Kabar Kalimantan Barat

Kronologi Gadis 14 Tahun Diculik Selama 4 Hari dan Direnggut Mahkotanya, Oknum PNS Terancam Dipecat

Kronologi Gadis 14 Tahun Diculik Selama 4 Hari dan Direnggut Mahkotanya, Oknum PNS Terancam Dipecat

SURYAMALANG.COM – Oknum PNS di Pemprov Kalimantan Barat berinisial HW terancam dipecat sebagai Aparatur Negeri Sipil (ASN) karena diduga melakukan penculikan dan pemerkosaan terhadap gadis berusia 14 tahun.

Oknum PNS berusia 53 tahun itu dilaporkan menyekap gadis tersebut selama hari.

Dalam penyekapan inilah diduga HW memaksa gadis tersebut untuk melakukan hubungan intim dan merenggut mahkotanya yang paling berharga.

Atas dugaan persetubuhan dengan anak di bawah umur, HW kini sedang menjalani proses hukum di kepolisian setempat.

Rayuan Penjual Bakpao di Malang Bikin Siswi SMP Jatuh Cinta, Mahkotanya Direnggut saat Nginep 4 Hari

Biodata Erin Heatherton, Model Cantik dan Mantan Leonardo DiCaprio yang Jatuh Miskin Karena Utang

Curhat Istri yang Dipaksa Suaminya Melayani Hasrat Pria Lain, Polisi Bongkar Praktik Tukar Pasangan

Menanggapi hal ini, penjabat Sekda Kalbar, Syarif Kamaruzzaman mengatakan, jika memang pelaku terbukti melakukan perbuatannya, maka akan diberi sanksi, paling berat hingga pemecatan.

“Sanksi yang akan diberikan itu mulai dari yang paling ringan berupa teguran lisan hingga saksi yang paling berat berupa pemecatan,” kata Kamaruzzaman, Kamis (2/5/2019).

Namun, Pemprov Kalbar hingga saat ini masih menunggu proses hukum yang tengah dilakukan kepolisian.

“Seperti apa hasilnya kita tunggu saja. Karena dugaan bahwa terlapor merupakan ASN Pemprov Kalbar, kita serahkan aparat penegak hukum untuk melakukan proses,” ujar dia.

ILUSTRASI
ILUSTRASI (shutterstock)

Dia menegaskan, pihaknya juga akan mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

“Karena tindakan itu tidak sesuai dengan etika dan moral sebagai seorang ASN,” ujarnya.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved