Kabar Surabaya

Layanan Online di Surabaya Harus Ramah untuk Semua, Bukan untuk Pencitraan

Upaya Pemkot Surabaya untuk menyediakan layanan online dan layanan berbasis aplikasi adalah dalam rangka menjadikan kota ini Smart City.

Layanan Online di Surabaya Harus Ramah untuk Semua, Bukan untuk Pencitraan
SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
Suroboyo Bus. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya berupaya menyediakan layanan online dan layanan berbasis aplikasi adalah dalam rangka menjadikan kota ini Smart City.

Tidak saja, budaya birokrasi juga dipangkas, tapi kepuasan masyarakat yang menjadi titik tekannya. 

Orang tidak lagi antre di loket-loket layanan demi mendapatkan dokumen kependudukan. Atau ada juga orangtua kalau mengetahui hasil belajar anak di sekolah hingga mendapatkan layanan Suroboyo Bus, cukup lewat HP. 

Dengan layanan berbasis aplikasi, semua dipermudah dan durasi layanan makin cepat. Namun demikian, semua layanaan berbasis online itu harus ramah masyarakat.

"Belum semua warga Surabaya bisa online. Terutama warga sepuh. Mereka harus tetap terlayani secara baik," kata Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim, Said Sutomo, Senin (1/7/20/2019).

Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim, Said Sutomo
Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim, Said Sutomo (ist)

Kalaupun dibikin layanan berbasis aplikasi atau online maka harus bisa diterima semua kalangan masyarakat. Minimal harus dengan cara paling sederhana dan tidak menyulitkan bagi setiap pemohon. 

Said mendasarkan pemikirannya itu sesuai UU 19/2016 tentang informasi dan transaksi elektronik. Di dalamnya adalah layanan online atau layanan berbasis aplikasi yang saat ini sedang marak. 

Dalam salah satu pasalnya menyebutkan bahwa Pemerintah harus memfasilitasi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan. Maka ketersediaan (availibility) dan keandalan (reliability) harus menjadi perhatian serius.

Jangan setelah beralih ke layanan online dan aplikasi menjadikan layanan tidak lebih baik. Misalnya pelayanan angkutan publik terutama Suroboyo Bus dan angkutan masal lainnya harus lebih baik dari yang ada selama ini. 

Selain menyediakan layanan online dengan memantau posisi bus, namun yang lebih penting adalah masa tunggu dan keberangkatan bus. Bagaimana mau beralih ke angkutan masal Suroboyo Bus hanya karena layanan aplikasi. Tapi masa tunggu bus tetap lama.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved