Minggu, 3 Mei 2026

Nasional

PENYEBAB WhatsApp (WA) dan Media Sosial Lainnya Susah Diakses pada Rabu 22 Mei 2019

PENYEBAB WhatsApp (WA) dan Media Sosial Lainnya Susah Diakses pada Rabu 22 Mei 2019, Berkaitan Tentang Pencegahan Berita Hoax

Tayang:
Editor: eko darmoko
www.whatsapp.com
WhatsApp (WA) 

SURYAMALANG.COM - Akses untuk WhatsApp (WA) dan media sosial lainnya terasa lambat pada Rabu (22/5/2019), hal ini karena pemerintah mengambil langkah pembatasan sementara untuk pengaksesannya.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah provokasi hingga penyebaran berita bohong kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Wiranto
Wiranto (TribunKaltim.com)

"Akan kami adakan pembatasan akses di media sosial. Fitur tertentu tidak diaktifkan untuk menjaga agar hal-hal negatif tidak terus disebarkan ke masyarakat," kata Wiranto.

Wiranto didampingi Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menkominfo Rudiantara, dan pejabat lain.

Dalam jumpa pers tersebut, mereka menjelaskan kronologi kerusuhan dan fakta-fakta yang ditemukan kepolisian.

Setelah kerusuhan tersebut, beredar berbagai informasi hoax di media sosial yang meresahkan masyarakat.

Media Sosial
Media Sosial (IST)

Pemerintah melihat, berdasarkan rangkaian peristiwa hingga kerusuhan pecah, terlihat ada upaya membuat kekacauan nasional.

Hal itu terlihat dari pernyataan tokoh-tokoh yang kemudian menyalahkan aparat keamanan atas jatuhnya korban jiwa.

Wiranto melihat ada upaya membangun kebencian hingga antikepada pemerintah.

Padahal, kata dia, ada aksi brutal yang dilakukan kelompok lain selain pengunjuk rasa.

Mereka menyerang petugas, merusak asrama Polri di Petamburan, membakar sejumlah kendaraan, dan aksi brutal lain.

Khofifah Indar Parawansa, selaku Ketua Umum PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur, bersama Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menandatangi MoU menangkal hoaks, ghibah dan fitnah, di Nganjuk.
Khofifah Indar Parawansa, selaku Ketua Umum PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur, bersama Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menandatangi MoU menangkal hoaks, ghibah dan fitnah, di Nganjuk. (suryamalang.com/Fatimatuz Zahro)

Rudiantara menambahkan, sesuai hasil analisa, pihaknya melihat modus penyebaran berita hoax di media sosial pascakerusuhan.

Awalnya, pelaku mengunggah video atau foto ke Facebook dan Instagram.

Kemudian, pelaku melakukan screenshot unggahan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved