Kabar Pasuruan

Kejaksaan Percepat Penyelidikan Dugaan Penyalahgunaan DD dan ADD Sejumlah Desa di Pasuruan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan membidik sejumlah desa yang diduga kuat melanggar aturan penggunaan anggaran.

Kejaksaan Percepat Penyelidikan Dugaan Penyalahgunaan DD dan ADD Sejumlah Desa di Pasuruan
suryamalang.com/Galih Lintartika
Kasi Pidsus Kejari Pasuruan, Denny Saputra SH 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan membidik sejumlah desa yang diduga kuat melanggar aturan penggunaan anggaran. Diantaranya sedang mendalami laporan dugaan penyalahgunaan penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di sejumlah desa.

Dari laporan masyarakat, ada tujuh desa yang diduga kuat penggunaan DD dan ADDnya bermasalah. Tujuh desa itu diantaranya adalah Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo untuk DD tahun 2017, Desa Semare, Kecamatan Kraton untuk DD tahun 2016, Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang untuk DD tahu 2016.

Selain itu, ada juga Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton untuk DD tahun 2017, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol untuk DD tahun 2017, Desa Curah Dukuh, Kecamatan Kraton untuk DD tahun 2017, dan Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen untuk DD dan ADD tahun 2017.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra SH mengatakan, ada aduan dari masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan DD dan ADD.

"Ini kami masih percepat penyelidikannya. Kami masih menunggu hasil audit dari Inspektorat terkait nilai kerugian negara dari kasus ini. Inspektorat sudah kami minta lembur untuk menyelesaikannya," kata Denny.

Dijelaskan Denny, pihaknya sudah memberikan warning ke inspektorat untuk segera memberikan rincian nilai kerugian negara akibat perbuatan sejumlah oknum di tujuh desa ini. Paling lambat, pertengahan bulan ini sudah ada nilai kerugian negaranya.

"Sementara ini sudah ada tiga desa yang diketahui nilai kerugian negaranya. Sisanya masih dalam proses. Nanti akan kami buka datanya secara lengkap kalau semua penghitungan selesai. Kami juga berharap segera selesai agar kami bisa menentukan langkah selanjutnya," pungkas Denny.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved