Malang Raya

Pemkot Malang Bakal Jadikan Bekas Pasar Merjosari Sebagai Taman Bunga

Lahan bekas Pasar Merjosari rencananya akan dibuat taman bunga. Bahkan, Detail Engineering Design (DED) untuk taman bunga sudah dibuat.

suryamalang.com/Benni Indo
Wali Kota Malang, Sutiaji 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Lahan bekas Pasar Merjosari rencananya akan dibuat taman bunga. Bahkan, Detail Engineering Design (DED) untuk taman bunga di bekas lahan Pasar Merjosari itu sudah dibuat.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan sejumlah akademisi dari beberapa perguruan tinggi yang berada di Kota Malang. Dimana nantinya akan ada banyak jenis bunga di taman itu. Bahkan bunga yang biasa tumbuh di luar negeri.

“Jadi DED-nya taman bunga sudah ada. Rencananya nanti taman bunga akan diisi juga dengan bunga dari luar negeri. Sehingga taman bunga nantinya juga sebagai tempat wisata,” kata Sutiaji, Jumat (3/5/2019).

Sutiaji menambahkan, taman bunga nanti akan berbeda dengan taman tematik yang ada di beberapa tempat di Kota Malang. Taman bunga betul-betul memiliki kergagaman bunga di dalamnya. “Taman itu akan khas diisi tanaman bunga. Tidak seperti taman pada umumnya,” ucap Sutiaji.

Saat ini Pemkot Malang juga telah merampungkan kajian di lokasi. Dan kemungkinan taman bunga itu bisa direalisasikan pada 2021.

Sementara itu, Sutiaji juga meminta agar masyarakat Kota Malang turut berkomitmen untuk menjaga keberadaan taman bunga nantinya. Sutiaji tidak ingin keberadaan taman bunga disalahgunakan, apalagi oleh perilaku pergaulan bebas.

“Jadi kami juga meminta komitmen masyarakat sekitar agar turut menjaga supaya tidak disalahgunakan. Jangan sampai ada muda-mudi yang memanfaatkan untuk tempat tidak semestinya,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Pasar Merjosari sudah tidak lagi berfungsi sejak akhir 2017. Terdapat luas lahan sekitar 6 Ha di lahan bekas pasar.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang, Erik Setyo Santoso saat dikonfirmasi mengatakan, rencana itu memang sudah masuk. Namun secara teknis, dan penganggaran berada di Disperkim.

 “Memang sudah masuk terkait rencana itu. Tapi kalau pembangunanya yang menangani di Disperkim. Lebih detailnya kesana,” ujarnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved