Senin, 8 Juni 2026

Malang

Cara Melewati Jalan Tol Pandaan Malang Secara Gratis, Manfaatkan Sebelum Tarif Tol Ditetapkan

Simak cara melewati jalan tol Pandaan Malang secara gratis, perlu diketahui hal ini berlaku hingga kurun waktu yang belum bisa ditentukan.

Tayang:
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Sejumlah kendaraan melintasi Tol Malang-Pandaan difoto di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (31/5/2019). H-5 Lebaran 2019, arus lalu lintas di tol Malang-Pandaan terpantau lancar. 

SURYAMALANG.com - Simak cara melewati jalan tol Pandaan Malang secara gratis, perlu diketahui hal ini berlaku hingga kurun waktu yang belum bisa ditentukan.

Sebelumnya perlu SURYAMALANG informasikan, saat ini tol Pandaan Malang masih bisa digunakan secara gratis.

Meski demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon pengguna tol Pandaan Malang.

Selama tarif tol digratiskan, para pengendara bisa leluasa melewati Tol Pandaan-Malang dengan bermodalkan kartu E-Toll.

Kartu E-Toll tersebut nantinya hanya ditempelkan di Gardu Tol Otomatis (GTO) untuk membuka palang pintu.

Pengguna jalan tol hanya dikenakan tarif di gerbang tol keluar untuk tarif jalan tol di luar seksi 1 hingga seksi 3 tol Pandaan- Malang.

Tol Pandaan - Malang akan ditutup pada Sabtu (25/5/2019) pengguna jalan baru bisa masuk/keluar tol mulai dari pintu tol Purwodadi
Tol Pandaan - Malang akan ditutup pada Sabtu (25/5/2019) pengguna jalan baru bisa masuk/keluar tol mulai dari pintu tol Purwodadi (SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo)

Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Malang, Agus Purnomo memastikan tarif tol Pandaan - Malang masih gratis.

Belum diberlakukannya tarif jalan tol tersebut karena hingga kini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR.

Dengan demikian, Tol Pandaan-Malang sepanjang 30 kilometer dari total 38,5 kilometer masih gratis hingga SK turun.

Jika nanti akan diberlakukan, Agus menerangkan, pihaknya mengusulkan tarif Tol Pandaan-Malang sebesar Rp 900 hingga Rp 1.000 per kilometer.

"Ada kelengkapan yang harus dipenuhi. Alasan belum turunnya tarif juga dikarenakan pada pengerjaan ada yang kurang, dan ada juga yang tambah. Nah ini masih diverifikasi," kata Agus dikonfirmasi, Selasa (18/6/2019).

Agus menambahkan, pihaknya tidak merasa rugi meski tarif tol masih gratis. Menurutnya, sembari menunggu SK turun adalah momentum yang tepat untuk promosi jalan tol kepada masyarakat luas.

"Tidak rugi. Ini juga sekaligus dalam rangka masih sosialisasi dan promosi. Jadi akan semakin banyak yang tahu. Kalau kemarin pemudik yang kami sasar dan sekarang masyarakat luas dan wisatawan," ucapnya.

Agus tak memungkiri, jika nanti tarif sudah diberlakukan, akan ada dinamika ritme jumlah pengguna jalan tol. Namun pihaknya percaya jalan tol akan menjadi sebuah alternatif bagi masyarakat yang ingin mobilisasi dengan cepat.

"Animo kepadatan pengguna tol setelah diterapkan tarif pasti ada dinamika. Pada dasarnya jalan tol itu alterantif, kalau pengendara butuh cepat, praktis, irit dan nyaman ya pilih jalan tol," tutur Agus.

Sejumlah kendaraan melintasi Tol Malang-Pandaan difoto di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (31/5/2019). H-5 Lebaran 2019, arus lalu lintas di tol Malang-Pandaan terpantau lancar.
Sejumlah kendaraan melintasi Tol Malang-Pandaan difoto di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (31/5/2019). H-5 Lebaran 2019, arus lalu lintas di tol Malang-Pandaan terpantau lancar. (SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo)

Pada puncak arus balik kemarin, jumlah pengendara yang melewati Tol Mapan mencapai angka 95.000 kendaraan.

Jumlah tersebut cukup tinggi, mengingat wilayah Malang Raya merupakan salah satu destinasi favorit untuk berwisata bagi masyarakat dari berbagai daerah.

Belum lagi karena saat ini banyak pelajar yang tengah libur, sehingga tak heran jika Malang padat dipenuhi pengunjung.

Diberitakan sebelumnya oleh SURYAMALANG pengerjaan Tol Pandaan Malang masih belum sepenuhnya selesai.

Diketahui pada Selasa 25 Juni 2019 kemarin roses pengerjaan erection girder atau pemasangan balok jembatan jalan tol Pandaan – Malang di Jl. Raya Madyopuro menjadi tontonan warga.

Antusias warga yang sengaja datang di sekitar lokasi pengerjaan balok beton cukup tinggi meskipun suhu udara di Malang, khususnya malam hari sangat dingin.

Di seberang jembatan Kali Amprong, yang masuk kawasan Kelurahan Cemorokandang, jumlah warga yang menonton juga banyak.

Bahkan lokasi pemasangan tersebut menjadi tempat berkumpulnya pedagang makanan yang memanfaatkan keramaian tersebut.

“Saya penasaran seperti apa proses pemasangannya,” ujar Asminah, seorang warga yang berada di kawasan Kelurahan Cemorokandang.

Sejumlah warga menunggu untuk melihat proses pemasangan balok beton jembatan jalan tol Pandaan - Malang di dekat lokasi proyek di kawasan Kelurahan Cemorokandang, Kota Malang, Senin (24/6/2019).
Sejumlah warga menunggu untuk melihat proses pemasangan balok beton jembatan jalan tol Pandaan - Malang di dekat lokasi proyek di kawasan Kelurahan Cemorokandang, Kota Malang, Senin (24/6/2019). (SURYAMALANG.COM/Benni Indo)

Asminah sendiri tidak pernah melihat proses pembangunan tol seperti yang terjadi pada Senin malam itu. Baginya, melihat langsung proses itu merupakan kebahagiaan tersendiri.

“Bagus saja, sepertinya menarik,” ujarnya singkat.

Mengetahui kalau proyek itu dekat dengan rumahnya, Asminah pun tidak menyia-nyiakan kesempatan.

“Karena rumah saya dekat, ya saya datang melihat,” jelasnya.

Hingga pukul 22.00 wib Selasa kemarin, keramaian di sekitar proyek masih terlihat. Meskipun juga ada warga yang pergi, namun juga tidak sedikit yang berdatangan.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved