Kabar Pamekasan

Calon Haji dari Pamekasan Batal Berangkat Gara-gara Kegagalan Sistem BRI Syariah

Calon Jemaah Haji (CJH) Ina binti Halil Jutahir (58), warga Dusun Arsojih, Desa Pagendingan, Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura, gagal ke tanah suci

Calon Haji dari Pamekasan Batal Berangkat Gara-gara Kegagalan Sistem BRI Syariah
fb
BRI Syariah 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN - Calon Jemaah Haji (CJH) Ina binti Halil Jutahir (58), warga Dusun Arsojih, Desa Pagendingan, Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura, gagal ke tanah suci tahun ini.

Pihak Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Pamekasan pun kelimpungan.

Sebab apa yang dialami Ny Ina ini, bukan karena kesalahannya, melainkan dari pihak bank BRI Syariah Pamekasan.

Ia menilai tidak ada komunikasi dari pihak bank ketika terjadi gagal sistem.

Kepala Kantor Kemenag Pamekasan, Afandi, Jumat (10/5/2019) mengatakan, pihaknya mengetahui jika Ny Ina tidak bisa membayar biaya pelunasan biaya haji di tahap satu, setelah pelunasan tahap dua untuk CJH lansia dan pendamping berlangsung.

Menurut Afandi, seandainya masa pelunasan dari tanggal 1 – 15 April, di BRI terjadi gagal sistem, kemudian setelah itu BRI  Syariah melapor atau melakukan komunikasi dengan kemenag, maka kendala itu masih bisa diatasi. Pihak kemenang melapor ke Kanwil Kemenag Jatim dan ditidaklanjuti ke Kemenag Pusat.

Padahal lanjut Afandi, sebagaiman dalam teknis. Jika terjadi gagal sistem pada pelunasan tahap satu, maka selambat-lambatnnya pada 26 April 2019 pihak bank menyampaikan ke kemenag. “Kasus gagalnya sistem di BRI Syariah ini muncul setelah lewat 26 April 2019 lalu. Itupun setelah keluarga Ny Ina datang ke kemenag memberitahu kami jika Ny Ina tidak bisa melunasi pembayaran tahap I lantaran ditolak oleh sistem di bank itu,” ujar Afandi.

Afandi mengungkapkan, yang gagal sistem saat pelunasan tahap satu ini, bukan hanya BRI Syariah, tapi BNI Syariah, BTN Syariah Bank Syariah Mandiri dan Bank Jatim, juga mengalami gagal sistem. Tapi mereka langsung melapor kepada kemenag dan tidak membiarkan, sehingga CJH yang tidak bisa melunasi bisa diatasi, karena pihak kemenag melaporkan ke Kanwil Kemenag Jatim.

Diakui, ketika pelunasan tahap satu dibuka, pada tanggal 1 April 2019, Ny Ina menyetor uang pelunasan sebesar Rp 11.700.000 ke BRI Syariah. Hanya saja karena waktu itu Ny Ina belum melakukan cek kesehatan, maka uangnya tidak bisa dimasukkan ke rekening tabungan haji.

Esok harinya, 2 April 2019, Ny Ina melakukan serangkaian tes kesehatan dan sudah dinyatakan sehat. Tetapi ketika Ny Ina kembali ke bank untuk memberitahu jika sudah cek kesehataan dan menanyakan mengenai pelunasan uangnya, pihak bank memberi penjelasan terjadi gagal sistem.

“Uang setoran Ny Ina itu kan sudah diterima pihak bank dan sudah masuk ke rekening nasabah sebagai tabungan haji. Seharusnya, pihak bank mengentri dan kami yakin itu bisa. Karena gagalnya sistem sebelumnya lantaran belum lakukan cek kesehatan, maka di sistem itu dengan sendirinya akan terbaca, jika yang bersangkutan sudah melengkali semua persyaratan dan bisa membayar pelunasan. Tapi hal itu tidak dilakukan oleh pihak bank,” kata Afandi.

Ditegaskan, pihaknya sekarang tengah mengupayakan bagaimana caranya agar Ny Ina bisa berangkat haji tahun ini. Pihaknya sudah minta ke BRI Syariah dibuatkan berita acara jika di bank itu terjadi gagal sistem, walaupun tanggalnya sudah kadaluarsa. Kemudina pihaknya juga sudah melapor ke Kanwil Kemenag Jatim.

Afandi berharap semoga ada kebijakan dari pihak sistem komputer haji terpadu (Siskohat) Jatim dan pusat. Namun, kalau segala upaya yang dilakukan kemenag ini tidak berhasil, maka Ny Ina terpaksa berangkat naik haji pada 2020 mendatang.

Penulis: Muchsin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved