Kabar Bojonegoro

Bupati Bojonegoro Didemo Mahasiswa PMII, Tagih Janji Politik Sejahterakan Petani

Mahasiswa menilai Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah dan Wakilnya, Budi Irawanto tidak menepati janji politik seperti yang disampaikan saat kampanye.

Bupati Bojonegoro Didemo Mahasiswa PMII, Tagih Janji Politik Sejahterakan Petani
suryamalang.com/Mochamad Sudarsono
Puluhan aktivis PMII Bojonegoro berunjuk rasa di kantor Pemkab menuntut Bupati Anna Muawanah merealisasikan janji politik, Rabu (19/6/2019). 

SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO - PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro menggelar aksi unjuk rasa di kantor Pemkab Bojonegoro, Rabu (19/6/2019).

Mereka menilai Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah dan Wakilnya Budi Irawanto tidak menepati janji politik seperti yang disampaikan saat kampanye.

Ketua Cabang PMII Bojonegoro, Nurhayan mengatakan, janji politik Anna-Wawan tidak terealisasi. Bupati menjanjikan akan memberikan bantuan kepada para petani senilai Rp 10 juta, dengan memiliki Kartu Petani Mandiri (KPM). Namun janji itu tidak pernah terealisasi, karena belum menyentuh seluruh petani.

"Janji sejahterakan petani itu mana, hanya omong kosong, karena banyak yang tidak menerima KPM," ujar Nurhayan saat orasi.

Tak hanya itu, puluhan mahasiswa tersebut juga meminta bupati merevisi Perbub no 48 tahun 2018, pasal 5 dan 7 tentang pertanian. Berikan tanggung jawab sepenuhnya kepada dinas pertanian untuk menertibkan KPM dan penjelasan program asuransi gagal panen, kepada para petani. 

Hingga hari ini, Bupati Bojonegoro setelah terpilih programnya tidak jelas, dari jumlah 1.540 petani hanya 137 petani saja yang menerima dan sisanya masih belum mendapatkan. "Yang dapat KPM bisa dihitung, sangat jauh dibandingkan dengan yang tak dapat," Terangnya.

Sayangnya, aksi demo mahasiswa demi kepentingan rakyat itu tidak disambut oleh Bupati. Orang nomor satu di Bojonegoro itu tidak menemui mahasiswa. Para aktivis berusaha masuk ke kantor Bupati, hingga nyaris ricuh dengan aparat karena mendapat penghadangan. 

"Kita kecewa kepada bupati dan wakilnya karena tidak ada yang mau menemui kami. Kita akan kembali dengan jumlah yang lebih banyak," pungkas Nurhayan.

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved