Kabar Surabaya

Gerindra Daftarkan Gugatan Hasil Pileg DPR RI di Dapil Madura ke Mahkamah Konstitusi

terkait hasil pileg DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jatim XI yang meliputi empat daerah di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan

Gerindra Daftarkan Gugatan Hasil Pileg DPR RI di Dapil Madura ke Mahkamah Konstitusi
Logo Partai Gerindra 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA -  Partai Gerindra memasukkan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk pemilihan legislatif (pileg) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Di antaranya, terkait hasil pileg DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jatim XI yang meliputi empat daerah di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Di dapil ini, Gerindra baru mendapatkan satu kursi, yakni atas nama Imron Amin. Sedangkan caleg petahana dari Partai Gerindra yang sebelumnya ikut digadang bisa lolos, yakni Nizar Zahro gagal setelah partainya baru mendapat satu kursi di dapil ini.

”Untuk dapil Madura kami masukkan (gugatan ke MK). Selain dari dapil Madura, ada sejumlah dapil di beberapa provinsi lain,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, kepada SURYAMALANG.COM ketika dikonfirmasi dari Surabaya.

Dikonfirmasi terpisah, Gerindra Jatim menyebut adanya potensi kecurangan dengan pergeseran suara yang menguntungkan caleg dari partai tertentu. ”Soal pak Nizar, sudah terang benderang. Istilahnya, cetho welo-welo,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra, Anwar Sadad ketika dikonfirmasi di Surabaya secara terpisah, Senin (10/6/2019).

Terkait gugatan tersebut, Nizar menyerahkan sepenuhnya kepada partai. Pihaknya memilih menunggu instruksi partai. ”(Soal gugatan) sudah diatur partai. Sebab, PHPU kan yang mengajukan ke MK adalah partai,” kata Nizar kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi terpisah.

Soal bukti pendukung, pihaknya juga telah menyerahkan mekanismenya kepada partai. ”Mestinya sudah (di masukkan ke MK) oleh partai,” kata Nizar yang juga anggota Komisi X DPR RI ini.

Pada proses rekapitulasi di tingkat provinsi Jawa Timur lalu, Nizar yang juga caleg Partai Gerindra nomor urut 1 ini sempat melayangkan protes di sela rapat pleno rekapitulasi. Nizar menyebut partainya berpeluang membawa dua kursi dari dapil Jatim XI. Sementara itu, berdasarkan hasil yang dibacakan KPU Bangkalan sebelumnya, partainya hanya berpeluang membawa satu kursi.

Ia menuding bahwa hasil rekapitulasi yang tertuang di DB-1 (rekap tingkat kabupaten) bersifat manipulatif. Di Bangkalan, ia mengaku kehilangan suara sekitar 58.363 suara. Sedangkan suara partainya berkurang 31.674 suara.

"DB-1 yang disampaikan oleh KPU Bangkalan bersifat manipulatif. Seharusnya, DB-1 diambil dari DA-1 (rekap tingkat kecamatan), namun ini justru diambil berdasarkan manipulasi," katanya kala itu.

Ia menyebut bahwa suaranya bergeser ke beberapa caleg lain. "Kami sedang memperjuangkan suara partai kami memperoleh dua kursi dari Dapil Jatim XI. Kami memperjuangkan aspirasi rakyat," tegasnya di hadapan forum.

Atas permasalahan itu, pihaknya meminta forum rekapitulasi untuk menyandingkan hasil rekapitulasi tingkat kabupaten (DB-1) dengan rekap di kecamatan (DA-1) di Bangkalan.

KPU Jatim pun akhirnya mengakomodasi kenginan Nizar dengan menyandingkan data tersebut di dalam rangkaian rapat pleno. Namun, setelah melalui proses penyandingan ternyata data DB-1 dan DA-1 yang dimiliki oleh KPU berserta sejumlah peserta pemilu yang lain justru memiliki kesamaan.

Hanya Gerindra saja yang memiliki data berbeda. Atas temuan ini, Gerindra juga telah mengajukan protes untuk rekapitulasi di tingkat nasional beberapa waktu lalu.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved