Kabar Magetan

BREAKING NEWS - Pasutri Terduga Teroris di Magetan Diciduk Densus 88

Sujadi Abdurrahman langsung dibawa ke Markas Komando (Mako) Sub Den C Brimob Madiun, sedang istrinya Ines Payanti diamankan di Polres Magetan.

BREAKING NEWS - Pasutri Terduga Teroris di Magetan Diciduk Densus 88
Doni Prasetyo
Pasutri terduga teroris di Magetan diciduk Densus 88, Rabu (3/7/2019). 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Densus 88 menangkap pengusaha kulit, terduga teroris, warga Magetan, Sujadi Abdurrahman (51) bersama istrinya Ines Payanti (42) di Lingkungan Industri Kulit (LIK) Dukuh Jawar, Desa Ringinagung Kecamatan/Kabupaten Magetan, Rabu (3/7/2019) Pagi.

Informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM menyebutkan, penangkapan sepasang suami istri (pasutri) Sujadi dan Ines itu dilakukan Densus 88 Mabes Polri di LIK Jawar, Desa Ringinagung, Kecamatan/Kabupaten Magetan saat keluar dari lingkungan pabrik kulit itu dengan mengendarai motor AE 4060 NS.

Sujadi Abdurrahman langsung dibawa ke Markas Komando (Mako) Sub Den C Brimob Madiun, sedang istrinya Ines Payanti diamankan di Polres Magetan.

"Saya tahunya saat ada anggota Kepolisian dari Polres Magetan datang ke rumah saya memberitahukan, akan melakukan penggeledahan di rumah Pak Sujadi. Penangkapannya saya tidak tahu kapan," kata Hariyanto, Ketua RT1/RW1, Desa Candirejo, Kecamatan/Kabupaten Magetan kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (3/7/2019).

Menurut Hariyanto, sepasang suami istri ini di lingkungan dikenal dermawan dan tidak membeda-bedakan sesama tetangga. Dan selalu guyup bila ada acara hari besar nasiona dan hajatan tetangga.

"Pak Jadi itu sangat baik, hanya saja, kalau diundang kenduri dan ritual budaya Jawa, pasti tidak hadir. Tapi kalau pengajian dan doa doa, Pak Sujadi pasti datang,"jelas Hariyanto.

Saat penggeledahan, lanjut Hariyanto, anggota Densus 88 Mabes Polri itu ditemui Ines Payanti istri Sujadi Abdurrahman terduga terorisme, disaksikan Ketua RT, Ketua RW dan Kepala Desa setempat.

"Pak Jadi itu asli Plaosan, Magetan, kalau Ibu Ines, asli warga Candirejo. Pak Jadi dan Bu Ines punya empat anak, seorang anak dirumah ikut usaha kulit bapaknya, kedua dan ketiga, saya kurang tahu. Tapi yang bungsu Amali Zakiyah Munbah bersekolah di Ponpes Karanganyar," jelas Ketua RT, yang juga anggota TNI Kodim 0804 Magetan.

Dikatakan Ketua RT Hariyanto, mengetahui tim Densus 88 Mabes Polri membawa sejumlah kotak kardus berisi buku dan dokumen serta sejumlah benda yang dibungkus kertas dari rumah Pak Sujadi. Benda yang dianggap barang bukti itu dimasukkan ke dalam mobil inova warna hitam

"Tadi saat penggeledahan, Bu Ines istri Pak Sujadi yang menemui anggota Densus 88 itu. Barang bukti apa yang ditemukan saya secara detil kurang tahu, yang jelas beberapa kotak kardus berisi buku buku dan dokumen serta barang lain, saya persisnya tidak tahu," kata Hariyanto.

Waka Polres Magetan Jumadi yang dikonfirnasi membenarkan penangkapan pasutri pengusaha kulit warga Candirejo, Magetan itu, namun Polres Magetan hanya sebatas back-up keamanan saat acara penggeledahan.

"Kita dihubungi Rabu (3/7/2019) sekitar pukul 13.30. Anggota kami hanya sebatas mengamankan lokasi penggeledahan. Urusan lainnya tim Densus 88 Mabes Polri langsung yang menangani," kata Kompol Jumadi.

Namun Waka Polres seperti enggan menyebut dengan detil keberadaan Sujadi dan istrinya, serta barang bukti yang berhasil ditemukan, termasuk terduga teroris ini anggota jaringan dari kelompok siapa.

"Yang jelas, Polres hanya diminta mengamankan. Lain lain itu Densus 88 Mabes Polri yang menangani. Termasuk dimana terduga Sujadi dan istrinya diperiksa," pungkas Kompol Jumadi.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved