Kabar Surabaya

Para Kepala Sekolah Swasta Protes Jika SMP Negeri Tambah Pagu Murid Baru

Erwin Darmogo, Ketua MKKS SMP swasta, mengungkapkan, sekolah swasta akan kembali bergejolak seperti tahun lalu jika keputusan tersebut benar-benar dia

Para Kepala Sekolah Swasta Protes Jika SMP Negeri Tambah Pagu Murid Baru
suryamalang.com/David Yohanes
ILUSTRASI - Proses pendaftaran murid baru di SMP negeri. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Keputusan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tambahan SMP negeri sebagai pemenuhan pagu dengan sistem seleksi NUN mendapat respons negatif dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta di Surabaya.

Erwin Darmogo, Ketua MKKS SMP swasta, mengungkapkan, sekolah swasta akan kembali bergejolak seperti tahun lalu jika keputusan tersebut benar-benar diambil.

Apalagi secara resmi, pihak sekolah swasta belum dilibatkan dalam pertimbangan pengambilan keputusan tersebut.

"Berdasarkan PPDB tahun lalu kami sudah banyak bernegosiasi. 31 April sudah ada kesepakatan jumlah pagunya di sekolah negeri dan swasta 32 anak satu kelas, kalau dilanggar dengan adanya penambahan pagu pasti bergejolak lagi," paparnya, Kamis (20/6/2019).

Berdasarkan kesepakatan bersama, jika semua sekolah negeri dan swasta sudah terpenuhi dan masih ada siswa yang belum tertampung maka pemerintah wajib menampungnya.

"Jadi kalau swasta sudah keisi juga dan ada yang belum dapat sekolah, baru sekolah negeri bisa membuka kelas lagi," urainya.

Ia pun mengungkapkan, sistem PPDB SMP negeri memakai seleksi NUN. Hanya saja pihaknya keberatan jika jumlah pagu di sekolah negeri diubah. Apalagi sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama terkait jumlah pagu.

"Kesepakatan bersama harus dipertahankan dengan baik. Jangan hanya karena tekanan massa diubah lagi. Kami mohon Pak Ikhsan ajak omong kami dulu sebelum mengambil keputusan penambahan pagu. Setidaknya win-win solution, jangan sampai merugikan salah satu pihak. Jadi bisa menampung aspirasi sekolah swasta dan wali murid," pungkasnya.

Penulis: sulvi sofiana
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved