Kpop
Terseret Skandal Narkoba, YG Konfirmasi Kabar B.I yang akan Keluar dari iKON dan Agensi
Terseret Skandal Narkoba, YG Konfirmasi Kabar B.I yang akan Keluar dari iKON dan Agensi
Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
B.I : Iya, haha. Itu, dan juga aku mau membeli (LSD) senilai sekitar 1 juta won (setara sekitar Rp 12 juta)
A : Kamu punya keinginan pada hal-hal yang aneh.
B.I : XXXX. Aku masih bingung apakah aku harus membeli 10 atau yang setara dengan 1 juta won.
A : 1 juta won hanya dapat 6. Jika 10 makan 150 juta won. (Setara sekita 18 juta).
B.I : Itu mahal, haha. Tidak ada diskon untuk pembelian banyak?
A : Aku akan coba tanyakan. Makanya aku bilang padamu untuk membeli sedikit karena ini adalah yang pertama bagimu.
Ada sebuah pernyataan lain dari seorang pengedar narkoba berinisial ‘C’ yang mengungkapkan nama-nama pembelinya yang juga menyebutkan nama B.I.
Hal ini diketahui saat polisi menahan ‘A’ dan menemukan percakapan di KakapTalk telepon genggam mereka.
Pada 22 Agustus 2016, ‘A’ mengatakan jika dirinya mengirimkan LSd kepada B.I di depan asrama iKON di distrik Mapo, Soul (3/5/2016).
Namun, polisi tidak menangkap B.I untuk investigasi maupun menghubunginya.
Terkait hal ini, kepolisian menjelaskan jika ‘A’ kemudian dijelaskan pada investigasi ketiga mereka (30/8/2019) yang berbunyi, “Hal ini benar bahwa B.I menanyakan tentang narkoba, namun tidak secara langsung mendapatkan darinya.”
Dispatch melaporkan jika YG Entertainment membayar upah pengacara untuk’A’ dan meminta mereka untuk mengubah pernyataan mereka.
YG Entertainment mengatakan kepada Dispatch melalui pesan suara yang berbunyi, “YG mengatus pemakaian obat-obatan di kalangan artis kamu secara ketat. B.I tidak ada kaitannya dengan kasus narkoba di tahun 2016. YG membeli alat dasar untuk tes narkoba setiap dua bulan sekali dari Amerika Serikat dn melakukan tes narkoba. iKON juga melakukan tes urin sebelum melakukan promosi mereka, termasuk B.I, dan tak ada dari member iKON yang mendapatkan hasil teas positif.”
YG Entertainment juga menambahkan,” ‘A’ menyebutkan nama B.I pada saat investigasi polisi untuk meringankan tuntutan kasusnya. Kami melihat pernyataannya dan kami menemui ‘A’ di perusahaan untuk meminta dia untuk membenarkan (pernyataannya). Itulah mengapa ‘A’ mengubah pernyataannya pada investigasi ketiga.”