Kabar Surabaya

Di Surabaya, Sahur Keliling Nyai Shinta Nuriyah Diadakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela

Istri ke 4 Presiden RI, almarhum KH Abdurrahman Wahid, Nyai Shinta Nuriyah mengajak warga lintas agama di Surabaya sahur bersama di Gereja Santa Maria

TribunJatim.com/Nur Ika Anisa
Nyai Shinta Nuriyah saat sahur bersama di Gereja Santa Maria Tak Bercela Kota Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Istri Presiden RI ke 4, almarhum KH Abdurrahman Wahid, Nyai Shinta Nuriyah mengajak warga lintas agama di Surabaya sahur bersama di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Sabtu (1/6/2019) dini hari

Turut hadir perwakilan tokoh lintas agama maupun tokoh masyarakat yang ada di Surabaya. Sejumlah warga mendatangi Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Acara itu tak hanya mengundang tokoh agama namun juga kaum duafa, penggali kubur, tukang becak, pembersih jalan, pemulung sampah maupun rombeng sekitar gereja.

Tak hanya muslim, sejumlah jemaat gereja juga berkumpul membaur. Mereka menyantap makanan bersama. "Kita disini untuk bersama menyantap makanan sahur dengan saya, Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mantan pacarnya Gus Dur," kata Shinta Nuriyah disambut senyum para hadirin.

Selain menyapa masyarakat yang datang, Shinta juga memimpin pembacaan niat puasa. Usai pembacaan niat, masyarakat yang hadir bersama-sama menyantap makanan sahur.

Dalam kesempatan tersebut, Nyai Sinta Nuriyah juga menyempatkan diri menyampaikan harapanya. "Saya berharap toleransi semakin baik, sehingga kerukunan dan keutuhan bangsa ini semakin kuat. Pilar tegaknya kesatuan Republik Indonesia," tandas Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Bertepatan dengan hari Pancasila, Kota Surabaya sebagai kota penutup dari sebanyak 36 titik Sahur Keliling yang digaungkan Nyai Sinta Nuriyah.

Pada kesempatan tersebut, Shinta juga mengajak masyarakat meskipun berbeda-beda dari suku, agama dan ras harus tetap menjaga kesatuan dan bertoleransi.

"Kita satu, satu nusa satu bangsa. Yang harus kita lakukan rukun, damai, saling menghargai, gotong royong, saling memahami. Saya ajak bersama-sama sahur bersama sebagai ungkapan saling persaudaraan, menghormati dan agar saudaranya dapat melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya," tutur Shinta Nuriyah.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved