Kabar Kediri
Prihatin Jalan Berlubang, Relawan di Kediri Ini Rela Mengamen Keliling Untuk Biaya Tambal Jalan
Untuk membiayai aktifitasnya, relawan itu rela mengamen dengan gaya mematung di acara car free day (CFD) yang ada di Kediri, Nganjuk dan Jombang.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, SURYA - Kepedulian Heri Purnomo (47) menambal jalan berlubang patut diacungi jempol. Untuk membiayai aktifitasnya Heri rela mengamen dengan gaya mematung di acara car free day (CFD) yang ada di Kediri, Nganjuk dan Jombang.
"Lokasi tempat saya mengamen berpindah-pindah. Namun yang pasti di arena car free day yang ramai didatangi pengunjung," kata Heri Purnomo di arena CFD Taman Simpang Lima Gumul (SLG), Minggu (30/6/2019).
Sudah tidak terhingga jalan berlubang yang telah ditambal oleh Heri. Jalan-jalan berlubang itu terutama berada di jalur Kediri - Kunjang dan Pare. Namun juga ada jalan di wilayah lain yang juga telah ditambalnya.
"Setiap ada laporan jalan yang rusak saya upayakan untuk memperbaikinya. Namun hanya jalan yang lubangnya kecil, kalau lubangnya lebar itu urusannya pemerintah," ungkapnya.
Heri mengaku, hasil mengamen di arena CFD akan disisihkan untuk membeli aspal coll mix (aspal dingin) yang diproduksi di Mojokerto. Dengan aspal itulah Heri menambal jalan berlubang yang membahayakan pengendara motor. Aspal coll mix ini juga biasa dipakai untuk mengeraskan jalan.
Sudah sekitar setahun Heri mengamen yang hasilnya disisihkan untuk membiayai membeli aspal coll mix untuk menambal lubang jalan. "Saya sendiri hanya pemilik toko pracangan. Tidak mungkin membiayai menambal jalan dari hasil toko," ungkapnya.
Diungkapkan Heri, pihaknya mengaku kewalahan memenuhi laporan banyaknya jalan berlubang. Apalagi material aspal jenis coll mix saat ini harganya sudah mencapai Rp 1,3 juta per ton.
Untuk membeli aspal itu, Heri mengaku, sempat dipersulit karena syaratnya harus mempunyai CV dan minimal jumlahnya setiap membeli 5 ton. "Namun setelah kami jelaskan aspalnya untuk menambal jalan, akhirnya pemilik pabrik aspal memperbolehkan kami membeli berapapun meski tidak punya CV," jelasnya.
Diungkapkan Heri, aspal coll mix yang dibelinya sudah dikemas dalam karung zak ukuran 30 kg. "Hanya lubang jalan sekitar diameter 50 cm yang kami tambal, kalau lubangnya besar itu urusan dinas PU," ungkapnya.
Heri mengaku motivasinya menjadi sukarelawan menambal jalan demi keselamatan masyarakat pengguna jalan. "Untuk menambal jalan itu sudah sekitar tiga tahun terakhir. Kami berupaya mencegah adanya kecelakaan akibat jalan berlubang," ungkapnya.
Tindakannya itu dilatarbelakangi dari pesan kiai panutannya yang berpesan menyingkirkan duri dari jalan raya pahalanya sangat besar. "Carilah akhirat, dunia pasti ikut. Namun kalau mencari dunia belum tentu dapat akhirat," ungkapnya.
Diakui Heri Purnomo, tindakannya menambal jalan berlubang sempat dimarahi petugas yang mengaku dari Kantor Dinas PU Kabupaten Kediri. Alasannya, pekerjaan menambal jalan bukan bagian dari tugasnya serta melanggar aturan.
Namun kemarahan petugas yang sempat menegurnya itu sempat dilawannya. "Kenapa sudah tahu ada lubang yang membahayakan petugas hanya diam tidak segera ditambal. Saya menambal jalan tak punya motif apa-apa juga dari dana pribadi," tuturnya.
Heri mengaku sangat peduli dengan keselamatan dan nyawa manusia yang melintas di jalan. Karena sudah banyak kasus kecelakaan akibat terjatuh setelah melintas di jalan berlubang. "Kami sangat peduli dengan keselamatan nyawa orang," tuturnya.
Menyusul adanya teguran dari petugas yang mengaku dari Kantor Dinas PU Kabupaten Kediri juga langsung dicross cek ke Kantor Dinas PU. Hanya saja Heri tidak menemukan orang yang telah menegurnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/gaya-mematung-mengamen-untuk-biaya-tambal-jalan-berlubang-yang-dilakukan-heri.jpg)