Breaking News:

Pemilu 2019

Anggota Linmas Meninggal Dunia Saat Mengantar Kotak Suara Dari TPS Di Mojokerto

Seorang Linmas penjaga TPS, Isman (55) warga Pekuncen gang 3, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon meninggal dunia saat antar Kotak Suara.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Danendra Kusuma
Salah seorang kerabat menunjukkan kartu identitas anggota Linmas, Isman yang meninggal dunia saat bertugas jaga salah satu TPS di Mojokerto, Kamis (18/4). 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Seorang penjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau Linmas (Perlindungan Masyarakat), Isman (55) warga Pekuncen gang 3, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon meninggal mendadak. Isman meninggal di atas mobil pick up saat mengantar kotak suara ke Kelurahan Surodinawan.

Sopir pick up yang juga saksi mata, bernama Muhammad Junaedi (18) mengatakan, saat berjaga, Isman nampak sehat. Setelah perhitungan selesai, Isman ikut mengantar kotak suara ke Kelurahan Surodinawan.

"Di tengah perjalanan, pak Isman sempat muntah-muntah. Sesampainya di kelurahan saya melihat pak Isman sudah tergeletak di atas bak Pickup. Saya bangunkan, tidak bangun-bangun," katanya kepada Suryamalang.com, Kamis (18/4).

Junaedi mengatakan, warga sempat membawa Isman ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo. Namun, nyawa Isman tak dapat tertolong.

"Kami sempat membawa ke rumah sakit. Tetapi nyawanya tak tertolong. Pak Isman meninggal sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (17/4).," lanjutnya.

Suja'iyah (45) adik ipar Isman mengatakan, sejak tiga bulan terakhir Isman sakit lambung. Beberapa kali Isman menjalani perawatan di Rumah Sakit.

"Sebelumnya Isman kondisinya tidak sehat. Ismat sakit lambung. Asam lambungnya naik hingga badannya bengkak dan sesak napas. Saat dirawat di rumah sakit, Isman tak mau menginap. Isman ingin dirawat jalan saja," ujarnya.

Suja'iyah menjelaskan, para keluarga telah melarang Isman untuk menjaga TPS 3 di daerah Surodinawan. Namun, Isman tetap ngotot ingin menjaga TPS.

"Melihat kondisi Isman, keluarga sudah melarangnya menjaga TPS. Tapi dia tetap berangkat sejak Selasa (16/4) selepas Maghrib untuk menjaga TPS," jelasnya dengan mata berkaca-kaca.

Tak hanya keluarga, para tetangga juga melarang Isman untuk menjaga TPS. Namun, lagi-lagi Isman tetap yakin bila kondisinya baik-baik saja.

"Teman-teman akhirnya bilang, saat menjaga santai saja kerjanya. Namun, Isman tetap kerja total. Rabu (17/4) selepas sholat Maghrib, Isman kembali ke rumah untuk mengambil obat herbalnya. Dia sempat berkata ke keluarga, bila nanti pulang malam hari," ucapnya.

Suja'iyah mengungkapkan, Isman dikenal ramah dan mudah bergaul. Selain itu, Isman juga dikenal bertanggung jawab.

"Isman orangnya semangat saat bekerja. Makanya saat disuruh kerja santai sama teman-teman, dia tetap bekerja totalitas. Para tetangga juga suka menghibur Isman saat sakit," pungkasnya. 

Para keluarga, kerabat, dan tetangga Isman terlihat berdatangan ke rumah duka. Selain itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono juha turut berbela sungkawa atas meninggalnya Isman dengan mendatangi rumah duka.

Saat hendak diberangkatkan, kekuarga sempat menitihkan air mata. Seakan tak percaya Isman telah tiada. Isman dimakankan di pemakaman umum Lingkungan Pekuncen sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (18/4).

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved