Breaking News:

Rumah Politik Jatim

Pembacaan Putusan MK Dipercepat jadi Tanggal 27 Juni 2019, Ini Prediksi Keputusan Menurut Mahfud MD

Jadwal pembacaan putusan MK atas sengketa hasil Pilpres 2019 telah ditetapkan pada 27 Juni, Mantan Ketua MK Mahfud MD sudah bisa ungkap prediksi

Editor: Dyan Rekohadi
Tribunnews/JEPRIMA
Mahkamah Konstitusi (MK) akan membacakan putusan sengketa Pilpres 2019 pada 27 JUni 2019. Foto saat Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asyari memberikan contoh amplop suara sah saat sidang lanjutan sengketa hasil pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019). KPU membawa amplop baru untuk dibandingkan dengan amplop yang ditemukan saksi Prabowo Sandi dalam sidang sengketa pilpres kemarin (19/6/2019) yang dibawa oleh Beti Kristina. 

SURYAMALANG.COM -  Jadwal pembacaan putusan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Presiden-Wakil Presiden oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dipastikan dipercepat dari jadwal semula.

Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan jadwal pembacaan putusan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Presiden-Wakil Presiden itu pada Kamis (27/6/2019).

Ketika jadwal jadwal pembacaan putusan MK atas sengketa hasil Pilpres 2019 telah ditetapkan pada 27 Juni, Mantan Ketua MK Mahfud MD sudah bisa beberkan prediksi putusan.

Rok Transparan Nia Ramadhani Bikin Salfok Para Selebgram saat Pose di Pinggir Kolam, Intip Harganya

Gaya Yuni Shara & Krisdayanti Pakai Kaos Oblong serta Jeans Jadi Sorotan, Dipuji Bak Anak Gadis

Alasan Gisella Anastasia Cueki Komentar Gading Marten di Instagram, Ketus Menjawab: Bisa Cepet Mati

Mahfud memaparkan, putusan hakim tentunya murni diambil dari apa yang terdapat di persidangan.

Ia lantas memaparkan bagaimana kira-kira alur untuk memperoleh putusan tersebut.

Keputusan jadwal pembacaan putusan akan dibacakan pada Kamis 27 Juni 2019 diputuskan di rapat permusyawaratan hakim (RPH).

Ada sembilan hakim konstitusi mengikuti RPH itu.

Juru Bicara MK, Fajar Laksono menyatakan majelis hakim konstitusi menyatakan telah siap membacakan putusan pada Kamis 27 Juni.

"Pertimbangannya ya karena majelis hakim merasa sudah siap untuk dibacakan putusan tanggal 27," katanya.

Setelah memutuskan waktu pembacaan putusan, pihaknya akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak pemohon, yaitu tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga, pihak termohon, yaitu tim kuasa hukum KPU RI, dan pihak terkait, yaitu tim kuasa hukum Jokowi-Maruf Amin.

"Itu bukan dimajuin memang paling lambat tanggal 28 karena majelis hakim merasa sudah siap dengan putusan dan bersidang tanggal 27 ya diputuskan , sidang putusan besok," kata Fajar, saat dikonfirmasi, Senin (24/6/2019).

Mantan Ketua MK Mahfud MD melalui teleconference di program 'Apa Kabar Indonesia Malam' tvOne, Minggu (23/6/2019) sudah bisa beberkan prediksi putusan MK.

Mantan Ketua MK, Mahfud MD saat ditemui di sela-sela acara Sarasehan Kebangsan yang Digagas oleh Gerakan Suluh Kebangsan di Hotel Mercure Grand Mirama, Jalan Darmo, Surabaya.
Mantan Ketua MK, Mahfud MD saat ditemui di sela-sela acara Sarasehan Kebangsan yang Digagas oleh Gerakan Suluh Kebangsan di Hotel Mercure Grand Mirama, Jalan Darmo, Surabaya. (TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra Sakti)

Mulanya, Mahfud MD memaparkan apa saja yang mungkin menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan persengketaan hasil Pilpres.

"Nanti sesudah mereka rapat permusyawaratan hakim itu kemudian pimpinan MK mengatakan, mari buat keputusan," ujar Mahfud.

"Semua harus menyatakan pendapat. Jadi semua hakim yang 9 itu diminta bicara satu per satu dan ketuanya bicara terakhir."

"Menurut Anda bagaimana ini apa dikabulkan, ditolak, dikabulkan sebagian, atau bagian-bagian mana yang harus diberi catatan," imbuhnya.

Mahfud menjelaskan, jika putusan para hakim MK adalah sama, maka akan terjadi aklamasi.

Namun, paparnya, jika putusan berbeda, rapat tersebut bisa berlangsung alot.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, membeberkan prediksi putusan majelis hakim MK dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019. (Talkshow TvOne)

"Berlangsung lama, adu argumen, adu data bahkan bisa sampai dissenting opinion. Ada hakim menyatakan berbeda. Itu bisa saja di dalam proses itu," kata Mahfud.

Namun, Mahfud mengaku, pihak MK juga tidak menutup kemungkinan bahwa pertimbangan yang terjadi di tengah masyarakat juga menjadi bahan pertimbangan putusan MK.

"Tapi itu jarang sekali. Biasanya masalah-masalah yang timbul di tengah masyarakat sudah diperdebatkan di dalam persidangan. Sehingga apa yang diputus hakim semua diambil dari persidangan," jelasnya.

Mahfud juga menyebutkan, rapat nantinya bisa sangat tegang.

Bahkan, ujarnya, pukul meja dan berdiri sambil menuding-nuding adalah hal yang biasa.

"Bisa saling adu argumen, bisa ada yang sampe pukul meja segala kalau sudah emosi itu," kata Mahfud.

"Ada yang sampai berdiri nuding-nuding, biasa itu."

Mahfud lantas memaparkan soal prediksi putusan hakim.

Ada tiga hal yang disampaikan Mahfud terkait prediksinya itu,

"Pertama, permohonan pemohon dapat diterima," ujar Mahfud.

"Kedua, dalam eksepsi, mungkin eksepsi termohon dan pihak terkait diterima sebagian, ditolak sebagian, atau ditolak seluruhnya. Eksespsi itu artinya menyatakan bahwa mahkamah tidak berwenang dan sebagainya."

"Yang ketiga, dalam pokok permohonan, itu bisa dikabulkan, bisa ditolak, hanya itu alternatif putusannya," ungkap dia kemudian.

Sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi
Sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (Tribunnews.com)

Kubu Jokowi Sambut Baik

Anggota tim hukum Paslon Jokowi-Maruf, Arteria Dahlan tak mempersoalkan terkait Mahkamah Konstitusi (MK) mempercepat pembacaan putusan sengketa Pilpres pada 27 Juni 2019.

"Yang di time table kita itu tanggal 28 Juni itu batas akhir persidangan. Jadi kalau MK ngasih tanggal 25 atau 27 Juni ya tidak masalah," kata Arteria Dahlan saat dihubungi, Senin (24/6/2019).

Politisi PDI Perjuangan ini pun berharap, pembacaan putusan sengketa hasil Pilpres dapat mengakhiri kesimpangsiuran, keluh-kesah, klaim-klaim sepihak yang sudah selama ini beradar.

"Kami mengharapkan mudah-mudahan melalui putusan MK terdapat kepastian hukum mengenai pelaksaan pemilu ini yang berlangsung kemarin itu curang atau tidak," ucap Arteria Dahlan.

"Jadi mudah-mudahan kami berharap dengan putusan MK nantinya bisa dibuktikan itu semua," jelasnya.

Lebih lanjut, ia meminta semua pihak agar menghormati apapun putusan MK terkait hasil Pilpres.

Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Yakin Menang

Wakil BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Mardani Ali Sera menegaskan keyakinannya bahwa dalil mengenai kecurangan pemilu presiden yang mereka ajukan akan diterima MK.

"Kami yakin, kenegarawanan para hakim MK," ujar ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini kepada Tribunnews.com, Senin (24/6/2019).

"Sebagai pihak Pemohon kami yakin dan berdoa mendapatkan apa yang dimohonkan," ucapnya.

BPN Prabowo-Sandi pun memastikan pihaknya akan menghormati apapun putusan yang akan diambil MK dalam  kasus Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres 2019. 

*Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Mahfud MD Beberkan Prediksi Putusan Hakim dalam Sidang Sengketa Pilpres 2019, Siapa Menang?.

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved