Kabar Gresik

Dua Pria Membujuk Dua Gadis ke Kebun Mangga di Gresik, Minta Uang Sekaligus Menodai

Terdakwa M Al Maghrobi asal Ujungpangkah, Gresik, dan MFF warga Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujungpangkah, Gresik dituntut hukuman berat.

Dua Pria Membujuk Dua Gadis ke Kebun Mangga di Gresik, Minta Uang Sekaligus Menodai
shutterstock
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Terdakwa M Al Maghrobi asal Ujungpangkah, Gresik, dan MFF warga Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujungpangkah, Gresik dituntut hukuman masing-masing 1,6 tahun dan 13 tahun penjara.

Jaksa penuntut umum Indah Rahmawati dan Dicky Eka Koes Andriansyah mendakwa kedua terdakwa mempunyai peran masing-masing dalam melaksanakan aksi kejahatan dan tindak pidana asusila.

Awalnya, ada dua gadis berinisial F dan N, warga Ujungpangkah, berniat ke rumah temannya, pada Maret 2019 sekitar pukul 20.30 WIB. Namun temannya tidak ada di rumah.

Mereka kemudian bertemu dua terdakwa, salah satunya mengaku sebagai polisi dari Surabaya yang baru ditugaskan di Ujungpangkah.

Kedua lelaki itu mengajak dua korbannya ke kebun mangga. Salah satu terdakwa ada yang memeras dengan menunjukkan senjata api.

Sedangkan satu tersangka lagi memaksa korban untuk berhubungan badan.

"Menuntut terdakwa MFF dengan hukuman penjara 13 tahun atas perbuatan asusilanya. Sedangkan terdakwa M Al Maghrobi, dituntut hukuman selama 1,6 tahun akibat memiliki senjata api," kata Indah, Selasa (2/7/2019).

Terdakwa M Al Maghrobi asal Ujungpangkah, Gresik, dan MFF warga Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujungpangkah, Gresik dituntut hukuman masing-masing 1,6 tahun dan 13 tahun penjara.
Terdakwa M Al Maghrobi asal Ujungpangkah, Gresik, dan MFF warga Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujungpangkah, Gresik dituntut hukuman masing-masing 1,6 tahun dan 13 tahun penjara. (Sugiyono)

Pertimbangan jaksa menuntut hukuman seberat-beratnya itu karena terdakwa nekat memeras dan mengaku sebagai anggota polisi dan telah melakukan perbuatan yang merugikan masa depan korban yang masih di bawah umur.

"Terdakwa MFF terbukti bersalah melanggar pasal 81 ayat (1) dan pasal 81 ayat (2) atau pasal 82 ayat (1), Undang-undang perlidungan anak," imbuhnya.

Sementara, majelis ketua majelis hakim PN Gresik Rina Idra Janti memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk meminta keringanan terhadap tuntutan jaksa.

"Silakan konsultasikan ke penasehukum untuk mengajukan keringanan," kata Rina.

Penulis: Sugiyono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved