Malang Raya

Kondisi Terkini Pasar Lawang Malang, Warga Dan Pedagang Mengais Sisa-Sisa Dagangan

Pantauan terkini, kios-kios terdampak kebakaran tanoak hangus tak tersisa dilalap si jago merah, Kamis (18/4/2019).

Kondisi Terkini Pasar Lawang Malang, Warga Dan Pedagang Mengais Sisa-Sisa Dagangan
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Pedagang dan warga mencoba mengais sisa barang masih utuh di tengah pasar Lawang Malang yang mengalami kebakaran. 

SURYAMALANG.COM, LAWANG - Asap masih mengepul di dalam area Pasar Lawang pasca terjadi kebakaran sejak tadi malam. Pantauan terkini, kios-kios terdampak kebakaran tanoak hangus tak tersisa dilalap si jago merah, Kamis (18/4/2019).

Area pasar bagian selatan itu dulunya sebagai tempat penjual baju, sepatu, barang pecah belah, dan sembako. Kini, barang dagangan para pedagang hangus menjadi arang.

Di area yang terbakar beberapa jalan menuju kios terpantau tak dipasang police line. Hanya beberapa sisi saja yang dipasang garis polisi. Hal tersebut membuat warga yang turut penasaran kondisi kebakaran bebas memasuki area kebakaran. Padahal asap terpantau masih ada yang mengepul.

Beberapa warga terlihat mengais sisa kebakaran. Ada yang mengambil sepatu, sandal dan berbagai barang yang masih bisa digunakan.

"Ya kan sudah gosong mas ini. Pemiliknya mungkin sudah anggap ini gak laku," ucap salah satu ibu-ibu yang membawa sepasang sandal dan sepatu di dalam sebuah karung, sembari tetap mengais barang.

Sejumlah warga mengaku sudah bergerilya mengais barang sedari pagi. Minimnya garis polisi membuat mereka leluasa mengais barang.

Di sisi lain, kisah tragis menimpa Warti (41) warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Lawang. Emak-emak pemilik toko sembako itu hanya bisa meratapi dagangannya yang tak tersisa habis. "Hanya tinggal timbangan ini saja mas yang tersisa," ungkap Warti bersedih.

Kejadian kebakaran ini dianggapnya sebagai insiden terburuk dalam perjalanan berdagang Warti. Wanita yang sudah berjualan di Pasar Lawang selama 30 tahun itu kini hanya bisa pasrah sambil meratapi kerugian yang tak sedikit.

"Ini kan mau lebaran saya sudah kulakan banyak. Buat stok bulan puasa. Tapi sekarang sudah hangus hanya timbangan saja. Rugi lebih dari 60 juta," ucapnya meratapi nasib.

Senasib dengan Warti, pedagang lain bernama Munir  (46)  terpaksa harus menghadapi kenyataan usahanya akan bangkrut. Pria yang berjualan pakaian itu mengaku rugi ratusan juta rupiah. "Ngelu mas (pusing) ada ini ratusan juta mas," ungkapnya sembari dengan tatapan kosong.

Pria yang merupakan warga Desa Sumberporong Kecamatan Lawang berusaha legowo dagangannya hangus menjadi arang. "Waktu itu katanya konsleting listrik. Saya gak di toko dikabari tiba-tiba sudah ada kebakaran," ungkapnya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved