Kesehatan
Jadwal Waktu Minum Obat Bagi Orang yang Mengonsumsi Obat Saat Puasa
Selama puasa Ramadan, jadwal makan dan minum akan mengalami perubahan. Agar tetap bisa menjalankan puasa, jadwal minum obat harus diatur.
Laporan wartawan : Christine Ayu Nurchayanti
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Selama puasa Ramadan, jadwal makan dan minum akan mengalami perubahan.
Agar tetap bisa menjalankan puasa, jadwal minum obat harus diatur.
Dokter umum MedicElle Clinic Surabaya, dr Puspita Dyah Ardyani memberikan anjuran jadwal mengonsumsi obat selama puasa.
Berikut ini uraiannya :
Pertama, jika aturan minum obat 1x1, diminum ketika sahur atau berbuka
“Jika obat diminum satu kali sehari, berarti rentang waktu minumnya per 24 jam.”
“Jadi bisa dikonsumsi saat sahur atau berbuka. Pilih satu saja.”
“Hari selanjutnya dipilih waktu yang sama seperti hari pertama,” tutur Puspita kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (17/5/2019).
Dua waktu itu sama-sama baik. Namun pada kasus tertentu seperti obat gula darah, sebaiknya dikonsumsi ketika berbuka puasa.
Sebab, obatnya bekerja menurunkan gula darah.
“Kalau dikonsumsi ketika makan sahur, takutnya darah bisa turun drastis,” tutur Puspita.
Kedua, jika aturan minum obat 2x1, diminum ketika sahur dan berbuka
Apabila aturan obatnya diminum dua kali sehari, maka obat bisa dikonsumsi ketika sahur dan berbuka puasa.
“Obat yang aturan minumnya 2x1 berarti jarak minumnya adalah 12 jam.”
“Ketika berpuasa, mengonsumsi obatnya memang tidak pas 12 jam.”
“Tapi setidaknya tetap bisa mendapat reaksi obat meskipun tidak optimal,” ungkap Puspita.
Jadi, obat bisa dikonsumsi saat sahur menjelang imsak, dan ketika berbuka.
Ketiga, jika aturan minum obat 3x1, diminum ketika sahur, menjelang tengah malam, dan berbuka
Jika obat wajib dikonsumsi tiga kali sehari, maka waktu tepat adalah saat berbuka puasa, menjelang tengah malam, dan ketika sahur.
Seperti aturan obat 2x1, obat yang diminum 3x1 rentang waktunya tidak sesuai dengan aturan minum yang seharusnya per 8 jam.
“Tapi setidaknya tetap bisa mendapatkan reaksi obatnya meskipun tidak secara maksimal,” jelasnya.
Keempat, jika aturan minum obat 4x1, tidak dianjurkan
Terkahir, jika pasien wajib meminum obat selama empat kali dalam sehari, maka tidak dianjurkan.
"Dalam kasus ini, bisa konsultasi terlebih dulu ke dokter. Pasien bisa bertanya supaya dokter bisa mencarikan solusinya.”
“Seperti bisa menggantinya dengan obat yang aturan minumnya 3x1 atau seperti apa,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/obat-ilustrasi_20150416_191622.jpg)