Selasa, 14 April 2026

Kabar Surabaya

Hebat! 2 Cewek Bersaudara Tendang Penjambret sampai Tersungkur di Surabaya

#SURABAYA - Aksi heroik dua cewek bersaudara mengejar jambret patut diacungi jempol. Mereka berani mengejar dan menendang sampai tersungkur.

Editor: yuli
ist
WANITA PEMBERANI - Inilah Ustazah Gita Nadia (19) dan kakaknya Siti Asfiyah (21) yang berani mengejar dan menendang penjambret di Jalan Raya Kedung Cowek, Surabaya, Senin (29/4/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Aksi heroik dua cewek nbersaudarfa mengejar jambret usai menggasak ponsel mereka, patut diacungi jempol.

Meskipun kedunya adalah kaum hawa yang terbilang belia, mereka tak lantas berpangku tangan ataupun menangis, sesaat setelah sadar menjadi korban penjambretan.

Kejadian itu bermula Senin (29/4/2019) lalu, saat Ustazah Gita Nadia (19) bersama kakaknya Siti Asfiyah (21) menaiki motor melintas di Jalan Raya Kedung Cowek, Surabaya.

Nadia yang sedang dibonceng, sedang memainkan ponselnya merk Xiaomi Note 3 Gold.

Tak lama kemudian, datanglah Aris Juddin Arisi (20) yang dibonceng oleh Miftahul Hoir (30), dari arah belakang membuntuti kedua kakak beradik asal Kapas Madya, Tambaksari, Surabaya.

Melihat korban tampak lengah, Aris langsung menggasak ponsel yang tengah digenggam Nadia, dari atas motor.

Sesaat sadar jadi korban penjambretam, keduanya justru menggeber motor kencang-kencang agar bisa menyusul dua pelaku yang kabur.

Usaha mereka tak sia-sia, saat pengejaran berkecepatan tinggi tak terlekakkan lagi, hingga laju motor pelaku berhasil dibuntuti.

Sebuah tendangan yang dilesatkan oleh Nadia melalui kaki kanannya langsung mengenai tubuh Aris Juddin Arisi yang dibonceng oleh Miftahul Hoir.

Tendangan itu sontak membuat keduanya hilang keseimbangan, lalu jatuh tersungkur dan tertindih motor Honda Beat bernopol L-5414-PZ yang mereka sedang tunggangi.

Tak cuma kedua pelaku yang jatuh dari atas motornya.

Penjambret Mahasiswi Terjebak Kemacetan di Jombang, Begini Akibatnya

Gadis 17 Tahun Gagalkan Penjambretan di Bangkalan

Atas aksi perlawanannya itu, kedua korban penjambretan Siti dan Nadia juga turut terjatuh, dan justru mendera luka yang terbilang lebih parah ketimbang para pelaku.

Nadia mengalami luka pada kedua lututnya, dan bagian pergelangan kaki kananya. Hal itu tampak dari beberapa bagian tubuhnya yang terbungkus perban.

Sedangkan kakaknya, Siti, mengalami luka pada bagian siku tangan dan lutut kaki kirinya.

Kepada para awakmedia, Nadia mengaku tak ada bisikan apa-apa, sehingga membuatnya langsung meminta kakaknya melakukan pengejaran sesaat ponselnya raib.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved