Kabar Madiun
Inovasi SIM Bluder Polres Madiun, Warga Desa di Kabupaten Madiun Lebih Gampang Dapatkan SIM C
Memudahkan warga desa di Kabupaten Madiun membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) C, Polres Madiun membuat inovasi SIM Bluder (Blusukan dan Muter-muter).
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, MADIUN- Untuk memudahkan warga desa di Kabupaten Madiun membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) C, Polres Madiun membuat inovasi SIM Bluder (Blusukan dan Muter-muter).
Inovasi layanan berupa bimbingan ujian teori dan praktek gratis dilaunching di lapangan Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Selasa (25/6/2019).
"Giat pagi ini kami melaunching SIM Bluder (blusukan dan muter-muter), sekaligus untuk Memperingati HUT Bhayangkara ke-73. Ini merupakan program unggulan Polres Madiun bekerjasama dengan kepala desa setempat," kata AKBP Ruruh Wicaksono , Kapolres Madiun.
Melalui program tersebut, dikatakan Ruruh, masyarakat yang hendak membuat SIM C bisa mempersiapkan diri dengan cara berlatih di lapangan Desa Kardinan yang sudah di desain menyerupai tempat latihan di Satpas Polres Madiun.
"Lapangan ini kami cat dan desain menyerupai tempat latihan aslinya di Satpas Polres Madiun," kata Ruruh.
Para calon pemohon SIM ini juga akan didampingi langsung oleh petugas dari Satpas Polres Madiun. Selain latihan ujian praktek, para pemohon SIM juga mendapat pelatihan ujian teori, sekaligus mendapat buku panduan ujian teori SIM secara gratis.
"Jadi tidak cuma latihan praktek saja, tetapi para calon pemohon SIM ini juga akan mendapat bimbingan ujian teori dan diberi buku panduan untuk ujian teori," katanya.
Bagi yang lulus ujian di desa, pihak Polres Madiun akan difasilitasi antar-jemput gratis. Polres Madiun juga memberikan 10 SIM C gratis bagi pemohon yang lulus ujian praktek dan teori di desa dan polres.
Dikatakan Ruruh, inovasi ini sesuai dengan visi misi Polres Madiun yakni Humanis Empati Bersahaja Amanah Tanggap (Hebat).
"Saat ini baru satu desa, ini masih pilot project. Nanti akan kami evaluasi, kalau memang respon masyarakat tinggi, akan kami buka di beberapa desa yang lain," kata Ruruh.
Sementara Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi Polres Madiun, Iptu Arum Inambala menambahkan, dalam sehari ada sekitar 20 hingga 30 orang pemohon SIM C di Satpas Polres Madiun. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 5 persen yang langsung lolos ujian praktek dan ujian teori.
"Rata-rata mereka datang itu tidak tahu, ujian praktek dan teorinya itu apa saja. Sampai mereka gemeteran, hingga akhirnya gagal," katanya.
Padahal, kata Arum, apabila gagal mengikuti ujian praktek, pemohon hanya boleh mengulang tujuh hari kemudian. Dan, apabila pada ujian yang kedua gagal, maka harus mengulang 14 hari kemudian.
"Makanya, daripada bolak-balik ke Polres, tidak selesai-selesai SIM-nya, kami bantu dengan program ini," ucap Arum.
Sedangkan seorang pemohon SIM C, Salwa Aulia Aziza mengaku senang di desanya kini telah ada tempat latihan ujian praktek dan ujian teori SIM C. Kini, ia bisa memersiapkan diri sebelum mengikuti ujian di Satpas Polres Madiun.
"Senang, bisa latihan di desa dulu, jadi nggak perlu bolak-balik ke Polres Madiun," kata warga Dusun Gunting, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Madiun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kapolres-madiun-mencoba-lapangan-tempat-ujian-praktek-sim-c.jpg)