Travelling
Lopis Khas Madura Mulai Langka di Pamekasan
Jajanan lopis khas Madura mulai sulit ditemukan di Pamekasan. Padahal lopis merupakan kuliner khas Madura yang dahulu menjadi primadona.
Laporan Wartawan : Kuswanto Ferdian
SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Jajanan lopis khas Madura mulai sulit ditemukan di Pamekasan.
Padahal lopis merupakan kuliner khas Madura yang dahulu menjadi primadona, khususnya di Pamekasan.
Duahulu makanan tersebut sering dijajakan keliling oleh pedagang atau di lapak kecil di pinggir jalan.
Jajanan ini berbentuk bulat, dan terbuat dari ketan putih.
Bungkus daun pisang semakin menambah aroma dan cita rasa lopis.
Saat ini lopis sangat jarang ditemui.
Makanan dengan ciri khas lelehan gula merah di atasnya ini sudah hampir punah.
Penjual lopis di Pasar Kolpajung Pamekasan, Hanifah (40) mengakui lopis semakin langka.
“Jajanan ini memang sudah jarang ditemui. Tapi saya tetap saya jual lopis di Pasar Kolpajung,” kata Hanifah kepada SURYAMALANG.COM, Senin (17/6/2019).
“Saya jual tidak setiap hari. Saya hanya jualan pada Hari Sabtu dan Minggu,” sambungnya.
Perempuan yang akrab disapa Ifah ini mengungkapkan sepiring lopis dijual seharga Rp 5.000.
“Kalau Hari Sabtu dan Minggu, cukup banyak pembelinya. Mungkin karena makanan ini sudah jarang ditemui,” ungkapnya.
Ifah menyebutkan bahan dasar untuk membuat lopis adalah ketan putih.
Ketan putih yang dibungkus dengan daun pisang direbus sekitar tujuh jam.
“Cara memotongnya-pun masih memakai cara lama yakni menggunakan benang.”
“Setelah lopis dipotong menjadi bagian kecil, kemudian di atasnya ditaburi parutan kelapa dan gula merah,” jelas Ifah.
Setelah itu, lopis siap disantap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/lopis-khas-madura.jpg)