumahnya terendam banjir sebatas perut, mengatakan, malam  itu di rumahnya sedang berlangsung pengajian bersama mengundang banyak warga sekitar. Namun menjelang berakhirnya pengajian, sekitar pukul 19.00 air sudah masuk halaman rumahnya dengan cepat.

Begitu pengajian usai, air sudah masuk rumah. Sehingga ia dan keluarganya mengemasi perabot rumah tangganya. Hanya saja, untuk tempat tidur, berupa kasur dan kursi busa, tidak bisa ia selamatkan. “Sejak saya lahir, baru kali ini rumah saya kebanjiran,” kata Hairul Mufid.

Sedang Suharto, anggota DPRD Pamekasan Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB), terpaksa mengungsikan seluruh keluarganya. Sebab rumahnya di Jl Segara terendam bajir. Sejumlah peralatan elektronik, diangkut ke luar diselamatkan dari air.

“Tadi sore saya dihubungi keluarga yang tinggal di Palengaan. Saat itu kondisi desanya seperti lautan, lantara diterpa hujan. Saya diminta siaga dan antisipasi, karena airnya mengalir lewat sungai melintas kota Pamekasan,” kata Suharto.

Selain menenggelamkan rumah warga, banjir juga merendam kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan. Juga lembaga pendidikan, yakni SDN Jungcangcang 3 Jl Segara. Lalu, SMPN 1, Pamekasan, di Jl Abd Azis. Seluruh bangku dan kursi, di I hingga kelas III terendam air. Tembok pagar belakang di sekolah itu sepanjang 6 meter roboh diterjang banjir.

Esok harinya, Minggu (14/4/2019), siswa dan siswi kelas I dan II SMP 1, melakukan bersih-bersih bersama guru pengajarnya. Sebab seluruh bangku dan lantai kelas basa belepotan lumpur. “Sejak Senin (8/4/2019) hingga Selasa (16/4/2019) mendatang, seluruh ruangan ini digunakan ujian sekolah berbasis nasional kelas III. Mau tidak mau, seluruh ruangan kelas ini harus dibersihkan, agar tetap biasa dipakai ujian,” kata Amir Mahmud, salah seorang guru.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved