Kabar Jember

Pj Kades Diminta Dinginkan Suasana Paska Pilpres Di Jember

Penjabat Kades meminta supaya penjabat kades mendeteksi dini indikasi konflik di desa masing -masing.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Sri Wahyunik
Wabup Jember, KH Abdul Muqit Arief 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Wakil Bupati Jember, KH Abdul Muqit Arief meminta penjabat kepala desa bisa mendeteksi dini persoalan sosial di masing-masing desa yang dipimpinnya. Kiai Muqit -panggilan akrab Wabup Jember itu berharap tidak ada dampak ikutan paska Pilpres dan Pileg 2019 lalu.

"Terutama paska Pilpres ini, penjabat kepala desa supaya mengantisipasi supaya suasana di desa tidak ikut-ikut panas," ujar Kiai Muqit, Sabtu (25/5/2019).

Karenanya, dia meminta supaya penjabat kades mendeteksi dini indikasi konflik di desa masing-masing. "Harus ada deteksi awal terhadap potensi konflik, sekecil apapun sehingga langsung bisa berkoordinasi dengan pihak lain," tegas Kiai Muqit.

Wabup Muqit bersyukur suasana paska Pilpres dan Pileg di Jember kondusif. "Meskipun di nasional sedikit hangat, Alhamdulillah di Jember tidak sampai ikut hangat dan tetap Kondusif," ucapnya.

Pesan untuk menjaga kondusifitas wilayah terutama paska Pilpres dan Pileg ini disampaikan kepada 25 orang penjabat kepala desa yang dilantiknya, Jumat (24/5/2019) kemarin.

Seperti diberitakan, Pemkab Jember menunjuk 25 orang penjabat (Pj) kepala desa untuk 25 desa di Jember. Pelantikan Pj kades ini akan secara bertahap dilakukan sampai mencapai 161 orang.

Sebab pada September nanti, 161 desa di Kabupaten Jember menggelar Pilkades serentak. Mulai April - September nanti akan ada 161 jabatan kades yang kosong secara bertahap karena masa jabatan kades definitif berakhir.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved