Kamis, 28 Mei 2026

Kabar Gresik

Pengakuan Suami Bunuh Istri di Driyorejo Gresik , Istri Cemburu & Sempat Marah di Kantor Suami

Kasus Suami Bunuh Istri. Korban diketahui sempat mendatangi suaminya dan marah-marah di tempat kerja suaminya pada Sabtu (25/5/2019) malam.

Tayang:
Editor: Dyan Rekohadi
kompas.com
Kasus suami bunuh istri di Driyorejo Gresik bermotif asmara dan rasa cemburu. IStri sempat datangi tempat kerja suami dan cekcok 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Bermula dari rasa cemburu, istri datangi kantor suami dan marah-marah, tapi siapa sangka cekcok keluarga itu berujung maut. 

Peristiwa suami bunuh istri terjadi di pembunuhan Perum Pesona Bukit Tanjung , Dusun Lenggan, Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo, Minggu (26/5/2019).

Lutfi Dwi Hariyanto (33) membunuh istrinya sendiri, Vita Furi Ermandani (32) karena cekcok yang bermotif asmara dan cemburu.

Bayi Baru Lahir Jadi Penghuni Penjara Di Tulungagung, Setelah Ibunya Menjadi Tersangka Pengedar Sabu

Ini Identitas Anak Luna Maya yang Tak Terekspos, Pernah Terungkap di Masa Lalu

Kejelasan Rumah Muzdalifah Dijual Rp 32 Miliar, Ini Kata Pemilik Akun FB, Nassar KDI Berminat Beli?

Sang suami, diduga membunuh istrinya dengan cara mencekik leher dan menutup bantal wajah istrinya saat cekcok di rumah setelah ada perselisihan sejak malam sebelumnya.

Korban diketahui sempat mendatangi suaminya dan marah-marah di tempat kerja suaminya pada Sabtu (25/5/2019) malam. 

Tragis ketika perselisihan terjadi lagi di rumah, bahkan di depan dua anak mereka, sang suami akhirnya tak bisa menahan diri hingga membunuh istrinya, Minggu (26/5/2019) sekitar pukul 14.30 WIB.

Korban Vita Furi Ermandani (32) dikenal sebagai pedagang di pasar Sumput.

Sedangkan, Lutfi Dwi Hariyanto (33) bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu bank.

Jenazah korban Visa saat berada di RSUD Ibnu Sina, Minggu (26/5/2019). Korban Visa adalah korban pembunuhan yang dilakukan suaminya sendiri
Jenazah korban Visa saat berada di RSUD Ibnu Sina, Minggu (26/5/2019). Korban Visa adalah korban pembunuhan yang dilakukan suaminya sendiri (SURYAMALANG.COM/Willy Abraham)

Lutfi akhirnya menyerahkan diri pada polisi dan menceritakan semua yang terjadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya sering berantem.

Dalam sepekan keduanya sering adu mulut hingga adu fisik.

Kronologis peristiwa pembunuhan yang dilakukan suami pada istrinya ini diungkap Kapolres Gresik, AKBP Wahyu S. Bintoro. 

Polisi menyebut pembunuhan ini disebabkan oleh motif asmara dan rasa cemburu.

Jadwal Pertandingan Arema FC VS Persela Lamongan, Malam Ini Dendi Santoso Siap Bermain

Warga Malang Kini Bisa Nikmati KA Sleeper Generasi Baru Tujuan Jakarta PP, Segini Harga Tiketnya

Wahyu S. Bintoro menjelaskan awalnya korban, yang juga istri Lutfi, Visa sempat mendatangi lokasi tempat kerja suaminya.

Pada Sabtu (25/5) pukul 22.00 WIB, Visa mendatangi tempat kerja suaminya sebagai salah satu penjaga bank swasta di wilayah Pasar Kembang, Surabaya.

"Saat itu dia mendapati suami yang sedang menelpon dengan orang yang diduga selingkuhannya," kata Wahyu saat ditemui di kamar mayat RSUD Ibnu Sina, Senin (27/5/2019)..

Akhirnya mereka cekcok di tempat suaminya, tidak hanya adu mulut, bahkan saling tarik menarik baju.

Visapun tetap berada di tempat kerja suaminya itu hingga pagi hari.

Korban baru pulang kembali ke rumah pada hari Minggu pukul 07.00 WIB.

Ibu dua anak ini kembali ke rumahnya di Perum Pesona Bukit Tanjung, Dusun Lenggan, Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo.

Berselang 30 menit kemudian, Lutfi pulang ke rumah dan mendapati istrinya sedang istirahat lalu Lutfi pun tertidur di ruang tengah depan TV.

"Saat bangun, Lutfi langsung minta maaf kepada istrinya namun ditolak," kata dia.

Pukul 13.00 WIB, usai Visa mandi, Lutfi kembali meminta maaf namun tidak direspon, keduanya kembali cekcok dan adu mulut dengan nada tinggi.

Di saat yang sama, Visa mengambil gunting diarahkan ke suami, namun berhasil ditepis.

"Istrinya sempat membawa gunting dan menyerang pelaku, sempat ada satu sayatan atau sedikit luka di sebelah dada kiri atas akibat tusukan benda tajam," terangnya.

Tidak sampai di situ, Visa langsung mengambil baju-baju milik Lutfi di dalam lemari kemudian digunting-gunting.

Lutfi yang terus meminta maaf bahkan sempat ditendang.

Dia pun langsung melakukan perlawanan dengan mencekik istrinya di dalam kamar.

Polda Jatim Tangkap Lima Pelaku Pembakar Mapolsek Tambelangan Di Sampang Madura

Pencairan THR Untuk ASN Pemkot Malang Baru 50 Persen, Tergantung Usulan OPD

"Saat keduanya beradu mulut, dua anaknya berteriak, sudah pa, sudah pa kasihan mama, sambil memegangi baju ayahnya," kata Wahyu.

Bukannya berhenti, sang suami justru mencekik Istrinya, ditambah lagi penekanan dengan kepalan tangan sebelah kanan ditambah dengan menutup hidung dengan bantal .

Setelah perlakuan itu korban lemas dan diduga korban telah meninggal dunia.

Usai mendapati istrinya telah meninggal, dia langsung mengajak dua anaknya yang masih histeris meninggalkan rumah dan pergi menuju rumah saudaranya di Surabaya.

Pukul 17.15 WIB dia kembali ke Gresik menuju Polsek Driyorejo menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya.

Di hadapan petugas, Lutfi mengaku kesal dengan perlakuan istrinya yang berlebihan.

Lutfi mengaku menyesal apalagi dua buah hatinya akan tumbuh besar tanpa sosok orang tua.

Usai melakukan olah rekonstruksi awal di lokasi kejadian petugas mengamankan dua buah handphone yang rusak usai dibanting.

Satu buah tas hitam yang berisi baju kerja milik Lutfi yang sobek.

"Tersangka kita jerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman selama-selamanya penjara 15 tahun," pungkasnya.

Jenazah Visa diotopsi di RSUD Ibnu Sina. Dari pantauan, terlihat leher Visa tampak merah bekas cekikan .

(Tribun Jatim/ Willy Abraham)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved