Drakor

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 11 Tayang Hari Senin (1/7/2019) di TRANS TV & Link Streaming

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 11 Tayang Hari Senin (1/7/2019) di TRANS TV & Link Streaming

Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
TVN
Sinopsis Cheese In The Trap Episode 11 Tayang Hari Senin (1/7/2019) di TRANS TV 

Sekarang Jung ada di mejanya, ie melihat ke computer dan kesal karena harus mengerjakan pekerjaan orang lain. Jung berdiri dan mendorong kursinya ke belakang dengan keras. Kemudian ia melihat ke sekeliling, semua melihatnya. Ia teringat kata ayahnya,,”bagaimana sikapmu sekarang akan berefek pada reputasimu nanti.”

Jung akan keliar ruangan, ia berjalan sambil mengendorkan dasinya.

In Ho dan Seol diperpustakaan. In Ho khawatir karena ia mendengar Sel dikeluarkan dari perpustakaan, apa tak apa Seol kembali datang ke perpustakaan. Seol menjelaskan kalau ia dipecat dari pekerjaannya di perpustakaan dan ia tetap boleh datang ke perpustakaan.

In Ho mengelak, ia tak khawatir kok. Lalu Seol menyuruhnya untuk belajar saja kalau begitu. Seol membahas mengenai hasil pekerjaan In Ho kemaren untuk pelajaran Bahasa Korea, In Ho hanya benar 30% saja. Sekarang Seol menyuruh In Ho mengerjakan soal latihan lagi. ia memberi waktu 20 menit, seperti biasa, ia memasang alaram di ponselnya.

Waktu telah habis alaram berbunyi, menarik perhatian mahasiswa yang sedang belajar. In Ho cepat-cepat mematikan alaram ponsel Seol dan minta maaf pada semuanya. Sedangkan Seol sendiri ketiduran.

In Ho menatap Seol yang tertidur, ia teringat pertanyaan In Ha,,”Apa kau menyukai Red Seol?”. In Ho mengalihkan pandangannya, ia bergumam kalau Seol pasti sangat lelah. Lalu ia memandang Seol lagi, kali ini lebih lama, kemudian menunduk menatap bukunya,,”Apa aku begitu?”

Lalau In Ho menulis pesan untuk Seol sebelum pergi dan meletakkan pesan itu disamping buku Seol.

Seol terbangun dan mendapati In Ho sudah tak ada. Hanya ada pesan dari In Ho yang mengatakan kalau In Ho pergi duluan, In Ho minta maaf karena tidak bisa menyelesaikan semua soal dan In Ho berpesan bahwa Seol harus tidur di rumah.

Seol membenarkan tulisan In Ho lalu memasukkan pesan In Ho tersebut ke sakunya.

In Ho sekarang ada di ruang piano, ia kembali memainkan Für Elise. Kali ini permainannya berbeda, ia memainkannya dengan hati dan rasanya sangat sedih. Ia memainkannya sambil mengingat kebersamaannya dengan seol. Saat mereka mulai belajar bersama di perpustakaan. Saat Seol membantu In Ho melipat pesawat di tempat kursus. Saat mereka kejar-kejaran karena hujan. dan saat mereka bermain piano bersama.

Ternyata Prof Shim melihatnya dari luar. Beliau bisa merasa kalau permainan In Ho ini sangat lemah, ia rasa In Ho sedang merasa sendiri,,”Baek In Ho sudah kembali.”

In Ha ada di apartemen Jung, ia sedang menikmati snack. Jung merasa sudah memperingatkan In Ha agar tidak muncul di depan Seol lagi tapi In Ha malah menyebabkan masalah yang manarik perhatian Seol agar melihatnya tapi Bukan hanya di depan Seol seorang bahkan di depan semua teman-teman satu angkatan.

In Ha sudah berjanji kalau ia akan membereskan masalah yang ia buat dulu. Jung menagih janji In Ha yang akan membereskannya secara diam-diam.

In Ha kemudian menunjukkan kebersamaan Seol dengan In Ho selama Jung tidak di kampus karena harus bekerja. In Ha membela diri dengan hal itu, ia rasa ia telah melakukan hal yang benar (dengan menunjukkan apa yang tidak diketahui Jung selama ini).

In Ha keluar dari apartemen Jung dan mencak-mencak kegirangan, ia telah mendapatkan karu kreditnya lagi.

Seol membuka pintu rumahnya, tak ada yang menyadarinya.

Di dalam, Ayah memarahi Joon yang mengatakan kalau ia berhenti dari sekolahnya di Amerika dan tak mau kembali lagi kesana. Seol tidak segera masuk, ia mendengarkan semuanya.

Ayah menyuruh Joon untuk kembali ke Amerika dan jangan balik ke Korea sebelum lulus.

Ayah akan memukul Joon lagi tapi dihalangi Ibu. Memukul tidak akan menyelesaikan masalah. Ibu memarahi Ayah yang tetap mengirim Joon sekolah di luar padahal Joon tidak pernah menginginkannya. Ayah marah, meskipun begitu seharusnya Joon tetap bertahan sampai lulus.

Ibu protes, Joon sudah bilang kalau Joon tidak ingin sekolah di luar dan juga apa salah Seol. Ayah berkata kalau ia adalah kepala keluarga, ayah memerintahkan Joon untuk bersiap kembali ke US.

Seol perlahan berjalan masuk,,”kenapa? Kenapa aku harus ambil cuti demi Joon?”

Ayah tahu pasti Seol meras sedih sekarang. Tapi pikirkanlah masa depan. Seol akan baik-baik saja setelah menikah tapi Joon, ia harus menyokong keluarga kelak.

Ayah menegur Seol yang bicara tidak sopan padanya. Tapi Seol belum selesai mengutarakan isi hatinya.

Itu karena Ibu bisa lebih bergantung/mengandalkan Seol dari pada Joon.

Seol pergi setelah mengatakan semuanya. Ibu memarahi ayah yang menurutnya menjadi penyebab semua ini. terutama setelah bisnis ayah Hancur. Ayah membela diri, ia melakukan bisnis itu juga demi keluarga.

Joon keluar menyusul Seol.

In Ho berjalan pulang. Joon memanggilnya, ia bertanya apa In Ho tak melihat kakaknya. In Ho tidak melihat. Joon menjelaskan kalau kakaknya kabur.

Joon menjelaskan kalau Seol bertengkar dengan ayah lalu kabur. Seol tidak menjawab telfonnya juga tidak ada di kafe paman. Joon menyalahkan dirinya sebagai penyebab semua ini.

In Ho bertanya sudah berapa lam Seol kabur. Joon kurang tahu, mungkin 10 menit-an. In Ho merasa Seol belum pergi jauh, ia akan membantu mencari dan menyuruh Joon juga tetap mencari kalau sudah ketemu, ia minta Joon menelfonnya.

In Ho berpencar dengan Joon, ia mencoba menghubungi Seol tapi tak diangkat. In Ho bicara sendiri dengan ponselnya (ditujukan untuk Seol),,”Apa kau masih puber?” lalu ia berlari mencari Seol.

Seol jalan tak tentu arah, ia menlfon Bo Ra. saat ini Bo Ra sedang makan malam bersama ayahnya, Bo Ra tanya, kenapa Seol menelfon. Seol menjawab kalau ia ingin Ia, Bo Ra dan Eun Taek mkan ayam dan minum bir bersama. Bo Ra yang tak tahu apa masalahnya menebak kalau penyebabnya adalah karena mereka tidak makan siang bareng tadi. Bo Ra menawari untuk ketemuan setekah ia makan lama dengan ayahnya. Seol tak mau mengganggu Bo Ra, ia pun membatalkan ajakannya.

Seol berjalan dengan menunduk.

Seol menegakkan kepalanya dan menatap ke depan. di depannya ada Jung. Seol mulai menangis, 

Seol berlari kearah Jung sambil menangis, Jung juga menuju kearah Seol. Mereka berpelukan. Seol melepaskan semuanya di pelukan Jung, ia menagis keras. Jung tak melepaskan pelukannya, membiarkan Seol menangis.

In Ho melihat hal itu, ia lalu berbalik arah, dan mendesah,, Ah…

Sekarang Seol dan Jung di dalam mobil. 

Ibu menelfon Seol. Jung akan mengantar Seol pulang tapi Seol gak mau, ia ingin lebih lama lagi bersama Jung. Jung mengerti lalu menjalankan mobilnya.

Jung mampir di mini market untuk membeli Sosis. Seol membukakan punya Jung lalu menyuapinya, tapi menariknya lagi, mereka ketawa bersama. Tapi pada akhirnya Seol memasukkan sosis ke mulut Jung dan makan sosisnya juga.

Seol ketiduran di mobil dan Jung memegang tangannya. Ia tersenyum.

Seol sadar, pasti ia ngorok, lalu ia menjelaskan pada Jung kalau ia sebenarnya tidak biasa ngorok Cuma karena ia kelelahan jadinya ia ngorok.

Jung menyerahkan ponsel Seol, dan mengatakan kalau banyak panggilan dan sms masuk. Ia pikir keluarga Seol sangat khawatir.

Seol membaca pesan yang masuk

Jung menjelaskan kalau ia menelfon Bo Ra untuk minta bantuan. Seol mengerti.

Lalu Jung bertanya, Seol gak ada jadwal ngampus kan hari ini. Seol membenarkan. Kemudian Jung memaksanya untuk kembali berbaring.

Seol akan bangkit tapi Jung tidak mengijinkannya, ia meminta Seol untuk tetap seperti ini sebentar saja. Ia sudah memberitahu perusahaan kalau ia akan datang terlambat.

Seol akhirnya diam saja.

Seol diam saja. Jung menciumnya.

Lalu mencium Seol lagi. seol baru menganngguk.

Jung puas, ia lalu berbaring terlentang lalu memeluk Seol lagi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved