Kabar Surabaya

Mengenalkan Prosesi Pernikahan Adat Jawa di Surabaya, Mulai Proses Siraman, Midodareni, dll

Prosesi pernikahan adat termasuk daerah Jawa terkenal akan kesakralannya. Namun saat ini terkesan ribet dan panjang.

Mengenalkan Prosesi Pernikahan Adat Jawa di Surabaya, Mulai Proses Siraman, Midodareni, dll
ist
Salah satu prosesi pernikahan adat Jawa khas Kota Surakarta di Pagelaran Wedding oleh Mitra Pernikahan Indonesia, di Surabaya, Sabtu (18/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Prosesi pernikahan adat termasuk daerah Jawa terkenal akan kesakralannya. Namun saat ini terkesan ribet dan panjang.

Menjawab spekulasi tersebut, Mitra Pernikahan Indonesia mengusung tema menarik dengan memperagakan langsung prosesi pernikahan adat.

Dimulai dari prosesi siraman, midodareni, hingga selesai dengan menjelaskan makna masing-masing prosesi.

"Tahapan awal yaitu prosesi siraman yang maknanya membersihkan diri menjelang acara besar yaitu pernikahan," ungkap Diyah Soetadji, pemandu sekaligus pemilik Bann Bagus di Surabaya, Sabtu (18/5/2019).

Selanjutnya prosesi Midodareni yang memiliki makna sebagai simbol malam yang baik untuk bersilaturahmi.

"Setidaknya dalam setiap prosesi harus diikuti oleh anggota keluarga dengan jumlah ganjil paling sedikit yaitu tujuh," jelasnya.

Proses demi proses diperagakan langsung lengkap dengan elemen pendukung seperti pakaian hingga dekorasi tiap prosesi.

Menurutnya peragaan langsung prosesi pernikahan adat tidak hanya wajib dimengerti untuk anak muda zaman sekarang, para pelaku seperti dirinya harus paham sesuai pakem (ketentuan).

"Harapannya untuk lebih menyamakan persepsi dalam hal prosesi adat," tutupnya.

Tidak hanya suguhkan peragaan langsung prosesi pernikahan adat, acara yang berakhir pada 19 Mei ini akan memberikan referensi dan inspirasi pesta pernikahan.

"Pameran ini fokus menjadi pameran pernikahan terlengkap yang menghadirkan beragam inspirasi mengenai pesta pernikahan. Selain itu kami ingin mengangkat sekaligus mempromosikan budaya Nusantara," tutur Sumitro, ketua pelaksana sekaligus ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi). Mayang Essa

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved