Pilpres 2019

HASIL REAL COUNT PILPRES 2019 Data Masuk 60,99 Persen: Prabowo Gagal Kejar Jokowi, Selisih 12 Persen

HASIL REAL COUNT PILPRES 2019 Data Masuk 60,99 Persen: Prabowo Gagal Kejar Jokowi, Selisih Lebih dari 12 Persen

Editor: eko darmoko
kolase SURYAMALANG.COM
TERKINI dan TERPERCAYA update hasil real count KPU Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo 

SURYAMALANG.COM - Jokowi-Maruf Amin pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 sementara mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pasangan nomor urut 02 dalam hasil real count dalam Sistem Penghitungan Suara (Situng) KPU Pilpres 2019.

Menurut data yang ditampilkan dalam pemilu2019. kpu.go.id itu, hingga Kamis (2/5/2019) pukul 05.30 WIB, suara yang masuk berasal dari 496.103 TPS dari total 813.350 TPS.

Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 56,07 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 43,93 persen.

Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai 12,14 persen.

Data real count KPU ini mengacu pada angka sementara Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Jika dipresentasekan, jumlah ini mencapai 60,99 persen.

Sementara ini, Jokowi-Ma'ruf unggul di sejumlah provinsi, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, hingga Papua.

Sedangkan Prabowo-Sandi sementara ini unggul di Sumatra Barat, Jambi, Aceh, Jawa Barat, Banten, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Video Viral Pria Gendong Jenazah Anaknya Karena Tak Dibantu Rumah Sakit, Pihak RS Ungkap Fakta Lain

Prabowo Resmi Jadi Presiden dalam Peringatan Hari Buruh atau May Day 2019 di Tennis Indoor Senayan

Mengacu Hasil Quick Count, Prabowo Subianto Diminta Rasional dan Mencontoh Sikap Hillary Clinton

Ketua KPU Arief Budiman menegaskan, Situng dari real count KPU tidak digunakan untuk menetapkan hasil resmi pemilu.

Hasil pemilu yang akan ditetapkan berasal dari rekapitulasi berjenjang, dari tingkat kecamatan, berlanjut ke kabupaten, kemudian provinsi, hingga terakhir di tingkat nasional.

Situng, kata Arief, berfungsi sebagai transparansi KPU terhadap publik.

"(Situng) ini menjadi alat bantu memberikan informasi dengan cepat. Bagian dari penyediaan informasi yang terbuka, transparan kepada publik. Toh nanti yang (rekapitulasi) manual itu yang dijadikan dasar (penetapan)," kata Arief di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Arief mengatakan, dalam proses input data dari scan formulir C1 ke Situng bisa saja terjadi kesalahan.

Namun demikian, kesalahan tersebut masih bisa diperbaiki.

Siapapun yang menemukan ketidakcocokan antara entry data Situng dengan scan formulir C1, bisa melapor ke KPU untuk kemudian dikoreksi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Real Count KPU Data 60,99 Persen: Jokowi-Ma'ruf 56,07 Persen, Prabowo-Sandiaga 43,93 Persen

4 mantan presiden Amerika Serikat berfoto bersama saat menghadiri acara penghormatan terakhir Mantan Ibu Negara AS Barbara Bush. Michelle Obama, Hillary Clinton, Laura Bush, dan Ibu Negara AS saat ini Melania Trump juga terlihat dalam foto tersebut.
4 mantan presiden Amerika Serikat berfoto bersama saat menghadiri acara penghormatan terakhir Mantan Ibu Negara AS Barbara Bush. Michelle Obama, Hillary Clinton, Laura Bush, dan Ibu Negara AS saat ini Melania Trump juga terlihat dalam foto tersebut. (Twitter/David Priess)

Prabowo Subianto Diminta Mencontoh Sikap Hillary Clinton

Prabowo Subianto calon presiden nomor urut 02 yang sering mengklaim kemenangan dalam Pilpres 2019, membuat TKN Jokowi-Maruf Amin melontarkan pernyataan.

Prabowo Subianto beberapa kali mengklaim bahwa suaranya menang atas calon presiden nomor urut 01 dalam Pilpres 2019 ini.

Bahkan Prabowo Subianto melakukan sujud syukur dan deklarasi kemenangan, padahal hasil resmi dari KPU belum keluar.

Sejauh ini, perolehan suara Pilpres 2019 masih diketahui dari hasil quick count dan hasil real count KPU sementara.

Direktur Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Usman Kansong meminta calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bersikap seperti tokoh dunia dalam menghadapi hasil quick count.

Dia memberi contoh sikap pada Hillary Clinton, John McCain, hingga Mitt Romney pada Pemilihan Presiden di Amerika Serikat.

"Kalau kita lihat ke belahan dunia lain, pada tahun 2008 misalnya John McCain itu langsung memberi ucapan selamat kepada Barack Obama setelah hasil hitung cepat mencapai 80 persen," ujar Usman di Posko Cemara, Jalan Cemara, Selasa (30/4/2019).

Pada Pilpres 2012 di Amerika, rival Obama saat itu yaitu Mitt Romney juga langsung mengucapkan selamat setelah mengetahui hasil quick count.

Hal yang sama terulang lagi ketika pertarungan antara Hillary Clinton dan Donald Trump dalam pemilu.

"Bahkan ada cerita begitu quick count sudah mencapai angka stabil, Hillary menghubungi Obama menyampaikan begini 'saya besok akan menyampaikan pidato kekalahan saya' kira kira begitu," ujar Usman.

"Lalu Obama bilang 'tidak perlu besok, sekarang Anda menyatakan itu'. Akhirnya menyatakan kekalahan dengan mengucapkan selamat kepada Trump," tambah dia.

Menurut Usman, Prabowo sebenarnya orang yang rasional.

TKN Jokowi-Maruf Amin juga yakin bahwa Prabowo mengetahui bahwa quick count merupakan metode ilmiah yang akurat.

TKN Jokowi-Maruf Amin berharap orang-orang di sekitar Prabowo tidak memanasi capres tersebut.

"Jangan memanasi. Coba kita lihat sejarah quick count bagaimana pemimpin dunia mengucapkan selamat kepada rivalnya hanya berdasarkan quick count," kata dia.

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto tiba di kediaman Kertanegara untuk mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 di Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). Prabowo kembali mendekalarasikan kemenangannya versi real count internal BPN sebesar 62 persen.
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto tiba di kediaman Kertanegara untuk mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 di Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). Prabowo kembali mendekalarasikan kemenangannya versi real count internal BPN sebesar 62 persen. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Prabowo 'Resmi Jadi Presiden' dalam Peringatan Hari Buruh

Prabowo Subianto 'resmi jadi presiden' di Hari Buruh Internasional atau May Day 2019.

Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02 yang berpasangan dengan Sandiaga Uno, dipanggil 'presiden' dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Rabu (1/5/2019).

Peristiwa Prabowo Subianto dipanggil dengan sebutan 'presiden' ini terjadi di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat.

Prabowo Subianto hadir sekitar pukul 12.07 WIB, sebagaimana yang dilaporkan Kompas.com.

Prabowo dijadwalkan memberikan sambutan di acara tersebut.

Kedatangan Prabowo langsung disambut riuh para buruh.

"Presiden Prabowo, presiden Prabowo," teriak para buruh ketika Prabowo Subianto datang.

Dalam acara ini juga hadir Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, serta lebih dari 40 ribu buruh.

Said menuturkan, peringatan May Day 2019 berfokus pada tema "Kesejahteraan Buruh dan Demokrasi yang Jujur dan Damai".

"Isu yang disuarakan utama adalah kesejahteraan buruh dan demokrasi jujur dan damai," kata Said.

Isu demokrasi menjadi fokus peringatan Hari Buruh, sebab, lanjut dia, kaum buruh memiliki kepentingan memastikan Pemilu 2019 berjalan jujur.

Para kaum buruh, kata Said, juga ingin memastikan agar tidak ada kecurangan yang terjadi pada pasangan calon maupun caleg dari kaum buruh.

"Bagi kami kaum buruh, KSPI mewakili kaum buruh mempunyai kepentingan, memastikan demokrasi harus jujur, pilpres dan pileg sampai nanti diumumkan resmi oleh KPU pada 22 Mei harus berlangsung jujur," ujarnya.

Selain Prabowo, Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon juga terlihat menghadiri acara tersebut.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved