Drakor

Jadwal Tayang Cheese In The Trap Episode 6 Tayang di TRANS TV, Berikut Sinopsis dan Link Streaming

Jadwal Tayang Cheese In The Trap Episode 6 Tayang di TRANS TV Lengkap dengan Sinopsis dan Link Streaming

Jadwal Tayang Cheese In The Trap Episode 6 Tayang di TRANS TV, Berikut Sinopsis dan Link Streaming
TVN
Jadwal Tayang Cheese In The Trap EP 6 Tayang di TRANS TV 

Hong Seol berlari dengan memakai payung, lalu berhenti melihat In Ho yang terus menatap TV sedang menyiarakan pemaianan piano. In Homengusap wajahnya yang basah karena air hujan dan tangisnya yang tumpah. Hong Seol ikut sedih melihat In Ho yang menangis karena tak bisa bermain piano lagi.

In Ho ingin pergi dengan mata memerah, dan tersadar Hong Seol sudah berdiri didekatnya. Hong Seol berpura-pura tak melihat lalu berlari dengan memayungi In Ho yang sudah basah kuyup. In Ho mengomel karena Hong Seol datang terlambat jadi membuatnya basah kuyup kehujanan.

Hong Seol mengikuti In Ho yang berjalan lebih dulu, In Ho pun akhirnya memegang payung yang dibawakan Hong Seol mengajaknya minum saja karena hujan turun dengan deras. Hong Seol terdiam sejenak, In Ho menyuruh Hong Seol untuk cepat mengikutinya.

Sementara Yoo Jung menunggu Hong Seol didepan rumahnya, seperti berharap pacarnya itu terkejut melihatnya. Lalu melihat ada siput yang berjalan diatas daun, pelahan memindahkan siput ke tanganya. Ia seperti gemar dengan binatang yang merayap didedaunan dan berjalan ditanganya.

In Ho memakan pancake dan juga meminum soju, Hong Seol hanya diam menatap In Ho dengan baju yang sudah kering. In Ho menegur Hong Seol tak ikut minum, Hong Seol mengaku tak kuat minum jadi ingin pelan-pelan saja. In Ho mengejek menurutnya selain belajar tak ada lagi yang bisa Hong Seol lakukan.

Yoo Jung tiba-tiba datang melihat Hong Seol ternyata ada dibar itu, lalu duduk disamping Hong Seol. In Ho dan Hong Seol binggung melihat Yoo Jung datang. Yoo Jung ingat pernah datang dengan Hong Seol jadi mampir ke tempat itu dan ternyata pacarnya itu ada ditempat itu juga. Hong Seol hanya bisa diam karena harus bertemu Yoo Jung saat dengan In Ho.

In Ho mengadu kalau Yoo Jung memang seperti itu orangnya dan mencoba melupakanya dengan meminum soju kembali, menurutnya lebih enak lagi apabila kakaknya ikut bergabung. Hong Seol terdiam dengan wajah sedih bergumam kalau In Ha itu adalah kakak dari In Ho dan menurutnya sangat cantik, lalu menatap Yoo Jung dan keduanya saling menatap.

Yoo Jung menyuruh In Ho menyudahi ceritanya, In Ho pikir dirinya tak salah. Hong Seol menuangkan soju, dengan menopang kepalanya berkata kalau Yoo Jung itu playboy dan suka wanita cantik, lalu bertanya apakah Yoo Jung itu pernah berpacaran dengan In Ha juga. Keduanya sama-sama menjerit kalau itu tak mungkin.

Hong Seol binggung keduanya terlihat kompak padahal hanya ingin bertanya saja dan mengetahui keduanya sudah berteman sejak kecil. In Ho menegasakan Yoo Jung itu tak pernah pacaran dengan kakaknya, lalu berpikir Hong Seol itu baru pernah pacaran sekarang.

In Ho pikir menyenangkan seperti itu, Yoo Jung menatapnya dengan mata dinginnya, In Ho kembali mengomel karena Yoo Jung menatapnya seperti mengajaknya berkelahi. Yoo Jung menegaskan dirinya tak takut, Hong Seol mengeluh keduanya kembali bertengkar lagi.

In Ho melihat si bulu anjing sudah mambuk, Hong Seol tak terima dengan panggilan itu, lalu memberita adalah rambut ikal alami dan sangat tebal. Yoo Jung dan In Ho melonggo melihat Hong Seol sudah mulai mabuk. Yoo Jung melihat Hong Seol kembali minum meminta berhenti lalu menarik bangku agar Hong Seol kembali duduk.

Yoo Jung akhirnya mengendong Hong Seol, sementara In Ho membawa payung dan juga tas sambil mengomel pada Hong Seol tak bisa bangun karena mabuk. Yoo Jung pikir untuk apa In Ho mengikutinya kalau memang terus mengomel. In Ho memberi alasan kalau takut Yoo Jung melakukan sesuatu yang aneh pada Hong Seol lalu memperingatkan Yoo Jung dengan tangan tangan yang mengendong Hong Seol.

Tiba-tiba terdengar teriakan dan lemparan botol minum langsung mengenai dahi In Ho, Pria muda, memarahi keduanya yang berani melakukan sesuatu pada kakaknya dan menyuruh agar menurunkannya. In Ho memegang kepalanya yang kesakitan masih binggung.

Hong Seol sedikit membuka matanya bisa melihat kalau adiknya yang datang. Hong Joon terus saja mengomel kakaknya yang mabuk dan pulang dengan pria. Hong Seol tiba-tiba ingin muntah, ketiganya panik menyuruh Hong Seol untuk menahanya dan membawanya masuk ke dalam rumah.

Hong Seol terbangun dari tidurnya dan binggung melihat ada sosok pria dikamarnya, Hong Joon bermain games melihat kakaknya yang sudah bangun. Hong Seol berteriak menanyakan kenapa adiknya bisa ada dikamarnya dan kapan datang. Hong Joon memiringkan badanya mengatakan sudah hampir semingguan.

Hong Seol menarik bantal guling yang menyanggal kepala adiknya dimeja, kepala Hong Joon langsung terbentur keras. Hong Seol memukul adiknya dengan bantal guling, sambil mengumpat adiknya anak nakal dan egois. Hong Joon membalas kakaknya itu sudah gila. Hong Seol tak terima diejek sudah gila.

Pukulan Hong Seol terhenti ketika ada pesan masuk, dengan kesal adiknya itu bisa beruntung sekarang. Pesan dari Yoo Jung masuk “Apa tidurmu nyenyak? Perutmu sudah tak sakit lagi?? Hubungi aku jika kau sudah bangun.” Hong Seol mengaruk kepalanya karena tak mengingat kejadian tadi malam.

Hong Seol panik dengan menutup wajahnya, Hong Joon bernyanyi dengan mengoda kakaknya kalau ia berbohong dan memberitahu kakaknya muntah didepan pintu dan mengungkapkan itu sangat jorok jadi mungkin saja akan segera diputuskan oleh pacarnya. Hong Seol mengucap syukur karena yang ditakutanya tak terjadi, lalu kembali memukul adiknya karena sudah membuatnya kaget.

Sang adik membela diri kalau hanya bercanda. Hong Seol berguling-guling dikamarnya dengan frustasi berjanji tak akan minum alkohol lagi sekarang. Hong Joon semakin mengejek kakaknya itu tadi malam sangat berantakan didepan pacarnya.

Hong Seol sambil menelp keluar dari tempat kostnya memberitahu adiknya akan menginap ditempatnya beberapa hari jadi tak perlu khawatir. Joo Yong sibuk mengeluarkan barang-barangnya dari tempat kost, menyapa Hong Seol yang akan pergi. Hong Seol menanyakan apa yang sedang dikerjakan Joo Yong.

Joo Yong memberitahu akan pindah, Hong Seol pikir pemilik rumah belum datang. Joo Yong menjelaskan tak bisa menundanya sekarang. Hong Seol ingin tahu alasanya, tapi Joo Yong memohon bantuan agar Hong Seol tak membicarakan Tentang hubungan dirinya dan Yoon Seob. Hong Seol mengatakan Joo Yong tak perlu khawatir dan berjanji tak akan memberitahu siapapun. Joo Yong mengucapkan terimakasih dan meminta maaf apabila selama selalu saja membuat keributan lalu kembali masuk ke dalam untuk mengeluarkan semua barangnya.

Yoo Jung dan Hong Seol duduk bersama di depan cafe, wajah Hong Seol terlihat tegang, dalam hatinya kembali bergumam “Kami bertengkar karena aku tak suka dengan sikapnya dan Soju adalah musuhku.” Lalu memulai pembicaran dengan bertanya jam berapa Yoo Jung sampai rumah. Yoo Jung mengatakans udah memikirkanya, Hong Seol menyela meminta agar tak salah paham, seperti takut kalau mereka akan putus

Hong Seol bisa tersenyum sumringah lalu mengajak Yoo Jung untuk makan dan nonton film setelah ini, Yoo Jung terlihat tak percaya Hong Seol mengajaknya lebih dulu. Hong Seol menceritakan sudah memilih film yang akan ditontonya. Yoo Jung merasa banyak melakukan kesalahan kemarin seperti tak enak hati kalau mereka nonton film hari ini. Hong Seol mengaku sudah memaafkanya kali ini. Yoo Jung tersenyum menatap pacarnya yang sangat baik hati.

In Ho berjalan dan merasakan ada seseorang yang mengikutinya, lalu menengok kebelakang tak melihat ada yang mencurigakan, akhirnya ia berteriak menyuruhnya keluar karena sudah melihatnya. Sang Keun keluar dari persembunyianya menyapa In Ho.

In Ho menyuruh temanya itu membuang saja, Sang Keun menceritaka kalau Presdir sudah tahu jadi In Ho harus cepat kabur. In Ho mengumpat kesal, Sang Keun meminta agar In Ho memberitahu nomor telpnya yang baru. In Ho hanya bisa mengaruk-garukan kepalanya.

Sang Keun mengajak In Ho untuk makan bersama karena sudah lama tak bertemu, In Ho mengumpat temanya itu bisa makan dalam keadaan seperti ini lalu menyuruhnya untuk pulang saja sambil menendangnya. Sang Keun setuju dan menyuruh In Ho segera bersembunyi. In Ho menyuruh Sang Keun cepat pulang saja.

In Ha seperti sedang menentramkan dirinya dengan melakukan teknik yoga lalu dengan mata melotot melirik ponselnya dan langsung menelp seseorang. Dengan suara ramah menyapa pria mengungkapkan sengaja menelp karena sedang merindukannya.

In Ha hanya bisa menjerit kesal lalu melihat isi dompetnya hanya tinggal beberapa lembar uang saja. Setelah itu pasti mencoba menelp adiknya walaupun tahu kalu nanti pasti akan dipukul karena meminta uang lagi. In Ho menghela nafas menerima telp dari adiknya lalu memberitahu kalau sudah tak memiliki uang. In Ha tak percaya, In Ho meminta agar kakaknya tak menghubunginya karena ingn bersembunyi dan akan segera menganti nomor telpnya.

Sang kakak binggung berpikir adiknya itu melakukan masalah lagi, In Ho pikir kakaknya tak perlu peduli karena tak mungkin bisa membantunya lalu segera menutup telpnya dan kembali berkerja.

Yoo Jung mengantar Hong Seol pulang, berkomentar film dan makana yang dipilihkan pacarnya sangat baik. Hong Seol pun mengucap syukur, Yoo Jung bertanya kapan Hong Seol akan pindah dari tempat kostnya. Hong Seol pikir saat kuliah dimulai.

Hong Seol tersipu malu membenarkanya lalu memberikan sebuah kotak hadiah karena tahu Yoo Jung menyukai jam tangan. Yoo Jung tak percaya Hong Seol bisa memberikan hadiah itu padanya. Hong Seol merasa malu kalau mungkin jam tangan itu tak sesuai dengan seleranya.

Yoo Jung membuka kotak hadiah lalu menatap Hong Seol tanpa bicara apapun. Hong Seol bertanya apakah Yoo Jung menyukainya, saat itu lampu jalan mati dan kembali hidup kembali. Yoo Jung hanya menatap jam tangan pemberian pacarnya.

Hong Seol pikir Yoo Jung tak menyukainya. Yoo Jung menatap kembali jam tanganyanya lalu memeluk Hong Seol membisikan kalau sangat menyukainya dan mengucapkan terimakasih.

Yoo Jung pulang kerumah dengan wajah sumringah, langsung membuka kotak hadiah dan mengeluarkan jam dari kotaknya. Setelah itu melepaskan jam yang dipakainya lalu menganti dengan jam pemberian Hong Seol. Ditatapnya jam tangan yang terlihat biasa tapi pemberian Hong Seol dengan senyuman, lalu menyimpan jam tangan miliknya dilaci. Ia kembali menatap jam tanganya seperti dengan memakain jam tangan dari Hong Seol membuatnya jadi dekat dengan sang pacar.

Penulis: Frida Anjani
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved