Kabar Trenggalek

Bunda PAUD Trenggalek Mendongeng Di Depan Ratusan Siswa

Bunda PAUD Trenggalek membacakan cerita lewat pengeras suara sekitar 15 menit. Para siswa pun mendengarkan cerita tersebut sampai rampung.

Bunda PAUD Trenggalek Mendongeng Di Depan Ratusan Siswa
suryamalang.com/Aflahul Abidin
Bunda Pendidikan PAUD Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad, membacakan buku dongeng bergambar di Gebyar PAUD 2019, Jumat (3/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad, membacakan buku cerita bergambar di depan ratusan siswa PAUD dan Taman Kanak-kanak (TK) di Alun-alun Trenggalek, Jumat (3/5/2019).

Momen itu rangkaian dari Gebyar PAUD 2019. Novita membacakan buku dongeng bergambar " Si Pusi dan Kumal". Awalnya, ia berdiri di atas podium sebelum memulai membaca dongeng. Ia lalu berjalan mendekat di depan anak-anak PAUD dan TK yang duduk rapi di tengah alun-alun.

"Adik-adik bisa lihat, ya, gambar di buku ini," kata istri Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin itu, kepada para siswa. Ia menunjukkan buku bergambar yang akan dibaca ke arah mereka.

Novita membacakan cerita lewat pengeras suara sekitar 15 menit. Para siswa pun mendengarkan cerita tersebut sampai rampung.

Menurut Novita, penanaman pendidikan karakter untuk anak PAUD dan TK merupakan keharusan. Apalagi, usia 0 sampai 5 tahun adalah usia emas.

Pembacaan buku dongeng bergambar yang memiliki nilai-nilai baik merupakan salah satu media dalam menanamkan pendidikan karakter pada anak-anak. "Karena di usia emas, otak anak menyerap dengan baik," kata Novita.

Anak PAUD dan TK di Trenggalek, kata dia, harus sudah tidak lagi diajari baca-tulis. Pemahaman salah soal pendidikan di pendidikan tingkat itu harus dihilangkan.

Pendidikan karakter di usia emas penting untuk menentukan kualitas anak ketika mulai sekolah di tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.

"Yang lebih penting dibangun ahlaknya, dibangun emosionalnya, dibangun ikatan antara guru, orangtua, dan tenaga pendidikan di tempat mereka belajar," tuturnya.

Novita mencontohkan, saat ini banyak orang yang secara akademis bagus, tapi kurang memiliki karakter yang selaras. Karakter-karakter yang ia maksud, antara lain, kekuatan mental, semangat pantang menyerah, dan kejujuran. "Ini yang harus diantisipasi supaya anak-anak tidak demikian," imbuhnya.

Kepada bunda-bunda PAUD di tingkat kecamatan, ia meminta agar ada sumbangsih yang lebih terhadap kepedulian anak usia emas. Ia juga meminta agar instruksi itu diteruskan ke Bunda-bunda PAUD tingkat bawahnya.

Dalam kegiatan itu, lebih dari seribu siswa PAUD dan TK menari bersama. Mereka mambawakan dua jenis tarian, yakni Tari Pesona Trenggalek Gemilang dan Tari Ujung Alit.

Para siswa PAUD berbusana kuning terlebih dulu membawakan tarian Pesona Gemilang dihadapan para pengunjung alun-alun.

Dengan gerakan lincah khas anak usianya, mereka tampak bersemangat membawakan salah satu tarian khas Kabupaten Trenggalek itu.

Sementara para siswa TK yang membawakan Tari Ujung Alit tampak lebih tertata. Mereka dipandu oleh beberapa penari lain berusia dewasa. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved