Kabar Lamongan

Bupati Lamongan Sidak Pasar, Harga Bawang Putih Kembali Merangkak Naik

Kenaikan harga hanya terjadi pada bawang putih yang sebelumnya Rp 30.000 kini Rp 35.000 sampai Rp 36.000 per kilogram.

Bupati Lamongan Sidak Pasar, Harga Bawang Putih Kembali Merangkak Naik
suryamalang.com/Hanif Manshuri
Bupati Lamongan, Fadeli didampingi dinas terkait saat sidak di Pasar Sidoharjo, Rabu (29/06/2019). 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Sepekan menjelang lebaran, harga bahan pokok di Lamongan masih tetap stabil. Kepastian itu diperoleh setelah Bupati Lamongan, Fadeli melakukan sidak untuk mengecek harga bahan pokok di Pasar Sidoharjo Lamongan, Rabu (29/5/2019).

"Hari ini kami melihat ke pasar, terkait harga-harga stabil. Harga beras stabil, harga minyak juga stabil," kata Fadeli.

Untuk harga daging sapi masih stabil Rp 100.000 per kilogram, daging ayam berada di kisaran Rp 36.000 sampai Rp 37.000, telur ayam ras Rp 22.000, sementara cabai rawit Rp 15.000 sampai Rp 16.000 per kilogram.

Kenaikan harga hanya terjadi pada bawang putih yang sebelumnya Rp 30.000 kini Rp 35.000 sampai Rp 36.000, sedangkan cabai merah besar sebelumnya Rp. 40.000 kini Rp 50.000.

Fadeli menambahkan, bertahannya harga bahan pokok pada kondisi normal tak lepas dari keberadaan stok barang yang masih tercukupi serta pendistribusian barang juga lancar.

Pihaknya tidak ingin momen menjelang Idul Fitri ini dijadikan kesempatan para pedagang memperberat konsumen dengan naiknya harga. "Jangan sampai barangnya ada tapi mahal, dan sebaliknya harganya stabil tapi nggak ada barangnya," katanya.

Sebetulnya kemarin pun juga sudah diturunkan tim ke pasar dan hasilnya juga memang normal-normal saja.
Meski demikian, Fadeli minta dinas terkait terus memantau harga di pasaran. Ini harus dilakukan untuk membantu masyarakat.

Harga stabil, menurut Fadeli, juga didukung pemerataan pasar yang memberikan pengaruh besar terhadap stabilitas harga bahan pokok. Karena saat ini masyarakat belanja di pasar yang dekat dari tempat tinggalnya dan tidak lagi menyerbu pasar yang berada di kota.

Warga di masing -masing kecamatan sekarang tidak perlu jauh - jauh ke pasar kota misalnya.  Karena sekarang di desa dan kecamatan sudah ada pemerataan pembangunan pasar.

Konsumen atau masyarakat membeli kebutuhan belanja di pasar terdekat." Jadi orang-orang sekitar pasar yang belanja di pasar terdekat ," katanya.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved