Rabu, 13 Mei 2026

Video Detik-detik Gadis Diseruduk Kereta Api Hingga Tersangkut di Kolong Kereta, Selamat Tanpa Luka

Berikut ini video viral detik-detik penyelamatan gadis 17 tahun yang diseruduk kereta api.

Tayang:
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: eko darmoko
kolase instagram/ infopenting_medan
gadis terseruduk kereta 

SURYAMALANG.com - Berikut ini video viral detik-detik penyelamatan gadis 17 tahun yang diseruduk kereta api.

Meski sempat tersangkut di kolong kereta api, namun gadis malang ini berhasil selamat tanpa luka.

Video viral gadis diseruduk kereta api ini mulai viral setelah dibagikan oleh akun instagram bernama @infopenting_medan pada Kamis 27 Juni 2019.

Peristiwa gadis diseruduk kereta api ini diduga terjadi di kota Medan.

Dalam video viral tersebut terlihat sang gadis yang mengenakan pakaian berwarna biru sedang terhimpit di bawah kereta.

Wajahnya sesekali terlihat meringis kesakitan, banyak warga yang berhenti untuk menyaksikan peristiwa itu.

Melansir dari unggahan tersebut perekam video viral itu turut menceritakan kronologi peristiwa naas itu.

"Saya melintas dari jalan Sutrisno ke jalan Sutomo, baru ada sepasang suami istri melintas nerobos palang kereta api."

"Suaminya langsung kecam[ak jauh dan motor yang dibawa mereka kecampak juga, dan istrinya terseret di dalam di bawah kolong kereta api."

Menurut keterangan di unggahan tersebut kejadian berlangsung pada 09.22 WIB, Kamis 27 Juni 2019.

Dilansir dari Tribun Medan dalam artikel berjudul 'Video Viral Gadis 17 Tahun di Medan yang Selamat Usai Tersambar dan Terjepit di Kolong Kereta Api', keluarga korban justru memberikan keterangan yang berbeda dengan perkeam video.

Diketahui korban yang bernama febri merupakan warga yang tinggal di sekitar rel kereta api di kawasan Jalan Sutomo, Medan.

Ia merupakan anak yatim yang hidup bersama ibunya Br Silitonga, di salah satu kamar di bawah Gereja Advent, Jalan Martapura, yang berada tepat di pinggir rel.

Menurut pengakuan ibu Febri, putrinya itu memiliki penyakit epilepsi yang membuatnya putus sekolah.

"Anak saya ini mengidap epilepsi, dia sudah berhenti sekolah sejak kelas 4 SD," kata Br Silitonga, Kamis (27/6/2019).

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved