Malang Raya

Direktur RSUD Kanjuruhan Malang Ingin Jadikan Rumah Sakit Pendidikan

Direktur RSUD Kanjuruhan drg Marhendrajaya menegaskan RSUD Kanjuruhan mempunyai modal bagus untuk mencapai wacana tersebut

Direktur RSUD Kanjuruhan Malang Ingin Jadikan Rumah Sakit Pendidikan
Erwin
Pertemuan yang dilakukan jajaran RSUD Kanjuruhan dengan Dewan Pengawas RSUD Kanjuruhan Prof Dr dr Djanggan Sargowo dan Dra Sri Meicharini di salah satu ruang pertemuan di RSUD Kanjuruhan, Rabu (12/6/2019 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan menyatakan kesiapannya untuk melakukan pengembangan demi menjadi rumah sakit pendidikan.

Direktur RSUD Kanjuruhan drg Marhendrajaya menegaskan RSUD Kanjuruhan mempunyai modal bagus untuk mencapai wacana tersebut.

"Di dalam Program Kanjuruhan Reborn 2020 salah satunya menuju RS Pendidikan yang terverifikasi. Ini persiapaan kami sudah lama dan pernah studi banding. Kami yakin bisa tersertifikasi," terang Marhendrajaya ketika dikonfirmasi di RSUD Kanjuruhan, Rabu (12/6/2019).

Marhendrajaya optimis dengan akreditasi paripurna yang diperoleh RSUD Kanjuruhan, berpotensi mengantarkan RSUD bisa menjadi RS bertaraf internasional. Renacannya jika sesuai jadwal, tim akreditasi internasional dijadwalkan akan datang ke RSUD Kanjuruhan pada tanggal 11 Juli mendatang.

"Targetnya, di Kabupaten Malang akan ada RS standar internasional yakni di RSUD Kanjuruhan," ungkapnya optimis.

Sementara itu, Dewan Pengawas RSUD Kanjuruhan Prof Dr dr Djanggan Sargowo berpendapat, RSUD Kanjuruhan sudah siap menjadi rumah sakit pendidikan.

"RSUD Kanjuruhan sudah ada 40 dokter spesialis yang siap untuk menjadi tenaga pendidik klinis. Variasi kasusnya juga sudah sangat cukup sehingga memenuhi persyaratan untuk menjadi rumah sakit pendidikan," tutur Djanggan.

Adanya RS pendidikan diharapkan Djanggan, dapat menjadi wadah pendidikan yang berkualitas bagi calon dokter. Sehingga dapat menjadi dokter berkualitas di masa depan. Mengingat kebutuhan dokter di Indonesia masih perlu ditingkatkan.

"Idealnya rasio perbandingan jumlah dokter, kebutuhannya adalah 1:100. sehingga pencetakan dokter harus cepat. Ini memberikan ruang bagi anak bangsa untuk pendidikan," kata dia. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved