Selasa, 28 April 2026

Kabar Madiun

Kabar Terbaru dari Pak Ndul, YouTuber Ndeso yang Sukses, Berniat Ubah Nature Konten

YOTUBER NDESO YANG SUKSES. Agung Sukoco alias Pak Ndul tinggal di Desa Muneng Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: yuli
rahadian bagus
YOTUBER NDESO YANG SUKSES. Agung Sukoco alias Pak Ndul tinggal di Desa Muneng Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. 

"Subscriber bertambah sekitar 50 ribu dalam sebulan. Pernah sehari bertambah 30 ribu. Saat ini, viewer kecenderungan turun. Untuk menjadi terkenal itu mudah, tapi mempertahankannya susah," kata Agung Sukoco alias Pak Ndul, pemilik kanal YouTube Wagu Waton Guyon.

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Agung Sukoco tinggal di Desa Muneng Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Karya YouTuber ndeso tapi sukses ini pernah viral hingga diundang ke beberapa stasiun televisi.

Ditemui di rumahnya, Pak Ndul menceritakan awal mula ia terjun di dunia YouTube. Ia mengaku sudah mulai belajar YouTube sejak Oktober 2017, secara otodidak.

Beratus-ratus jam ia habiskan untuk menonton tutorial atau tips dan trik menjadi YouTuber.

"Saya menghabiskan waktu itu ratusan jam untuk belajar, apa sih itu YouTube bagaimana sih YouTube itu. Biasanya malam hari saya habiskan waktu untuk mencari-cari dan melihat tutorial dan refrensi di YouTube,"katanya.

Kemudian, ia membuat tim content creator YouTube beranggotakan enam orang bernama Wagu, kependekan dari Waton Guyon.

Ia dan timnya membuat video berisi guyonan yang diperankan oleh empat orang talent. Saat itu, ia dan adiknya Handoko yang bertugas mengambil gambar dan mengatur adegan.

Konten video yang dibuat berisi guyonan berbahasa Jawa. Namun, ternyata kontennya kurang bisa diterima oleh semua orang.

Kemudian, ia dan teman-temannya mencoba membuat dalam versi bahasa Indonesia. Namun, ternyata pesan atau makna guyonan  justru kurang mengena penonton.

"Ketika kita bikin pakai bahasa Indonesia, tidak ada soulnya. Jadi kurang hidup, lucunya itu, kurang asik. Jadi agak garing, karena kita basicnya bahasa Jawa, pakai bahasa Indonesia," kata Pak Ndul.

Akhirnya dia mengubah konsep konten. "Saya coba masuk, munculah karakter Pak Ndul. Itu mulainya Desember 2018, lalu. Masih di akun yang sama," katanya.

Ternyata, kata Pak Ndul, karakter Pak Ndul bisa lebih diterima penonton YouTube. "Ketika Pak Ndul lebih bisa diterima, akhirnya banyak yang komplain, minta video lama yang berbahasa jawa diterjemahkan," katanya.

Akan tetapi, untuk menambahkan subtitle pada video ternyata cukup banyak memakan waktu. Pak Ndul menuturkan, untuk video berdurasi sekirar 10 menit misalnya, dibutuhkan waktu sekitar tujuh jam, untuk menambahkan subtitle.

Tips Sukses Jadi YouTuber Versi Lukman Rozak, Pemilik Channel YouTube Embun TV

"Karena Pak Ndul sudah banyak diterima, video yang masih berbahasa Jawa kita unlist, kita buatkan channel lagi, namanya WaGu Ndeso. Dan itu masih berjalan, kita berenam. Tetapi kalau yang WaGu Pak Ndul, yang lebih fokus saya sama adik saya. Adik saya yang merekam, saya yang ngomong," katanya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved