Selebrita

Tangisan Anji Saat Anak Didiagnosis Autisme, Ini Ciri-ciri Anak Autis yang Dapat Dikenali Sejak Dini

Anji tak kuasa menahan air mata ketika mengetahui sang putra didiagnosisi mengidap suatu penyakit gangguan perkembangan.Ini penjelasan para ahli.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Instagram
Anak bungsu Anji idap Autism Spectrum Disorder 

SURYAMALANG.COM – Solois kenamaan Indonesia Edian Aji Prihartanto atau kerap dipanggil dengan nama panggung Anji tak kuasa menahan air mata  ketika mengetahui sang putra didiagnosisi mengidap suatu penyakit gangguan perkembangan.

Putra bungsu Anji dengan pernikahannya dengan Wina Natalia, Sigra Umar Narada diketahui didiagnosis mengidap Autism Spectrum Disorder (ASD).

Diumurnya yang baru menginjak usia 5 tahun, Sigra harus menerima dirinya didiagnosis mengidap autisme.

Kabar mengejutkan ini disampaikan sendiri oleh Anji melalui unggahan Instagramnya pada Rabu (8/5/2019).

7 Fakta Bayi Nikita Mirzani yang Kelahirannya Dipenuhi Tangis & Kontroversi, Drop 2 Hari Tanpa Bapak

Potret Lawas DJ Dinar Candy Bikin Hotman Paris Heran, Terlihat Beda Oplas Payudara Sebelum & Sesudah

Saat Sigra divonis mengidap penyakit ini, sat itu Anji sedang berada di luar kota.

Pelantun tembang Dia ini juga sempat mempertanyakan pada dirinya sendiri, mengapa harus sang anak yang mengalami hal tersebut.

Anak Anji mengidap ASD.
Anak Anji mengidap ASD. (Instagram)

Kedekatan Sophia Latjuba dan Gempi Putri Gading Marten Banjir Dukungan, Beda dengan Wijin?

Luna Maya Buka-Bukaan Soal Kekasih Baru, Sosoknya Disebut Menguasai 3 Bahasa

Ini Cara Nicholas Sean & Sherina Munaf Rayakan Hari Ibu Internasional, Siapa yang Paling So Sweet?

"ANAK ASD (Autism Spectrum Disorder). Itu diagnosa untuk SUN ketika dia berumur 3. Saat itu saya sedang dbekerja di luar kota. Saya lalu memandangi koleksi foto dan video @sigraumarnarada yang ada di ponsel," tulis Anji di Instagram, Rabu (8/5/2019).

"Hati saya meluluh. Air mata saat itu meleleh. Kenapa anak saya?"

"Lalu saya berpikir jernih. Mencari-cari artikel tentang ASD. Istri saya menggali banyak sekali informasi, tempat terapi dan lain-lainnya yang lalu dibagikan ke saya (terima kasih, Istri). Dan kami mendapatkan informasi bahwa SUN bisa sembuh. Kami semangat."

"Sepertinya, hal pertama yang penting adalah PENERIMAAN.

Banyak orang tua yang tidak mau menerima kenyataan bahwa anaknya istimewa. Setelah itu, proses penggalian informasi tentang apa yang harus dilakukan untuk si anak. Dan lain-lain.

"Sekarang, saya sedang sering ajak Dede @sigraumarnarada ngobrol, bermain dan nyanyi-nyanyi. Dia suka sekali sama gitar."

Berdasarkan laman National Institute of Mental Health AS, autism Spectrum disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan yang memengaruhi komunikasi dan perilaku.

Pengalaman Spiritual Ifan Seventeen Saat Umrah, Jadi Imam Salat di Mekkah

Video Jenazah Terjungkal dari Peti Mati Saat Pelayat Lakukan Atraksi Menari

Diramal Mbak You Akan Terpuruk Akibat Kanker, Cinta Penelope Meresponnya Hingga Peramal Minta Maaf

Menurut Manual Diagnostik dan Statsitik Gangguan Mental (DSM-5), panduan yang dibuat oleh American Psychiatric Association yang digunakan untuk mendiagnosis gangguan mental, orang-orang dengan ASD memiliki gejala:

1. Kesulitan dalam komunikasi dan interaksi dengan orang lain.

2. Minat terbatas dan perilaku berulang.

3. Gejala yang melukai kemampuan seseorang untuk berfungsi dengan baik di sekolah, bekerja dan bidang kehidupan lainnya.

Meskipun ASD bisa menjadi gangguan yang dialami seumur hidup, dengan perawatan dan layanan dapat meningkatkan kemampuan pengidap dalam berkomunikasi.

Tidak semua orang dengan ASD akan menunjukkan semua perilaku, tetapi sebagian besar akan menunjukkan beberapa perilaku seperti:

1. Hanya melakukan sedikit kontak mata dengan lawan bicara.

2. Cenderung tidak melihat atau mendengarkan orang lain.

3. Jarang berbagi kesenangan dengan objek atau kegiatan dengan menunjukan sesuatu pada orang lain.

4. Gagal atau lambat dalam merespons seseorang saat memanggil nama mereka atau upaya verbal lainnya untuk mendapat perhatian.

5. Memiliki kesulitan dengan membolak-balik percakapan.

6. Seringkali berbicara panjang lebar tentang subjek favorit tanpa memerhatikan bahwa orang lain tidak tertarik atau tanpa memberi orang lain kesempatan untuk merespons.

7. Memiliki ekspresi wajah, perpindahan, dan gerakan yang tidak sesuai dengan apa yang dikatakan.

8. Memiliki nada suara yang tidak biasa yang mungkin terdengar seperti lagu yang datar dan seperti robot.

9. Kesulitan memahami sudut pandang orang lain atau tidak dapat memprediksi atau memahami tindakan orang lain.

Perawatan untuk ASD harus dimulai sesegera mungkin setelah diagnosis. 

Perawatan dini untuk ASD sangat penting karena perawatan yang tepat dapat mengurangi kesulitan individu sambil membantu mereka mempelajari keterampilan baru dan memanfaatkan kekuatan mereka.

Jadwal Buka Puasa Malang, Minggu 12 Mei 2019, Serta 5 Cara Agar Kuat Puasa Seharian dari Para Ahli

Selain itu, ganguang autisme itu sangat luas.

Gangguang ini sering dinamakan dengan spektrum atau Gangguan Spektrum Autisme (GSA). 

Menurut dr Tjhin Wiguna, SpKJ, GSA dikutip dari Nakita dalam artikel berjudul Anak Anji Didiagnosis Sandang Autisme, Ternyata ini Ciri-ciri Anak Autis yang Dapat Dikenali Sejak Bayi!, gangguan autisme adalah  suatu gangguan perkembangan pada anak yang berat dan kompleks.

Istilah ‘spektrum’ digunakan untuk menggambarkan kondisi GSA yang mempunyai rentang gejala serta ketidakmampuan yang sangat bervariasi. 

Ada yang alami GSA ringan sehingga terlihat ada beberapa gejala yang muncul, tapi ada juga yang sangat berat sehingga mempengaruhi rutinitasnya.

Autisme merupakan penyakit gangguan perkembangan otak yang berkelanjutan dan menetap.

Nama autisme berasal dari kata "autos" dalam bahasa Yunani yang berarti "sendiri".

Istilah autisme dipakai oleh Paul Eugen Bleuler, psikiater asal Swiss (1857–1939) untuk menggambarkan kondisi melarikan diri dari realitas. 

Biasanya, autisme baru terdeteksi saat anak berusia batita, alias tiga tahun.

Padahal, gangguan ini sejatinya bisa dikenali sejak bayi.

Mengenali gejala autisme sejak dini akan lebih memudahkan kita dalam menanganinya.

Berikut ciri-ciri peyandang autisme yang dapat dikenali sejak bayi:

Tangisan Nikita Mirzani Cerita Kondisi Sang Anak Dipenuhi Peralatan Medis, Hati Saya Hancur

Aldy Eks CJR Pacaran dengan Wanita Lebih Tua, Bilangnya Beda Generasi, Padahal Cuma 4 Tahun

1. Bayi Usia tiga bulan

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, bayi penyandang autisme mungkin menunjukkan tanda-tanda berikut ketika usia tiga bulan:

- Tidak tersenyum pada orang.

- Tidak menanggapi suara keras dan tiba-tiba.

- Tidak berupaya untuk berbicara.

- Tidak bereaksi terhadap wajah-wajah baru.

- Mengalami kesulitan memegang atau menggenggam benda.

- Tidak mengikuti obyek yang bergerak dengan matanya.

2. Bayi Usia tujuh bulan

Gejala autisme yang paling umum diamati pada sekitar usia tujuh bulan, sebagai berikut:

- Tidak menunjukkan kasih sayang terhadap orangtuanya.

- Tidak tertawa, tersenyum, atau membuat suara.

- Tidak menengok untuk melihat orang yang sedang berbicara padanya.

- Tidak mencoba untuk menjangkau objek.

- Tidak mencoba untuk menarik perhatian Mama ke arahnya dengan tindakan tertentu.

- Jarang menunjukkan minat dalam kegiatan permainan.

- Tidak merespons setiap ada suatu tindakan yang mendadak.

3. Bayi Usia 12 bulan

Jika bayi mengidap autisme, dia mungkin akan menampilkan tanda-tanda dan gejala berikut:

- Tidak membuat upaya untuk berbicara atau menggunakan kata-kata tunggal.

- Jarang merangkak.

- Tidak berdiri bahkan ketika didukung.

- Tidak menunjukkan ekspresi saat menemukan benda menarik.

- Tidak melompat, melambai, ataupun menggeleng.

"Orangtua harus berbesar hati dan jangan berlarut-larut dalam kesedihan, karena anak ini menunggu. Jangan biarkan anak-anak menunggu, ikhlaskan hatimu, Mam, percayalah ini hadiah yang diberikan Tuhan untukmu."

"Bila orangtua sudah bisa mengatasi dirinya maka perlahan-lahan orangtua dapat menerima dan tidak terus bertanya dalam hati 'Kenapa harus saya',” kata Dra. Retno Dewanti Purba, MPsi, di Female Radio Lounge, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

"Bila orangtua belum mampu menerima kondisi anak sebagai penyandang autisme, hal ini akan semakin menyulitkan."

"Mama akan selalu mempertanyakan kapan waktunya orangtua merasa bahagia dan melihat anaknya mandiri. Namun menurut Retno, sekarang lah waktunya. "Sekarang, Mam, bangkitlah. Anak itu menunggumu," katanya.

Yang terpenting, orangtua juga perlu mengetahui bahwa kini ada banyak terapi untuk menangani anak-anak autisme.

Salah satunya terapi okupasi, yang membantu penyandang autisme mengembangkan ketrampilan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Juga mengembangkan minat, aktivitas, dan bermain yang serba terbatas. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved