Selebrita
Ganteng Tapi Cabul, YouTuber Ini Dipenjara 10 Tahun Karena Paksa Puluhan Gadis Mengirim Video Syur
Ganteng Tapi Cabul, YouTuber Austin Jones Dipenjara 10 Tahun Karena Paksa Puluhan Gadis untuk Kirim Video Syur
SURYAMALANG.COM - YouTuber sekaligus penyanyi terkenal didakwa atas dugaan kasus pornografi yang melibatkan puluhan gadis sebagai korbannya.
YouTuber dan penyanyi ini adalah Austin Jones asal Amerika Serikat, yang kini berusia 26 tahun.
Akibat dugaan kasus ini, Austin Jones dijatuhi hukuman 10 tahun penjara terkait aktivitas pornografi yang melibatkan gadis di bawah umur.
Modusnya, Austin Jones meminta gadis di bawah umur untuk mengiriminya video cabul untuk membuktikan mereka adalah penggemar sejatinya.
• Ungkapan Terjujur Ariel Noah Jadi Ayah Baik Untuk Allea Anata, Ungkap Pengaruh Teman & Siap Menjaga
• Bapak Rasa Kakak, Fadel Islami Kompak Bareng Anak Sulung Muzdalifah
• Ramalan Denny Darko Terbukti, Syahrini Lakukan Ini saat Gala Dinner Pernikahan, Singgung Sosok Hater
Kabar aksi pornografi Austin Jones ini dilansir Kompas.com dari CNN pada Sabtu (4/5/2019).
Austin Jones diketahui kerap menyanyikan lagu-lagu penyanyi terkenal (cover) dan tampil dalam tur nasional.
Sebagian besar penggemar penyanyi asal pinggiran kota Chicago itu adalah gadis remaja.
Dalam persidangannya, Austin Jones mengakui perbuatannya atas enam korban yang telah diidentifikasi.
Sementara, ada 30 gadis lain yang berusaha dibujuknya.
Pengacara Jones meminta agar kliennya dijatuhi hukuman lima tahun, mengingat kondisi pria tersebut ketika masih kecil.
Ketika Jones berusia 6-10 tahun, dia diketahui merupakan korban pelecehan seksual oleh ayahnya.
"Austin adalah korban pelecehan seksual dan emosional ayahnya sejak usia 6 hingga 10 tahun," tulis pengacaranya dalam pengajuan banding di pengadilan.
"Dia masih muda, tak berdaya, dan takut," imbuhnya, seperti dikutip dari AFP.
Tim kuasa hukumnya mengklaim, Jones menderita depresi berat dan masalah kesehatan mental lainnya.
Dia ditangkap pada 2017 atas dua tudingan kasus pornografi anak ketika berada di Bandara Internasional O'Hare.