Malang Raya

Rujak Cingur Legendaris di Malang Cuma Rp 25.000 Seporsi, Dirintis Then Pian Shen Sejak 1951

RUJAK CINGUR LEGENDARIS - Depot Rujak Pojok di Jalan Pajajaran, Kota Malang. Harganya cuma Rp 25.00 seporsi.

Rujak Cingur Legendaris di Malang Cuma Rp 25.000 Seporsi, Dirintis Then Pian Shen Sejak 1951
Hayu Yudha Prabowo
RUJAK CINGUR LEGENDARIS - Depot Rujak Pojok di Jalan Pajajaran, Kota Malang, Rabu (12/6/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Then Pian Shen dan Oe Tjie Ie adalah pasangan ekspatriat Tiongkok yang mencoba peruntungannya di Indonesia.

Keduanya menetap di Kota Malang pada tahun 1951 setelah berkelana di beberapa daerah. Ketika ekspatriat asal Tiongkok lain berjualan kuliner khas Tionghoa, Shen dan Ie lebih memilih berjualan rujak.

Rujak buatan Shen dan Ie pertama kali dijual di kawasan Oro-oro Dowo dari tahun 1951 hingga 1963 dengan menyewa sebuah lapak. Kemudian, keduanya memutuskan pindah ke Jalan Pajajaran dekat Stasiun Kota Malang. Warung milik Shen dan Ie dinamai Rujak Pojok.

Pengelola Warung Rujak Pojok Kota Malang saat ini sudah memasuki generasi keempat. Namun, resep yang digunakan tetap sama sejak puluhan tahun lalu. Petis yang merupakan bumbu utama rujak, juga masih sama seperti yang dipakai eyang buyutnya.

"Masih sama. Pakai petis yang dibeli di Sidoarjo. Petis udang," kata Pengelola Warung Rujak Pojok, Andry Kusuma, Rabu (12/6/2019).

RUJAK CINGUR LEGENDARIS - Depot Rujak Pojok di Jalan Pajajaran, Kota Malang, Rabu (12/6/2019).
RUJAK CINGUR LEGENDARIS. Hayu Yudha Prabowo

Penjual Rujak Cingur Rp 60.000 Seporsi Ternyata Harus Biayai Suaminya Cuci Darah Tiap Pekan

Andry menceritakan usaha rujak nenek buyutnya adalah sampingan. Usaha utamanya adalah buku. Tahun 1965, usaha Rujak Pojok berhenti karena peristiwa G30S/PKI.

"Kemudian kembali berjualan lagi karena suasana sudah kembali normal," ucapnya.

Seporsi rujak cingur lengkap di Warung Pojok dihargai Rp 25 ribu. Isinya terdiri dari lontong, bengkuang, sayur, beberapa iris tempe dan tahu serta cingur. Pengunjung bisa memesan tingkat kepedasan rujak cingur sesuai selera.

Saat itu, SuryaMalang.com memesan satu porsi rujak cingur pedas. Rasa petis udang rujak cingur di Warung Pojok cukup kuat. Komposisi sayur, lontong, irisan tempe tahu dan tempe serta cingur juga pas untuk porsi orang dewasa.

RUJAK CINGUR LEGENDARIS - Depot Rujak Pojok di Jalan Pajajaran, Kota Malang, Rabu (12/6/2019).
RUJAK CINGUR LEGENDARIS. (Hayu Yudha Prabowo)

Menjual varian makanan lain

Agar warung rujak pojok bisa bertahan, pengelola saat ini menjual varian makanan lain seperti rujak lontong cap gomeh, soto dan bakso. Selain itu, mereka juga bekerjasama dengan start up Gojek untuk melayani pemesanan secara online.

Dalam sehari, Warung Pojok bisa menjual 50-75 porsi pada hari biasa. Penjualan bisa meningkat hingga tiga kali pada saat musim libur panjang dan libur lebaran. Sebulan, pendapatan kotor dari usaha kuliner legendari itu mencapai Rp 90 juta.

"Alhamdulillah saat ini sudah 7 karyawan. Warung juga ramai," ungkap Andry.

Warung rujak pojok buka setiap hari mulai pukul Depot Rujak Pojok hanya dibuka dari pukul 10.00 WIB sampai 17.00 WIB. Jadwal ini tak pernah berubah sejak warung itu berdiri.

Nantinya, jam buka warung akan ditambah mulai pukul 00.00 WIB dan menjual menu ayam krispi, tahu lontong, tahu telor, ayam pedas, bakso, aneka pangsit dan nasi goreng. Penambahan jam buka warung ini karena alasan banyak pemuda yang sering mencari warung untuk dijadikan tempat tongkrongan.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved